Kebiasaan Kecil Sehari-hari yang Membuat Kamu Susah Menabung - Koran Mandalika

Kebiasaan Kecil Sehari-hari yang Membuat Kamu Susah Menabung

Kamis, 1 Januari 2026 - 23:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebiasaan Kecil Sehari-hari yang Membuat Kamu Susah Menabung

Banyak orang merasa sudah berusaha menabung, tapi saldo tetap segitu segitu saja. Gaji datang, lalu pergi tanpa jejak yang jelas. Padahal, sering kali masalahnya bukan di penghasilan, melainkan kebiasaan kecil yang terlihat sepele tapi rutin dilakukan.

Kebiasaan ini jarang terasa sebagai kesalahan besar. Justru karena kecil dan berulang, dampaknya baru terasa di akhir bulan. Mari kita bahas satu per satu agar kamu bisa lebih sadar dan mulai mengubah pola secara perlahan.

1. Jajan harian yang terasa murah

Secangkir kopi pagi, camilan sore, atau pesan makanan online saat lapar ringan. Nominalnya terlihat kecil, tapi jika dilakukan hampir setiap hari, jumlahnya bisa mengejutkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Misalnya kamu menghabiskan Rp25 ribu per hari untuk jajan kecil. Dalam sebulan, angkanya bisa menyentuh ratusan ribu rupiah. Tanpa sadar, uang yang seharusnya bisa masuk tabungan justru habis untuk kebiasaan impulsif.

2. Langganan digital yang jarang dipakai

Aplikasi streaming, musik, cloud storage, atau layanan premium lainnya sering diperpanjang otomatis. Banyak orang lupa mengecek apakah semua langganan itu benar benar digunakan.

Satu langganan mungkin terasa ringan. Tapi saat jumlahnya bertambah, total biayanya ikut membesar. Tanpa evaluasi rutin, uang kamu terus keluar untuk layanan yang tidak memberi manfaat maksimal.

Coba luangkan waktu sebulan sekali untuk meninjau langganan digital. Hapus yang jarang dipakai, pertahankan yang benar benar mendukung aktivitas kamu.

3. Tidak punya tujuan menabung yang jelas

Menabung tanpa tujuan sering terasa hambar. Kamu menyisihkan uang, tapi tidak tahu untuk apa. Akibatnya, tabungan mudah tergoda untuk dipakai.

Tujuan membuat menabung terasa lebih nyata. Bisa untuk dana darurat, liburan, atau rencana jangka pendek lainnya. Saat ada tujuan, kamu cenderung lebih konsisten dan tidak mudah tergoda mengambil tabungan.

Baca Juga :  VRITIMES Jalin Kerja Sama Strategis dengan Porosgarut.id dan Garut24.com untuk Perkuat Distribusi Berita Lokal

4. Terlalu sering menganggap diri pantas hadiah

Self reward memang penting, tapi jika terlalu sering, efeknya bisa berbalik. Setiap minggu merasa pantas traktir diri sendiri bisa mengganggu rencana keuangan.

Banyak orang tidak sadar bahwa hadiah kecil yang terlalu rutin bisa menggerus tabungan. Apalagi jika reward selalu dikaitkan dengan belanja impulsif.

Mengatur momen self reward agar lebih terencana membantu kamu tetap menikmati hidup tanpa mengorbankan tabungan.

5. Tidak mencatat pengeluaran kecil

Pengeluaran kecil sering dianggap tidak perlu dicatat. Padahal justru di situlah kebocoran paling sering terjadi.

Tanpa catatan, kamu sulit mengetahui ke mana uang pergi. Perasaan sudah hemat sering kali tidak sesuai dengan realita.

Mencatat pengeluaran harian memberi gambaran jujur tentang pola belanja. Dari situ, kamu bisa melihat kebiasaan mana yang perlu dikurangi.

6. Sering menunda menabung

Banyak orang menunggu sisa uang di akhir bulan untuk ditabung. Masalahnya, sisa itu sering tidak ada.

Menabung lebih efektif jika dilakukan di awal. Begitu menerima penghasilan, langsung sisihkan sebagian untuk tabungan. Dengan cara ini, kamu menyesuaikan pengeluaran dengan sisa uang yang ada. Menunda menabung sama saja memberi ruang lebih besar untuk belanja impulsif.

7. Terlalu mengandalkan promo dan diskon

Promo sering terasa seperti kesempatan emas. Diskon besar membuat kamu merasa hemat, padahal membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Kebiasaan berburu promo tanpa perencanaan justru membuat pengeluaran membengkak. Uang keluar karena tergoda harga murah, bukan karena kebutuhan nyata.

8. Tidak memisahkan rekening

Menyatukan semua uang dalam satu rekening membuat batas antara belanja dan tabungan menjadi kabur. Saat melihat saldo masih besar, godaan untuk menggunakannya semakin kuat.

Baca Juga :  KAI Pacu UMKM Binaan Tembus Pasar Global melalui International Apparel & Textile Fair 2025 di Dubai

Memisahkan rekening membantu menciptakan jarak psikologis. Uang tabungan terasa tidak mudah disentuh, sehingga lebih aman.

Banyak orang merasa lebih disiplin setelah memisahkan rekening harian dan tabungan.

9. Terlalu sering mengikuti gaya hidup sekitar

Lingkungan punya pengaruh besar. Ajakan nongkrong, makan bersama, atau ikut tren sering membuat kamu mengeluarkan uang di luar rencana.

Tidak semua ajakan harus ditolak, tapi penting untuk menyesuaikan dengan kondisi keuangan. Belajar berkata tidak sesekali bukan berarti pelit, tapi sadar prioritas.

Menyimpan Tabungan dengan Lebih Praktis

Agar kebiasaan menabung lebih terjaga, kamu bisa memanfaatkan tabungan digital yang terpisah dari rekening harian. Dengan sistem yang praktis dan transparan, kamu lebih mudah memantau perkembangan tabungan.

Membuka tabungan di neobank dari Bank Neo Commerce bisa menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan menabung yang lebih rapi. Prosesnya mudah, pemantauan saldo lebih jelas, dan kamu bisa mulai menyisihkan uang secara konsisten tanpa ribet.

Salah satu rekomendasi tabungan bank yang bisa kamu gunakan adalah Tabungan NOW di neobank dengan bunga kompetitif  dan cair harian. Tabungan digital ini bisa membantu kamu mulai menabung secara konsisten.

Download aplikasi neobank di PlayStore atau App Store dan Tabungan NOW sekarang.

Cek info lebih lanjut dan terbaru di link Tabungan NOW.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

“Takut Jarum Suntik? Body’s Secret Perkenalkan Inovasi Perawatan Estetika Lebih Nyaman di Usia ke-15.”
FLPP Ngebut, Realisasi Capai Lebih Dari 200 Ribu Unit
Menyusun Rencana Finansial Setahun ke Depan, Mulai Siapkan Dana untuk Target 2027
Mendorong Pengembangan Usaha UMKM, Tangguh Perwira Mantri BRI Unit Ciracas Mendukung Usaha Roti dan Donat Milik Ujang di Ciracas Melalui Bantuan Permodalan KUR BRI
Gelar Rapat Kerja, Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Program TJSL Berdampak Terukur bagi Masyarakat
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan melalui Penanaman 1.000 Pohon di Gunung Mas
Gambar Tanda Tangan di Internet dan Risiko Penyalahgunaannya
DJKA dan LRT Jabodebek Periksa Kesiapan Fasilitas Sarana & Prasarana Jelang Angkutan Nataru 2026/2027

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 16:32

Sekda Loteng Ingatkan SPPG Sajikan Menu MBG Berkualitas, Bukan Hanya Saat Lomba

Sabtu, 7 November 2026 - 14:01

​Pertamina Hadir Dukung Mandalika Racing Series, Buktikan Kualitas Produk Anak Bangsa di Ajang Internasional

Sabtu, 7 November 2026 - 13:53

​Kolaborasi MGPA dan Pride Motorsport Lewat Mandalika Racing Series: Cetak Pembalap Berstandar Internasional

Sabtu, 7 November 2026 - 13:47

Perjalanan Panjang Edi Saputra Kembangkan Mandalika Racing Series demi Cetak Pembalap Berprestasi Dunia

Jumat, 6 November 2026 - 18:51

Kekeringan 2026, Distan Loteng Catat Nihil Kerugian Petani

Jumat, 6 November 2026 - 16:16

Tak Lagi Pilih-Pilih, Perusahaan Borong Semua Grade Tembakau Loteng

Rabu, 4 November 2026 - 18:23

Tabrakan dengan Avanza di Pujut, Pasutri Asal Desa Prabu Meregang Nyawa

Rabu, 4 November 2026 - 14:17

Warga Diminta Berani Laporkan Pernikahan Anak, DP3AP2KB Loteng Siap Turun Tangan

Berita Terbaru

FLPP Ngebut, Realisasi Capai Lebih Dari 200 Ribu Unit

Teknologi

FLPP Ngebut, Realisasi Capai Lebih Dari 200 Ribu Unit

Sabtu, 7 Nov 2026 - 23:02