Keputusan Pendidikan di Era Industri Kreatif, BINUS @Alam Sutera Hadirkan Solusi untuk Masa Depan Karier yang Lebih Pasti - Koran Mandalika

Keputusan Pendidikan di Era Industri Kreatif, BINUS @Alam Sutera Hadirkan Solusi untuk Masa Depan Karier yang Lebih Pasti

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang, 22 Juni 2026 – Di tengah pesatnya perubahan dunia kerja, keputusan memilih perguruan tinggi kini menjadi semakin kompleks bagi orang tua dan calon mahasiswa. Pendidikan tinggi tidak lagi hanya dilihat sebagai proses akademik, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk mempersiapkan masa depan karier anak.

Kekhawatiran ini semakin relevan dengan kondisi career mismatch, di mana sekitar 35%–36% pemuda Indonesia bekerja tidak sesuai dengan tingkat pendidikan yang dimiliki. Di sisi lain, laporan World Economic Forum memprediksi bahwa sekitar 22% pekerjaan global akan mengalami perubahan pada tahun 2030. Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda akan menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis dan menuntut keterampilan yang lebih adaptif, kreatif, serta relevan dengan kebutuhan industri.

Di era Artificial Intelligence atau AI, perubahan dunia kerja juga memengaruhi cara mahasiswa belajar, mencari informasi, mengembangkan ide, hingga mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional. Menjawab kebutuhan tersebut, BINUS University menghadirkan Digital Transformation & AI Experience Ecosystem, sebuah pendekatan pembelajaran yang tidak sekadar mengintegrasikan AI dalam keseharian perkuliahan, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan memahami penggunaan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui ekosistem ini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, dan etis dalam memanfaatkan AI. Pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen BINUS dalam mempersiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perubahan, relevan dengan kebutuhan industri, serta siap menghadapi masa depan karier yang semakin dinamis.

Komitmen tersebut juga diperkuat dengan pencapaian BINUS University yang kembali mempertahankan posisinya sebagai universitas swasta terbaik di Indonesia versi QS World University Rankings 2027. Dalam pemeringkatan yang sama, BINUS University tercatat berada pada kelompok 901–950 dunia, menegaskan konsistensi BINUS dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan, berdaya saing global, dan selaras dengan kebutuhan masa depan.

Menjawab kebutuhan tersebut, BINUS @Alam Sutera sebagai Creative Business Campus menghadirkan ekosistem pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga membekali mahasiswa dengan pengalaman industri, pemanfaatan teknologi, jejaring profesional, dan kesiapan karier sejak masa studi.

Baca Juga :  Miqat Tour & Travel, Spesialis Umroh Hemat dengan Layanan Visa dan Tiket Pesawat Resmi

Prof. Dr. Lim Sanny, S.T., M.M., Direktur Kampus BINUS @Alam Sutera sekaligus Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Manajemen, menjelaskan bahwa perubahan dunia kerja menuntut perguruan tinggi untuk semakin adaptif dalam menyiapkan mahasiswa.

“Saat ini, dunia kerja berubah dengan sangat cepat. Mahasiswa tidak cukup hanya dibekali teori, tetapi juga perlu mendapatkan pengalaman nyata, kemampuan adaptasi, kreativitas, pemahaman bisnis, serta literasi teknologi. Karena itu, pendidikan tinggi harus mampu menjadi jembatan antara proses belajar di kampus dengan kebutuhan industri,” jelas Prof. Lim.

Ia menambahkan bahwa BINUS @Alam Sutera sebagai Creative Business Campus terus menghadirkan ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Melalui pembelajaran berbasis pengalaman, kolaborasi dengan industri, Enrichment Program, serta dukungan ekosistem Binusian, mahasiswa didorong untuk mulai membangun kompetensi dan portofolio sejak masa studi.

“Melalui Enrichment Program, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengalaman langsung di dunia industri sebelum lulus. Dengan begitu, mereka tidak hanya siap menyelesaikan pendidikan, tetapi juga lebih siap memahami dinamika dunia kerja dan membangun arah kariernya,” tambahnya.

Prof. Lim juga menekankan bahwa pemanfaatan AI menjadi bagian penting dalam transformasi pendidikan di BINUS. Melalui Digital Transformation & AI Experience Ecosystem, BINUS menghadirkan pengalaman belajar yang semakin relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus membekali mahasiswa dengan pemahaman teknologi yang tepat dan bertanggung jawab.

“AI sudah menjadi bagian dari ekosistem pendidikan modern. Di BINUS, mahasiswa didorong untuk tidak sekadar menggunakan AI dalam keseharian perkuliahan, tetapi juga memahami bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara tepat, kritis, etis, dan bertanggung jawab. Hal ini penting agar mereka siap menghadapi dunia kerja yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi,” ungkapnya.

Selain kesiapan karier, faktor finansial juga menjadi salah satu pertimbangan penting bagi orang tua dalam menentukan pendidikan tinggi anak. Prof. Lim menyampaikan bahwa pendidikan perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang yang manfaatnya mulai dirasakan sejak masa kuliah, bukan hanya setelah lulus.

“Kami memahami bahwa orang tua tidak hanya mempertimbangkan kualitas akademik, tetapi juga bagaimana pendidikan tersebut dapat memberikan nilai bagi masa depan anak. Karena itu, BINUS juga menghadirkan berbagai dukungan, termasuk beasiswa, pengalaman industri, serta ekosistem pembelajaran yang membantu mahasiswa berkembang lebih optimal,” ujar Prof. Lim.

Baca Juga :  MONRŌ CLEANPARK - REVOLUSI INDUSTRI CUCI KENDARAAN OTOMATIS RAMAH LINGKUNGAN PERTAMA DI INDONESIA

Sejalan dengan hal tersebut, Marjuky CH, S.Kom., M.M., Presiden Direktur PT Meta Life Indonesia, Group PT Pharos Indonesia, yang juga merupakan orang tua mahasiswa BINUS @Alam Sutera jurusan Food Technology, mengungkapkan bahwa keputusan memilih kampus bukanlah hal yang sederhana bagi orang tua.

“Sebagai orang tua, tentu kami ingin anak mendapatkan pendidikan yang baik. Tetapi lebih dari itu, kami juga ingin memastikan bahwa pilihan kampus tersebut dapat membantu anak memiliki arah yang jelas untuk masa depannya. Kekhawatiran seperti biaya pendidikan, pilihan jurusan, dan prospek karier tentu menjadi pertimbangan penting,” ungkap Marjuky.

Ia menambahkan bahwa salah satu hal yang membuatnya lebih yakin adalah adanya pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang melalui pengalaman, eksplorasi, dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

“Yang membuat kami merasa lebih secure adalah ketika melihat anak tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga berada dalam lingkungan yang mendorongnya untuk berkembang. Ada pengalaman, ada arahan, dan ada ekosistem yang mendukung. Dari situ kami merasa bahwa keputusan memilih BINUS bukan hanya soal kuliah, tetapi juga bagian dari investasi untuk masa depan anak,” tambahnya.

Melalui pendekatan yang mengintegrasikan pembelajaran akademik, pengalaman industri, pemanfaatan teknologi, jejaring profesional, serta dukungan pengembangan diri, BINUS @Alam Sutera berupaya menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Ke depannya, pendidikan tinggi diharapkan tidak lagi menjadi sumber kekhawatiran bagi orang tua, melainkan menjadi langkah yang memberikan keyakinan bahwa anak memiliki arah, pengalaman, dan kesiapan untuk menghadapi dunia kerja yang terus berubah.

Dengan demikian, keputusan memilih pendidikan tinggi tidak lagi hanya dilandasi oleh rasa takut akan salah langkah, tetapi oleh keyakinan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkarya, dan membangun masa depan kariernya dengan lebih terarah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Wall Street Melesat Berkat AI, Investor Kini Waspadai Tiga Katalis Besar
Cek Hadiah Apa Saja yang Bisa Ditukar dengan Neo Koin
Jelajahi Dunia Roblox Lebih Seru dengan Top Up Robux Sesuai Kebutuhan
Nikmati Event Free Fire dengan Top Up Diamond yang Cepat dan Praktis
Ingin Koleksi Skin Baru? Top Up Mobile Legends Kini Bisa Dilakukan Lebih Mudah
Laba Melonjak, Valuasi Makin Murah? Nvidia Kembali Jadi Sorotan Investor
BRI Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar di Industri Keuangan Indonesia, Dukung Pembangunan Nasional Bersama Danantar
BRI Finance Sambangi Jayapura Lewat BRI Consumer Expo 2026 dengan Beragam Penawaran Pembiayaan

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:02

Wall Street Melesat Berkat AI, Investor Kini Waspadai Tiga Katalis Besar

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:02

Cek Hadiah Apa Saja yang Bisa Ditukar dengan Neo Koin

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:02

Jelajahi Dunia Roblox Lebih Seru dengan Top Up Robux Sesuai Kebutuhan

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:02

Nikmati Event Free Fire dengan Top Up Diamond yang Cepat dan Praktis

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:02

Laba Melonjak, Valuasi Makin Murah? Nvidia Kembali Jadi Sorotan Investor

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:02

BRI Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar di Industri Keuangan Indonesia, Dukung Pembangunan Nasional Bersama Danantar

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:02

BRI Finance Sambangi Jayapura Lewat BRI Consumer Expo 2026 dengan Beragam Penawaran Pembiayaan

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:02

Breakout vs Reversal: Cara Membedakan Penembusan Harga Valid dan Pembalikan Arah

Berita Terbaru

Teknologi

Cek Hadiah Apa Saja yang Bisa Ditukar dengan Neo Koin

Selasa, 14 Jul 2026 - 17:02

Daerah

Wabup Nursiah Dorong Penguatan PPID di 88 SMP Negeri

Selasa, 14 Jul 2026 - 16:57