Kementerian UMKM Buka Rantai Pasok Pascabencana: 25 Usaha Mikro Aceh Tembus ke Jaringan Ritel Modern melalui Program KUMITRA - Koran Mandalika

Kementerian UMKM Buka Rantai Pasok Pascabencana: 25 Usaha Mikro Aceh Tembus ke Jaringan Ritel Modern melalui Program KUMITRA

Rabu, 23 September 2026 - 12:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian UMKM memfasilitasi 25 usaha mikro terdampak bencana di Aceh menembus pasar ritel modern lewat business matching Program KUMITRA dan layanan Klinik UMKM Bangkit Aceh. Forum temu bisnis ini menghubungkan pelaku usaha lokal dengan peritel besar sekaligus menjadi puncak program pendampingan intensif yang berjalan secara hybrid sejak Maret 2026, dengan total engan potensi nilai transaksi mencapai Rp 2,54 Milyar.

BANDA ACEH, 22 September 2026 – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mengakselerasi penguatan ekosistem usaha mikro dan pemulihan ekonomi daerah pascabencana di wilayah Sumatra melalui pembukaan akses pasar terintegrasi serta pengembangan kemitraan rantai pasok strategis. Langkah konkret ini diwujudkan melalui agenda temu bisnis (business matching) yang digelar di Hotel Portola Grand Arabia, Banda Aceh, pada Selasa (22/9/2026).

Ajang ini merupakan bagian integral dari layanan Klinik UMKM Bangkit Aceh, sebuah inisiatif kolaboratif antara Kementerian UMKM, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Aceh, serta Asosiasi Profesi Pendamping Entrepreneur Indonesia (ASPPENDO). Temu bisnis ini menjadi puncak dari rangkaian intervensi pemulihan usaha yang telah dilaksanakan secara hybrid sejak Maret 2026, mulai dari seri webinar akses pasar, pelatihan standardisasi produk, kurasi mutu produk, hingga pendampingan bisnis secara intensif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari forum temu bisnis Klinik UMKM Bangkit Aceh ini, berhasil disepakati komitmen kemitraan awal dalam bentuk Letter of Intent (LOI) dengan potensi nilai transaksi mencapai Rp 2,54 Milyar. Capaian ini membuka jalan bagi 25 usaha mikro terpilih di Aceh untuk menembus etalase ritel modern dan rantai pasok industri berskala besar.

Asisten Deputi Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Mikro Kementerian UMKM, Pristiyanto, selaku penyelenggara, menyampaikan bahwa temu bisnis di Aceh ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program KUMITRA (Kemudahan Usaha Mikro untuk Bermitra), dengan Aceh ditetapkan sebagai salah satu lokus prioritas percepatan pemulihan ekonomi di daerah terdampak bencana di Sumatra.

Baca Juga :  Prediksi Harga HBAR: Akankah Tren Bullish Berlanjut?

“Program KUMITRA hadir sebagai solusi konkret untuk membuka kebuntuan akses pasar yang dihadapi para pengusaha mikro. Hingga saat ini, business matching Program KUMITRA telah sukses dilaksanakan di empat lokasi, yaitu Bali, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kabupaten Tangerang, dan Aceh, dengan total nilai potensi transaksi yang ditandatangani melalui Letter of Intent (LOI) mencapai Rp13,74 Milyar,” papar Pristiyanto.

Dalam sambutan resminya yang dibacakan oleh Asdep Kemitraan dan Rantai Pasok, Plt. Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Reghi Perdana, S.H., LL.M., menegaskan pentingnya kepastian pasar (off-taker) sebagai pilar utama resiliensi usaha mikro, khususnya pada fase pemulihan pascabencana.

“Tujuan akhir dari setiap usaha adalah agar produk atau jasa yang dihasilkan dapat diterima, dibeli, dan diserap secara berkelanjutan oleh pasar. Berbagai fasilitasi yang diberikan pemerintah—baik pelatihan, pendampingan, maupun bantuan sarana pengembangan usaha—akan kurang optimal apabila produk yang dihasilkan tidak memiliki kepastian akses pemasaran yang jelas,” tegas Reghi Perdana dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Reghi menekankan bahwa keterhubungan UMKM dengan rantai pasok merupakan kunci keberlanjutan ekonomi daerah. “Pemasaran adalah pilar vital bagi keberlangsungan usaha mikro. Melalui perluasan akses pasar yang terstruktur, pengusaha UMKM di Aceh tidak hanya mampu memulihkan aktivitas bisnisnya pascabencana, tetapi juga melipatgandakan kapasitas produksi, menyerap tenaga kerja lokal, dan memberikan dampak pengganda (multiplier effect) yang nyata bagi perekonomian masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga :  Antisipasi Cuaca Ekstrem dengan Curah Hujan Tinggi, KAI Daop 1 Jakarta Siagakan Tim Tanggap Darurat dan Lakukan Normalisasi Jalur

Pada sesi tatap muka temu bisnis ini, para pengusaha mikro yang sebelumnya telah melewati proses kurasi dan business pitching daring mempresentasikan produk unggulannya di hadapan sejumlah mitra ritel terkemuka, antara lain Suzuya Group, Alfamart, Indomaret, Simpang Lima, Aroma, dan Pusaka Souvenir Gallery. Forum ini sekaligus menjadi media untuk mentransfer wawasan mengenai standardisasi mutu, kepatuhan izin edar, higienitas kemasan, serta kontinuitas pasokan.

Salah satu pengusaha mikro peserta Klinik UMKM Bangkit Aceh, Nova (Founder Inovasi Cantik asal Aceh Tamiang), menyambut positif pelaksanaan temu bisnis (business matching) Program KUMITRA.

“Pascabencana banjir yang melanda daerah kami hingga menghanyutkan galeri usaha, memulihkan omzet dan menemukan pasar yang stabil menjadi tantangan terberat. Melalui pendampingan Kementerian UMKM bersama Aspendo, kami dapat terhubung langsung dengan manajemen ritel modern. Kami mendapatkan pemahaman nyata mengenai standar kurasi mutu serta kemasan yang dibutuhkan pasar, dan kami sangat optimis usaha ini dapat segera bangkit kembali,” ungkapnya.

Sebagai kelanjutan program, Kementerian UMKM akan terus memperluas jaringan kemitraan rantai pasok usaha mikro dengan merambah sektor perhotelan dan pariwisata daerah melalui sinergi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Melalui skema ini, produk makanan olahan, minuman, cenderamata, dan kriya khas Aceh ditargetkan untuk terintegrasi dalam pengadaan operasional industri perhotelan dan destinasi wisata secara berkelanjutan.

Sinergi erat antara pemerintah pusat, dinas daerah, asosiasi pendamping, dan dunia usaha ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kebangkitan usaha mikro Aceh pascabencana agar semakin mandiri, tangguh, dan berdaya saing nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Menjadi Bagian dari Apple Developer Academy, Langkah Binusian Bandung Mengasah Potensi di Dunia Teknologi
Sanct Social Rilis Episode 7, Film Pendek tentang Dua Kakak Beradik di Jakarta dan Singapura pada Malam Setelah Kunjungan Keluarga Usai
Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir
Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026
Dorong UMKM Naik Kelas, Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026
Sanct Social Buka Booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” SMA Tarakanita 2 pada Sabtu 18 Oktober: Supaya Teman Baru dari Lapangan Tidak Hilang Setelah Acara Usai
5 Hal Tidak Terduga yang Terjadi ketika Sedang Liburan ke Luar Negeri
KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 56ribu Wisatawan Mancanegara pada Januari–Agustus 2026

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:02

Menjadi Bagian dari Apple Developer Academy, Langkah Binusian Bandung Mengasah Potensi di Dunia Teknologi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:02

Sanct Social Rilis Episode 7, Film Pendek tentang Dua Kakak Beradik di Jakarta dan Singapura pada Malam Setelah Kunjungan Keluarga Usai

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:02

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:02

Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:02

Sanct Social Buka Booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” SMA Tarakanita 2 pada Sabtu 18 Oktober: Supaya Teman Baru dari Lapangan Tidak Hilang Setelah Acara Usai

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:02

5 Hal Tidak Terduga yang Terjadi ketika Sedang Liburan ke Luar Negeri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:02

KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 56ribu Wisatawan Mancanegara pada Januari–Agustus 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:02

Sebelum Jual Emas Perhiasan atau Logam Mulia, Pandai Emas Ingatkan 7 Hal yang Perlu Dicek

Berita Terbaru