KAI Logistik Kelola 3,6 Juta Ton Barang di TW 1 dengan Peningkatan 24% pada Angkutan Peti Kemas - Koran Mandalika

KAI Logistik Kelola 3,6 Juta Ton Barang di TW 1 dengan Peningkatan 24% pada Angkutan Peti Kemas

Kamis, 16 April 2026 - 18:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah dinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian, KAI Logistik sebagai perusahaan penyedia layanan total logistics solution, berhasil mencatatkan kinerja operasional yang kokoh pada Triwulan I 2026. Perusahaan mencatatkan total volume pengelolaan angkutan barang mencapai sekitar 3,6 juta ton. Angka ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga kelancaran rantai pasok nasional.

Direktur
Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan bahwa sepanjang tiga bulan
pertama, operasional bisnis tetap berjalan secara optimal meski di tengah
momentum beberapa hari libur nasional yang berdekatan. ”Pencapaian sebesar 3,6
juta ton tersebut didominasi oleh lini angkutan batu bara dengan volume
mencapai 2 juta ton. Kontribusi signifikan lainnya berasal dari layanan pra dan
purna BBM/BBK sebanyak 769 ribu ton, layanan peti kemas sebesar 663 ribu ton,
angkutan semen dan limbah B3 sekitar 74 ribu ton, serta layanan pengiriman
barang ritel sebesar 18.671 ton.”

Pertumbuhan signifikan
terjadi pada layanan angkutan peti kemas, yang mengalami peningkatan sebesar
24% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Volume angkutan peti kemas
naik dari 535 ribu ton menjadi 663 ribu ton pada Triwulan I 2026. Pertumbuhan
ini didorong oleh berbagai langkah inovasi strategis yang telah
diimplementasikan perusahaan untuk meningkatkan keandalan layanan.

Kinerja positif
KAI Logistik ini sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia pada laporannya yang
menempatkan sektor Transportasi dan Pergudangan sebagai lapangan usaha dengan
pertumbuhan tertinggi pada kisaran 10,8% hingga 11,6% (YoY). Angka ini
melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, mempertegas peran vital
sektor logistik dalam mendukung konektivitas nasional.

“Pencapaian
pada Triwulan I  ini merupakan bukti
nyata dari ketangguhan operasional perusahaan dalam merespons kebutuhan pasar
yang dinamis. Kami terus berfokus pada inovasi layanan dan optimalisasi
kapasitas angkut untuk memastikan setiap segmen bisnis memberikan kontribusi
terukur bagi penguatan rantai pasok nasional, sejalan dengan visi besar
perusahaan dalam menyediakan solusi logistik terintegrasi,” ujar Yuskal.

Seiring dengan
fokus pemerintah dalam memperkuat struktur industri manufaktur yang ditargetkan
tumbuh 5,51% pada tahun 2026. KAI
Logistik juga memposisikan diri sebagai mitra strategis dalam pemenuhan
kebutuhan rantai pasok. Saat ini, sekitar 11% basis pelanggan KAI Logistik
berasal dari industri manufaktur. Untuk mendukung sektor ini, perusahaan tengah
merampungkan rencana penambahan kapasitas angkut pada layanan angkutan kereta
api peti kemas yang akan segera dieksekusi dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Robot di KorSel "Bunuh Diri" Gara-gara Stress Kerja Tanpa Libur. Gimana yang Manusia?

Selain sektor
industri, pertumbuhan volume juga tercatat pada sektor ritel melalui layanan
KALOG Express yang tumbuh sebesar 27%. Volume pengiriman pada Triwulan I 2026
mencapai 18.671 ton, meningkat dari 14.649 ton pada periode yang sama tahun
lalu. Capaian ini menjadi landasan bagi perusahaan untuk memperluas jangkauan
pasar dengan membidik penambahan 70 titik layanan ritel baru di sepanjang tahun
2026.

“KAI Logistik akan
selalu berkomitmen untuk terus memperkuat peran sebagai penyedia solusi
logistik terintegrasi yang andal dan berkelanjutan. Melalui peningkatan
kapasitas, inovasi layanan, serta perluasan jaringan operasional, perusahaan
optimistis dapat menjaga tren pertumbuhan positif sepanjang tahun 2026
sekaligus berkontribusi lebih besar dalam mendukung efisiensi distribusi dan
daya saing ekonomi nasional,” tutup Yuskal.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Apa Itu BI Fast dan Bedanya dengan Transfer Biasa?
Ribuan Pengunjung Meriahkan The 9th Manawa Festival 2026 Sebuah Kolaborasi Harmoni Budaya dan Inovasi Bisnis BINUS @Bandung
Segini Rata-rata Biaya Pasang WiFi dan Kenapa Harganya Bisa Berbeda Tiap Wilayah
Hari Anak Nasional, LRT Jabodebek Jadikan Transportasi Publik sebagai Ruang Belajar bagi Anak Penyandang Disabilitas
Memangkas Tikungan, Menghubungkan Kawasan: WSBP Suplai PC-I Girder untuk Proyek Pembangunan Jalan Perbaikan Singaraja–Mengwitani
Tingkatkan Layanan Operasional, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Pertumbuhan Positif pada Semester I – 2026
transcosmos Indonesia Luncurkan Generative AI Chatbot, Terapkan Standar Baru Customer Experience Berbasis AI
Disiplin Risk-Reward Ratio: Kunci Menjaga Pertumbuhan Modal Jangka Panjang

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:02

Apa Itu BI Fast dan Bedanya dengan Transfer Biasa?

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:02

Ribuan Pengunjung Meriahkan The 9th Manawa Festival 2026 Sebuah Kolaborasi Harmoni Budaya dan Inovasi Bisnis BINUS @Bandung

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:02

Segini Rata-rata Biaya Pasang WiFi dan Kenapa Harganya Bisa Berbeda Tiap Wilayah

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:02

Hari Anak Nasional, LRT Jabodebek Jadikan Transportasi Publik sebagai Ruang Belajar bagi Anak Penyandang Disabilitas

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:02

Memangkas Tikungan, Menghubungkan Kawasan: WSBP Suplai PC-I Girder untuk Proyek Pembangunan Jalan Perbaikan Singaraja–Mengwitani

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:02

transcosmos Indonesia Luncurkan Generative AI Chatbot, Terapkan Standar Baru Customer Experience Berbasis AI

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:02

Disiplin Risk-Reward Ratio: Kunci Menjaga Pertumbuhan Modal Jangka Panjang

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:02

Di Balik Duka Yahukimo, Koops TNI Habema Perkuat Perlindungan Warga Agar Kekerasan Tak Kembali Merenggut Nyawa

Berita Terbaru

Teknologi

Apa Itu BI Fast dan Bedanya dengan Transfer Biasa?

Kamis, 23 Jul 2026 - 17:02