Ketika Pasar Bergejolak: Membaca Pola Emas dan IHSG dari Tiga Krisis Besar - Koran Mandalika

Ketika Pasar Bergejolak: Membaca Pola Emas dan IHSG dari Tiga Krisis Besar

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Juni 2026. Setiap kali pasar keuangan memasuki masa gejolak, satu pertanyaan yang sama selalu muncul di benak banyak investor: ke mana sebaiknya dana ditempatkan agar lebih tahan terhadap guncangan? Menengok ke belakang, tiga periode krisis besar yang dialami pasar Indonesia, yaitu krisis keuangan global 2008, pandemi 2020, dan volatilitas pasar 2024, memberikan gambaran yang menarik mengenai bagaimana emas dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak ke arah yang sering kali berlawanan.

Babak Pertama: Guncangan Global 2008

Krisis keuangan global 2008 menjadi salah satu ujian terberat bagi pasar saham di hampir seluruh dunia. Tekanan yang berawal dari sektor keuangan negara maju merembet dengan cepat ke berbagai bursa, termasuk Indonesia. IHSG mengalami koreksi yang dalam seiring meningkatnya kehati-hatian investor secara global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada periode yang sama, harga emas dalam denominasi dolar AS justru bergerak menguat. Banyak pelaku pasar internasional mengalihkan sebagian dananya ke aset yang dianggap lebih defensif ketika ketidakpastian meningkat. Inilah pertama kalinya, dalam ingatan banyak investor modern, pola pergerakan emas dan saham yang berlawanan arah terlihat begitu jelas.

Babak Kedua: Tekanan Pandemi 2020

Lebih dari satu dekade kemudian, pandemi 2020 kembali menghadirkan tekanan yang luar biasa pada pasar keuangan dunia. Dalam waktu singkat, IHSG sempat turun tajam ketika kekhawatiran menyebar lebih cepat daripada kepastian. Pola yang serupa dengan 2008 pun terulang.

Baca Juga :  Tangguh di Tengah Dinamika Global, Integrated Auto Solutions Mendorong Pertumbuhan Berkelanjutan pada Kinerja Keuangan IPCC Semester I 2026

Di tengah gelombang ketidakpastian itu, harga emas global sempat menyentuh kisaran rekor tertingginya, sementara harga emas dalam rupiah juga mencatat penguatan. Bagi sebagian investor, emas kembali menjalankan perannya sebagai salah satu aset penyeimbang ketika kelas aset lain berada di bawah tekanan.

Babak Ketiga: Dinamika Pasar 2024

Berbeda dengan dua periode sebelumnya, 2024 tidak ditandai oleh satu guncangan besar, melainkan oleh dinamika pasar yang lebih beragam sepanjang tahun. IHSG menutup tahun dengan koreksi tipis. Pada saat yang sama, harga emas, baik secara global maupun dalam bentuk emas Antam, melanjutkan tren penguatan yang cukup konsisten.

Rangkuman berikut memberikan gambaran umum atas pola pergerakan kedua aset selama tiga periode tersebut.

Konteks yang Sering Terlewat: Pola Bukan Jaminan

Meski pola di atas terlihat berulang, penting untuk dipahami bahwa hal ini bukan jaminan akan terjadi kembali dengan cara yang sama. Sejumlah studi akademik di Indonesia justru menunjukkan bahwa peran emas sebagai aset lindung nilai bersifat kontekstual. Pada beberapa periode, kekuatan hubungannya dengan pasar saham tidak selalu konsisten.

Baca Juga :  Business Management Marketing: Jurusan BINUS International untuk Business Leader Global

Temuan ini memberi pelajaran berharga: tidak ada satu pun kelas aset yang dapat dianggap sepenuhnya bebas risiko. Setiap aset memiliki karakteristik, kelebihan, dan keterbatasannya masing-masing, yang perlu dipahami sebelum keputusan investasi diambil.

Market Insight

Ada beberapa pelajaran yang dapat dibaca dari ketiga periode tersebut. Pertama, pada masa tekanan pasar yang luas, emas dan saham kerap bergerak ke arah yang berbeda, sehingga keduanya dapat saling melengkapi dalam sebuah portofolio. Kedua, besarnya pergerakan tidak pernah sama di setiap krisis, sehingga mengandalkan satu skenario tunggal berisiko menyesatkan.

Ketiga, dan yang paling konsisten muncul, adalah pentingnya diversifikasi. Dengan menyebar penempatan dana pada beberapa kelas aset yang memiliki karakteristik berbeda, investor memiliki peluang lebih baik untuk membangun portofolio yang seimbang dalam menghadapi berbagai kondisi pasar.

Menurut tim Research Valbury, data historis sebaiknya dipahami sebagai bahan pembelajaran, bukan sebagai ramalan. Hal yang ingin terus didorong adalah literasi keuangan, agar masyarakat memahami karakteristik setiap aset beserta risikonya, dan dapat mengambil keputusan yang lebih bijak sesuai dengan profil masing-masing.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Bujet Skincare Bulanan: Cara Mengaturnya agar Tetap Sesuai Kemampuan
LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS Naik Kelas
Zyrex Jadi Merek Indonesia Pertama yang Meluncurkan AI Mini Workstation Berbasis AMD Ryzen AI Max+ 395
CX100 Danantara: Membenahi Layanan BUMN dari Pengalaman Masyarakat
Holding Perkebunan Nusantara Dorong Produktivitas Sawit Rakyat melalui Pembelajaran di Kebun Adolina
KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat
Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber
Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:10

Waskita Beton Precast Kembali Tanam 228 Pohon pada September 2026, Lanjutkan Komitmen Pehijauan Bersama Pelanggan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:49

SETC Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Swasta untuk Dorong UMKM Naik Kelas

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:45

Emas Kembali Tertekan di Bawah US$4.300, Ini Prediksi XAUUSD Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 - 04:32

Minat Internasional Meningkat Seiring Dimulainya Automechanika Jakarta Besok, Hadirkan Partisipasi Global

Rabu, 23 September 2026 - 21:43

BP Tapera Perluas Sosialisasi KPR Sejahtera FLPP, Dorong Masyarakat Miliki Rumah Pertama

Senin, 14 September 2026 - 06:43

Harga Drone Pertanian DJI Agras 2026: Bandingkan T25P, T55, T70P, dan T100 Sebelum Beli

Selasa, 8 September 2026 - 19:01

BIZTECH for Change 2026 Perkuat Peran BINUS @Bekasi sebagai Business, Service, and Technology Campus

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:43

Semarak Kemerdekaan, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Motor Baru Mulai 0,7% per Bulan

Berita Terbaru