Krakatau Steel Perkuat Daya Saing di Tengah Penurunan Produksi Baja Global dan Meningkatnya Tekanan Perdagangan - Koran Mandalika

Krakatau Steel Perkuat Daya Saing di Tengah Penurunan Produksi Baja Global dan Meningkatnya Tekanan Perdagangan

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta 12 Mei 2026 – Penurunan produksi baja global pada Januari 2026 menjadi momentum bagi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) untuk memperkuat daya saing dan posisi di pasar domestik, seiring meningkatnya arus perdagangan baja dunia yang berpotensi menekan industri nasional. Langkah ini penting untuk menjaga keberlanjutan usaha dan menciptakan nilai ekonomi jangka panjang bagi industri baja nasional.

Data World Steel
Association menunjukkan produksi baja global mencapai 147,3 juta ton pada
Januari 2026, turun 6,5% secara tahunan, terutama dipengaruhi oleh penurunan
produksi Tiongkok sebesar 13,9%. Namun, di tengah penurunan tersebut, arus
ekspor baja global justru meningkat sebagai mekanisme penyesuaian kelebihan
kapasitas.

Baca Juga :  PTPP Tegaskan Komitmen Dukung Ketahanan Pangan Lewat Proyek Strategis Bendungan Manikin di NTT

Krakatau Steel Perkuat
Fundamental dan Posisi Pasar Domestik
 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur
Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan komitmen
perusahaan dalam memperkuat fundamental industri nasional. 

“Krakatau
Steel terus meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas produk guna
memastikan industri baja nasional tetap kompetitif dan berperan strategis dalam
mendukung pembangunan nasional,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat
sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan
Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Momentum Penguatan Industri Baja
Nasional
 

Pengamat
Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, menegaskan bahwa penurunan
produksi global tidak identik dengan berkurangnya tekanan eksternal. Menurutnya,
ketika permintaan domestik melemah, ekspor meningkat sebagai mekanisme
penyesuaian kapasitas.

Baca Juga :  Evista Pionir Taksi Listrik Mengubah Wajah Transportasi Kota

“Situasi
ini dapat menjadi momentum konsolidasi industri nasional apabila didukung oleh
kebijakan perdagangan dan strategi industri yang tepat,” tambah Widodo.

Upaya
penguatan industri baja nasional tentunya sejalan dengan visi Presiden Republik
Indonesia, Prabowo Subianto, yang tertuang pada Asta Cita dalam memperkuat
kemandirian ekonomi melalui industrialisasi dan hilirisasi. Sebagai industri
strategis, baja memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan
infrastruktur, ketahanan industri, dan pertumbuhan ekonomi nasional yang
berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Pendidikan dan Industri, NHM Bagikan Praktik Tambang Bawah Tanah pada Forum Nasional
SMM Panel Indonesia Kelola 530+ Layanan di Belasan Platform untuk Kebutuhan Brand dan Kreator
Raflux Raih Pendanaan US$300.000, Siapkan Vault Fisik di BSD City
KAI Daop 2 Imbau Pengguna Jasa KA Datang Lebih Awal, Antisipasi Lalu Lintas Padat di Kota Bandung
Biaya Rutin dalam Rumah Tangga: Cara Mengatur Tagihan agar Keuangan Lebih Teratur
IIBF Gelar Social & Business Networking Evening, Perkuat Jejaring Bisnis Indonesia-India
Suku Bunga AS dan Jepang Naik, Bitcoin Justru Menguat: Ada Apa?
Duluin dan BTN Berkolaborasi Hadirkan Solusi Kesejahteraan Pekerja Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 12:02

Perkuat Sinergi Pendidikan dan Industri, NHM Bagikan Praktik Tambang Bawah Tanah pada Forum Nasional

Sabtu, 19 September 2026 - 11:02

SMM Panel Indonesia Kelola 530+ Layanan di Belasan Platform untuk Kebutuhan Brand dan Kreator

Jumat, 18 September 2026 - 22:02

Raflux Raih Pendanaan US$300.000, Siapkan Vault Fisik di BSD City

Jumat, 18 September 2026 - 22:02

KAI Daop 2 Imbau Pengguna Jasa KA Datang Lebih Awal, Antisipasi Lalu Lintas Padat di Kota Bandung

Jumat, 18 September 2026 - 17:02

IIBF Gelar Social & Business Networking Evening, Perkuat Jejaring Bisnis Indonesia-India

Jumat, 18 September 2026 - 17:02

Suku Bunga AS dan Jepang Naik, Bitcoin Justru Menguat: Ada Apa?

Jumat, 18 September 2026 - 16:02

Duluin dan BTN Berkolaborasi Hadirkan Solusi Kesejahteraan Pekerja Indonesia

Jumat, 18 September 2026 - 16:02

Bittime Perluas Akses Futures Melalui Program Position Boost

Berita Terbaru