Kalap Checkout di Live Shopping? Belanja Boleh, Asal Jangan Impulsif - Koran Mandalika

Kalap Checkout di Live Shopping? Belanja Boleh, Asal Jangan Impulsif

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belanja online kini bukan lagi sekadar aktivitas mencari kebutuhan. Kehadiran fitur live shopping membuat pengalaman berbelanja menjadi lebih interaktif, menghibur, dan sering kali terasa seperti menonton acara langsung. Mulai dari produk kecantikan, fashion, peralatan rumah tangga, hingga makanan, semuanya bisa dibeli hanya dalam beberapa klik.

Tidak heran jika banyak orang menghabiskan waktu mengikuti sesi live shopping setelah bekerja atau saat bersantai di rumah. Namun di balik kemudahannya, ada satu hal yang sering menjadi tantangan: pengeluaran impulsif.

Padahal, belanja bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Yang lebih penting adalah bagaimana tetap menikmati aktivitas belanja tanpa mengganggu kondisi keuangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kenapa Live Shopping Terasa Sulit Ditolak?

Salah satu daya tarik utama live shopping adalah suasananya yang terasa lebih personal. Penjual dapat berinteraksi langsung dengan penonton, menunjukkan produk secara real time, hingga menawarkan promo khusus yang hanya berlaku selama siaran berlangsung.

Situasi ini membuat proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat. Banyak orang akhirnya melakukan checkout bukan karena benar-benar membutuhkan produk tersebut, melainkan karena takut kehilangan kesempatan mendapatkan promo.

Fenomena ini dikenal sebagai FOMO atau fear of missing out, yaitu rasa khawatir tertinggal tren atau kesempatan yang sedang berlangsung.

Belanja Tidak Selalu Buruk

Sering kali belanja dianggap sebagai penyebab utama masalah keuangan. Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.

Baca Juga :  KAI dan BSI Resmikan Kerja Sama Naming Rights Stasiun LRT Jabodebek “Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia”

Belanja merupakan bagian dari kebutuhan hidup dan juga bisa menjadi bentuk apresiasi terhadap diri sendiri setelah bekerja keras. Membeli pakaian baru, perlengkapan hobi, atau produk yang memang dibutuhkan tentu bukan hal yang salah.

Perhatikan adalah apakah pembelian tersebut sudah masuk dalam perencanaan keuangan atau hanya dilakukan karena dorongan sesaat.

Ketika belanja dilakukan secara sadar dan sesuai kemampuan finansial, aktivitas tersebut tetap bisa dinikmati tanpa menimbulkan penyesalan di kemudian hari.

Pengeluaran Kecil Sering Terlihat Sepele

Salah satu alasan pengeluaran impulsif sulit disadari adalah karena nominalnya sering kali tidak terlalu besar.

Diskon Rp30 ribu, produk Rp50 ribu, atau promo beli satu gratis satu mungkin terlihat ringan saat dilihat satu per satu. Namun ketika transaksi serupa terjadi berkali-kali dalam sebulan, total pengeluarannya bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Karena itu, penting untuk melihat pengeluaran secara keseluruhan, bukan hanya berdasarkan nominal setiap transaksi.

Cara Tetap Menikmati Belanja Online dengan Bijak

Belanja online tetap bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan tanpa harus mengganggu kondisi keuangan.

Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat membantu antara lain:

– Menentukan anggaran belanja bulanan

– Membuat daftar kebutuhan sebelum membuka aplikasi

Baca Juga :  GrasiaCare Gandeng SJ Vibe, Tingkatkan Kemudahan Akses Layanan Medis ke Korea bagi Warga Indonesia

– Memberikan jeda waktu sebelum checkout

– Memisahkan dana kebutuhan dan dana gaya hidup

– Mengevaluasi riwayat transaksi secara berkala

Dengan cara ini, seseorang tetap dapat menikmati promo dan kemudahan belanja online tanpa merasa pengeluaran menjadi tidak terkendali.

Kemudahan Transaksi Perlu Diimbangi Pengelolaan Keuangan

Perkembangan pembayaran digital membuat proses belanja online semakin cepat dan praktis. Karena itu, kemampuan mengelola pengeluaran menjadi semakin penting agar setiap transaksi tetap sesuai dengan rencana keuangan.

Melalui bank dengan layanan digital seperti neobank dari Bank Neo Commerce, pengguna dapat memanfaatkan fitur QRIS neobank untuk melakukan pembayaran digital dengan metode scan QRIS di berbagai merchant yang mendukung layanan QRIS.

Kemudahan bayar pakai QRIS ini dapat membantu pengguna bertransaksi secara cashless sekaligus memantau aktivitas keuangan langsung melalui aplikasi.

***

Fitur, biaya, dan ketentuan layanan dapat berubah sesuai kebijakan yang berlaku.

Jika ingin mempelajari fitur QRIS neobank lebih lanjut, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link QRIS atau https://s.id/igneoqris.   

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).⁣ 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Fortifikasi Beras Massal Jadi Solusi Atasi Krisis Kelaparan Tersembunyi
BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran
BRI Branch Office Tanah Abang Gelar Simulasi Business Continuity Management untuk Perkuat Kesiapan Menghadapi Situasi Darurat
Sepuluh Hari Beroperasi dengan Rangkaian Baru, KA Cikuray Catat Okupansi Lebih dari 138 Persen
BRI Region 6 Tingkatkan Literasi Digital melalui Program Pendidikan Crypto bagi Pekerja
Leaders as Coaches: Membangun Pemimpin Inspiratif untuk Mendorong Kinerja Berkelanjutan di BRI Regional 6
5 Kebiasaan Belanja yang Kini Berubah Berkat QRIS
AI Connect Makassar dan Kodeka Labs Gelar Workshop Intelligent Workflow Orchestration with n8n

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:00

Fortifikasi Beras Massal Jadi Solusi Atasi Krisis Kelaparan Tersembunyi

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:00

BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:00

BRI Branch Office Tanah Abang Gelar Simulasi Business Continuity Management untuk Perkuat Kesiapan Menghadapi Situasi Darurat

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:00

Sepuluh Hari Beroperasi dengan Rangkaian Baru, KA Cikuray Catat Okupansi Lebih dari 138 Persen

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:00

Leaders as Coaches: Membangun Pemimpin Inspiratif untuk Mendorong Kinerja Berkelanjutan di BRI Regional 6

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:00

5 Kebiasaan Belanja yang Kini Berubah Berkat QRIS

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:00

AI Connect Makassar dan Kodeka Labs Gelar Workshop Intelligent Workflow Orchestration with n8n

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:00

Grup MIND ID Reklamasi 8.000 Hektare Lahan dan Rehabilitasi DAS 37.700 Hektare, Perbaiki Kualitas Keanekaragaman Hayati

Berita Terbaru