Ketika Tambang Sorowako Ikut Menyalakan Ruang Kelas - Koran Mandalika

Ketika Tambang Sorowako Ikut Menyalakan Ruang Kelas

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Hirwaty Aris masih ingat betul perasaan bangga itu. Dulu, saat namanya dipanggil naik ke panggung untuk menerima beasiswa, dadanya terasa penuh kegembiraan. Kini, perasaan yang sama datang lagi bukan untuknya, melainkan saat menyaksikan anak-anaknya berdiri di panggung yang sama.

“Dulu saya bangga saat dipanggil naik ke panggung menerima penghargaan beasiswa. Sekarang saya merasakan kebanggaan itu lagi ketika anak-anak menerima beasiswa,” katanya.

Hirwaty adalah salah satu warga Sorowako, Luwu Timur sebuah kawasan tambang nikel yang tak hanya menyimpan kekayaan di dalam tanahnya, tetapi juga mulai merawat masa depan di atas permukaannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di balik geliat industri, ada denyut lain yang tumbuh perlahan: anak-anak yang datang ke sekolah setiap pagi membawa mimpi mulia untuk menjadi guru, teknisi, perawat, hingga insinyur.

Bagi sebagian besar dari mereka, keluarganya adalah pekerja harian dan masyarakat lokal yang selama bertahun-tahun hidup berdampingan dengan kawasan industri. Sekolah bukan sekadar tempat belajar. Ia adalah jembatan untuk meraih masa depan cerah.

Baca Juga :  Bisnis Dalam "Suara": Strategi Voice Search Marketing yang Harus Kamu Coba

Jembatan itu dibangun lewat Yayasan Pendidikan Sorowako (YPS), yang mengelola pendidikan mulai dari taman kanak-kanak hingga politeknik didukung oleh PT Vale Indonesia Tbk, anggota holding industri pertambangan MIND ID.

Tujuh puluh persen siswa yang dibina yayasan ini berasal dari keluarga kurang mampu di wilayah sekitar tambang. Bahkan ada taman kanak-kanak yang khusus diperuntukkan bagi anak-anak masyarakat lokal tidak untuk anak karyawan perusahaan.

Program beasiswa Vale yang telah berjalan sejak awal 2000-an mencakup biaya sekolah, seragam, buku, hingga perlengkapan belajar.

Bagi keluarga seperti Hirwaty, bantuan itu bukan hanya soal uang melainkan soal kepercayaan bahwa masa depan anak-anaknya bisa berbeda.

“Semoga anak-anak lokal bisa kuliah tinggi dan bersaing. Saya ingin anak-anak saya lebih sukses dari saya,” ujarnya.

Mimpi itu kini punya jalan yang lebih terang. Di tingkat atas, Politeknik Sorowako hadir sebagai pusat pengembangan talenta industri di kawasan timur Indonesia. Sekitar 70 persen mahasiswanya berasal dari Luwu Timur — dan yang membedakannya dari institusi vokasi lain adalah satu hal: kebebasan.

Baca Juga :  BP Tapera Perkuat Kolaborasi Lintas Kementerian/Lembaga untuk Percepatan Pembangunan Perumahan Nasional

Lulusan Politeknik Sorowako tidak terikat untuk bekerja di perusahaan yang mendirikannya. Mereka dibebaskan menentukan karier masing-masing, dibekali ijazah sekaligus sertifikasi kompetensi resmi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

“Biasanya kalau perusahaan lain mendirikan politeknik itu untuk talent pooling mereka. Tapi kalau kita, mereka setelah lulus bebas mencari kerja dari mana pun,” kata Ketua YPS Firman Fauzie.

Hasilnya, sejumlah perusahaan kini justru aktif memantau lulusan Politeknik Sorowako, karena dinilai siap kerja tanpa perlu dilatih ulang.

Sekolah-sekolah di bawah yayasan pun telah mengadopsi kurikulum Cambridge untuk mata pelajaran sains dan matematika, memberi anak-anak Luwu Timur standar belajar yang setara dengan siswa di kota besar.

Di tengah ambisi menuju Indonesia Emas 2045, kisah Sorowako mengingatkan pada satu hal yang kerap terlupakan: kekayaan sumber daya alam hanya bermakna jika manusia di sekitarnya ikut tumbuh melalui pendidikan.

Dari ruang-ruang kelas di Luwu Timur, generasi emas itu sedang dibangun atas satu mimpi, untuk Masa Depan Indonesia yang lebih cerah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Gratis Transfer antarbank di neobank hingga 200 Kali per Bulan
Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis
Bagaimana Sistem Keamanan Dana dan Data Bekerja pada Aplikasi Trading Online?
1 Juta Pergerakan Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Sekaligus Tebar Kepedulian di Lubuk Pakam
Pertamina SMEXPO Yogyakarta Bukukan Capaian Rp3,8 Miliar, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM
PLN NPC dan TSG Teken Kontrak Kolaborasi Proyek Gas Insulated Switchgear
Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan
Buktikan Daya Saing Global, Siswa BINUS SCHOOL Torehkan Nilai IB dan Cambridge di Atas Rata-Rata Dunia

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:02

Gratis Transfer antarbank di neobank hingga 200 Kali per Bulan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

Bagaimana Sistem Keamanan Dana dan Data Bekerja pada Aplikasi Trading Online?

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

1 Juta Pergerakan Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Sekaligus Tebar Kepedulian di Lubuk Pakam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:02

Pertamina SMEXPO Yogyakarta Bukukan Capaian Rp3,8 Miliar, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Buktikan Daya Saing Global, Siswa BINUS SCHOOL Torehkan Nilai IB dan Cambridge di Atas Rata-Rata Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

KAI Bandara Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Anak-anak Panti Asuhan Al Washliyah Lubuk Pakam

Berita Terbaru

Daerah

Tuan Guru Bagu Tutup Usia, Nasihatnya Jadi Pegangan

Kamis, 15 Okt 2026 - 19:01