Kepastian Produksi Tambang, Kontribusi Dividen dan Penerimaan Guna Perkuat Kedaulatan - Koran Mandalika

Kepastian Produksi Tambang, Kontribusi Dividen dan Penerimaan Guna Perkuat Kedaulatan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kepastian produksi di sektor pertambangan dinilai menjadi faktor krusial dalam menjaga kontribusi industri mineral dan batu bara terhadap penerimaan negara. Di tengah upaya memperkuat hilirisasi dan kemandirian ekonomi nasional, keberlanjutan investasi serta kepastian operasional sektor pertambangan menjadi modal penting untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno peningkatan investasi dan keberlanjutan produksi dalam mendukung hilirisasi mineral masih perlu terus ditingkatkan. Terlebih kontribusi penerimaan negara melalui dividen, pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan royalti dari sektor pertambangan masih sangat dominan.

Oleh karena itu, untuk mendukung capaian tersebut dia menegaskan bahwa kepastian hukum dan konsistensi kebijakan merupakan faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor dan memperkuat daya saing Indonesia. “Kepastian hukum dan konsistensi kebijakan merupakan faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor dan memperkuat daya saing Indonesia,” kata Eddy.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Capaian kontribusi untuk negara tercermin dari kinerja perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Holding Industri Pertambangan MIND ID sepanjang tahun buku 2025. Sebagai induk holding, MIND ID menyetorkan dividen kepada negara sebesar Rp12,6 triliun yang ditopang oleh kinerja enam anggota holding, yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), PT Timah Tbk, PT Vale Indonesia Tbk, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), dan PT Freeport Indonesia.

Baca Juga :  Superpower Bitcoin Versi Trump: Janji Politik Tak Cukup Dorong Harga BTC

Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan bahwa kontribusi perusahaan kepada negara berasal dari berbagai instrumen penerimaan, tidak hanya dari satu sumber. Pada tahun 2026, Freeport Indonesia perkirakan mampu berkontribusi sekitar US$2,6 miliar, yang utamnaya berasal dari dividen sekitar US$1,1 miliar, pajak sekitar US$1 miliar, dan royalti sekitar US$500 juta.

“Struktur penerimaan tersebut menunjukkan bahwa keberlangsungan produksi dan investasi di sektor pertambangan memiliki dampak langsung terhadap besarnya kontribusi yang diterima negara, baik melalui dividen, pajak, maupun royalty,” jelasnya.

Selain dividen, perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam MIND ID juga merupakan kontributor utama penerimaan negara dari sektor mineral dan batu bara melalui pembayaran royalti dan PNBP sesuai ketentuan yang berlaku. PT Bukit Asam menjadi salah satu penyumbang utama royalti batu bara, sementara ANTAM, PT Timah, dan PT Freeport Indonesia memberikan kontribusi signifikan melalui royalti komoditas nikel, timah, tembaga, dan emas.

Baca Juga :  Tambak Indonesia Merdeka dari Produk Impor, FisTx Hadirkan Alat Uji Nawasena Test Kit dan Nano Disinfektan Buatan Lokal

Besarnya kontribusi fiskal tersebut menunjukkan peran strategis Grup MIND ID dalam menopang APBN sekaligus mendukung agenda hilirisasi nasional. Kontribusi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap sumber pembiayaan eksternal, serta memastikan manfaat pengelolaan sumber daya alam dapat kembali dirasakan masyarakat melalui berbagai program pembangunan.

Dalam semangat mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, kepastian produksi serta keberlanjutan investasi di sektor pertambangan menjadi fondasi penting agar kekayaan alam nasional terus memberikan nilai tambah dan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Ketika Komunitas Menjadi Mesin Pertumbuhan Esports: EVOS dan GoPay Bawa MPL Lebih Dekat ke Sidoarjo
Smart Futuristic City Diorama Karya BINUS @Semarang Tampil di Sewunara 2026
Wujud Kemanusiaan dan Solidaritas, PTPN Group Salurkan Tali Kasih bagi Keluarga Jurnalis Korban Selat Sunda
Plus Gratisnya dari neobank PLUS: Kuota Gratis Transfer antarbank hingga 200 Kali per Bulan
Jaga Kualitas Infrastruktur, PT JMTM Lanjutkan Pekerjaan SFO dan Rekonstruksi Rigid di Ruas Tol Semarang
KAI Bandara Raih Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026 melalui Railink Magazine Vol. 4
Multi-Level BoM Odoo: Rakit Produk Bertingkat Tanpa Salah Komponen
Mulai 9 Oktober, KAI Daop 1 Jakarta Jaga 5 Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:01

Veda Ega Pratama Finis Keenam di Moto3 Mandalika, Indonesia Bangga!

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:27

Ducati Berjaya di Mandalika, Marc Marquez Rebut Podium Tertinggi Sprint

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:36

Tiket Mahal Justru Cepat Ludes, Troy Sebut Sinyal Ekonomi Positif

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:50

Dari Layanan hingga Lintasan, SDM Lokal Jadi Kekuatan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:45

MotoGP Mandalika 2026, Merchandise Veda Ega Pratama dan Marc Marquez Diminati Pembeli

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:18

Pertamina Mandalika International Circuit Naik Level! Homologasi Grade A FIM Resmi Dikantongi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:46

Jelang Pilkades, DPMD Loteng Akui Konflik Horizontal Rentan Terjadi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:28

RSUD Praya Naik Kelas, FP4 NTB Sorot ‘Wajah Lama’ di Struktur Baru

Berita Terbaru