Jumlah Publikasi Ilmiah Indonesia di Scopus 2024 Naik Tajam, Tapi Kualitas Masih Jadi Sorotan - Koran Mandalika

Jumlah Publikasi Ilmiah Indonesia di Scopus 2024 Naik Tajam, Tapi Kualitas Masih Jadi Sorotan

Kamis, 9 Oktober 2025 - 21:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jumlah Publikasi Ilmiah Indonesia di Scopus 2024 Naik Tajam, Tapi Kualitas Masih Jadi Sorotan

Jumlah publikasi artikel ilmiah Indonesia yang terindeks Scopus pada tahun 2024 mengalami peningkatan signifikan. Namun, di balik lonjakan tersebut, para ahli menyoroti tantangan kualitas riset yang masih rendah serta dominasi prosiding konferensi yang memiliki dampak ilmiah terbatas. Pemerintah kini menekankan pentingnya publikasi di jurnal bereputasi tinggi untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta riset global.

Analisis SINTA V3 menunjukkan bahwa tingginya volume publikasi sangat didorong oleh SCOPUS NON ARTICLE (A6) — yang sebagian besar terdiri dari prosiding konferensi (laporan pertemuan ilmiah). Kategori ini menampung volume yang setara dengan total artikel jurnal Q3 dan Q4.

Ketergantungan pada dokumen Non-Artikel ini adalah strategi kerentanan , karena prosiding umumnya memiliki bobot angka kredit yang lebih rendah dan jarang menghasilkan sitasi berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indonesia telah menunjukkan akselerasi yang luar biasa dalam output publikasi ilmiah. Laporan dari Elsevier mencatat bahwa dari tahun 2012 hingga 2022, jumlah publikasi oleh penulis Indonesia tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) sebesar 26%. Pencapaian ini membuat target kuantitas yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024 terlampaui jauh.

Namun, dominasi volume ini tidak tercermin dalam dampak ilmiah. Data Scimago Journal & Country Rank (menggunakan data publikasi Scopus hingga 2022) menunjukkan bahwa rata-rata sitasi (kutipan) per artikel di Indonesia tercatat hanya 18.3, jauh di bawah negara-negara tetangga di ASEAN seperti Malaysia (76.5). Kesenjangan ini mengindikasikan bahwa riset Indonesia, meskipun banyak dipublikasikan, belum banyak dirujuk oleh peneliti global.

1. Tantangan Kualitas (Kesenjangan Sitasi Regional)

Meskipun volume publikasi Indonesia tertinggi di ASEAN, dominasi ini tidak tercermin dalam dampak ilmiah . Kualitas penelitian diukur melalui rata-rata sitasi (kutipan) yang diterima per artikel.

Baca Juga :  PT Railink Dukung Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi Melalui Layanan KA Srilelawangsa

Kesentuhan ini adalah masalah utama. Riset Indonesia dipublikasikan dalam jumlah besar, namun kurang dirujuk (disitasi) oleh peneliti global. Ini berarti penelitian tersebut belum memberikan kontribusi besar pada kemajuan ilmu pengetahuan global.

2. Intervensi Kebijakan dan Peningkatan Kualitas 2024

Tahun 2024 ditandai dengan fokus yang semakin serius pada kualitas:

1. Pengetatan Global

Basis data Scopus pada awal tahun 2024 gencar melakukan “pembersihan” (discontinued) terhadap sejumlah jurnal karena terindikasi predator atau bermasalah. Hal ini meningkatkan risiko bagi akademisi yang menerbitkan di jurnal tidak kredibel.

2. Kriteria Nasional Ketat

Kriteria kenaikan pangkat dosen di bawah payung POPAK 2024 (Petunjuk Teknis Pelaksanaan Layanan Dosen) juga semakin ketat, menekankan aspek kualitas seperti dewan editorial yang transparan, penggunaan bahasa PBB, dan kolaborasi penulis lintas negara.

3. Bukti Peningkatan Mutu

Ada kabar baik dari peningkatan kualitas jurnal domestik. Universitas Sebelas Maret (UNS) melaporkan pada Juni 2024 bahwa beberapa jurnal akademik mereka berhasil meningkatkan peringkat Scimago Journal Rank (SJR) hingga mencapai Kuartil 1 (Q1) dan Kuartil 2 (Q2).

3. Rekomendasi Strategi Jalan Menuju Dampak

Untuk mengatasi ancaman volume tinggi dan sitasi rendah, ekosistem riset nasional harus menerapkan rekomendasi berikut:

• Beralih ke Target Kualitatif

Pemerintah harus sepenuhnya beralih dari target volume mentah ke target persentase publikasi Q1/Q2 (jurnal kualitas tertinggi) per tahun. Insentif harus dikurangi untuk dokumen Non-Pasal (prosiding).

• Verifikasi Wajib Berlapis

Institusi harus menciptakan mekanisme verifikasi ketat sebelum peneliti mempublikasikan, untuk menghindari kerugian akademik akibat jurnal yang dihentikan oleh Scopus.

• Investasi Jurnal Nasional Q1/Q2

Prioritaskan investasi, mentoring , dan manajemen untuk mendorong lebih banyak jurnal nasional Indonesia (yang terakreditasi SINTA S1/S2) mencapai peringkat Q1 atau Q2 Scopus. Ini adalah kunci untuk membangun reputasi ilmiah yang mandiri dan berkelanjutan, serta meningkatkan sitasi rata-rata.

Baca Juga :  ROAD TO PURANA 17: PURANA MEMULAI RANGKAIAN SELEBRASI LEWAT "PURANA KIDS MODEL SEARCH" DI CENTRAL DEPARTMENT STORE

Kesimpulan

Kinerja publikasi Indonesia di tahun 2024 adalah cerita tentang kuantitas yang sudah tercapai, tetapi kualitas yang harus segera ditingkatkan. Dengan pengetatan kriteria global, fokus pada Q1/Q2 dan sitasi adalah kunci untuk mengubah volume tinggi menjadi dampak ilmiah yang sesungguhnya

Di tengah tantangan peningkatan kualitas publikasi ilmiah nasional, Publikasi Indonesia hadir sebagai mitra strategis bagi para akademisi, dosen, dan peneliti.

Kami berkomitmen untuk mendorong lahirnya karya ilmiah yang bukan hanya terbit, tetapi juga berdampak.

Melalui pendampingan publikasi di jurnal nasional terakreditasi (SINTA) maupun jurnal internasional bereputasi (Scopus, EBSCO, DOAJ, Copernicus), kami membantu memastikan setiap artikel memenuhi standar ilmiah global — mulai dari penyusunan naskah, pemilihan jurnal yang kredibel, hingga proses publikasi yang etis dan berkualitas.

Publikasi Indonesia percaya bahwa kualitas penelitian adalah cermin kemajuan bangsa.

Karena itu, kami terus berupaya menjadi bagian dari perubahan menuju ekosistem riset Indonesia yang lebih kuat, berintegritas, dan diakui dunia.

Tentang Publikasi Indonesia

Publikasi Indonesia adalah Lembaga Publikasi Ilmiah terbesar dan terpercaya di Indonesia yang sudah berdiri sejak 2021 dan resmi berbadan hukum serta sudah berbentuk CV, dengan Nomor: 03/CV/IX/2021 dan NPWP Perusahaan Nomor. 43.527.731.4-455.000. CV. Publikasi Indonesia adalah lembaga jasa publikasi ilmiah yang berkomitmen untuk membantu peneliti, akademisi, dan profesional dalam mempublikasikan karya ilmiah. Dengan tim yang ahli di bidangnya, kami menyediakan layanan mulai dari konsultasi, editing penulisan, hingga publikasi di Jurnal Nasional dan Internasional

 

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Ada Cerita Cinta hingga Drama Skripsi di Dinding Sekolah dan Kampus, Cokelat Take-It Bisa Diambil di Tengah Cerita
Usai Raih World Artist of the Year, JessC Perluas Langkah Musik di Indonesia
Cara Membuat Website Toko Online Sendiri Sebelum 11.11 dan Harbolnas
BINUS Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor melalui NEST di QS Higher Ed Summit Asia Pacific 2026
BRI Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini melalui Edukasi di Lingkungan Sekolah
Alternativa Film Festival 2027 Siapkan Hadiah US$120.000, Buka Peluang bagi Sineas Indonesia ke Panggung Internasional
Lewat Baseball5, Perbasasi Jakarta dan JALIN Foundation Ajak Remaja Hidup Sehat dan Berani Hadapi Tekanan
39% Responden Perkotaan Indonesia Pakai AI untuk Belanja dan Rekomendasi, Peringkat Pencarian Saja Tak Lagi Cukup

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 23:02

Ada Cerita Cinta hingga Drama Skripsi di Dinding Sekolah dan Kampus, Cokelat Take-It Bisa Diambil di Tengah Cerita

Selasa, 3 November 2026 - 23:02

Usai Raih World Artist of the Year, JessC Perluas Langkah Musik di Indonesia

Selasa, 3 November 2026 - 22:02

Cara Membuat Website Toko Online Sendiri Sebelum 11.11 dan Harbolnas

Selasa, 3 November 2026 - 22:02

BINUS Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor melalui NEST di QS Higher Ed Summit Asia Pacific 2026

Selasa, 3 November 2026 - 21:02

Alternativa Film Festival 2027 Siapkan Hadiah US$120.000, Buka Peluang bagi Sineas Indonesia ke Panggung Internasional

Selasa, 3 November 2026 - 19:02

Lewat Baseball5, Perbasasi Jakarta dan JALIN Foundation Ajak Remaja Hidup Sehat dan Berani Hadapi Tekanan

Selasa, 3 November 2026 - 18:02

39% Responden Perkotaan Indonesia Pakai AI untuk Belanja dan Rekomendasi, Peringkat Pencarian Saja Tak Lagi Cukup

Selasa, 3 November 2026 - 18:02

Pemerintah Bahas Skema Pembiayaan Perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Tanggung

Berita Terbaru