Kredit Plastik Semakin Populer. Platform Ini Ingin Mempertahankan Transparansi. - Koran Mandalika

Kredit Plastik Semakin Populer. Platform Ini Ingin Mempertahankan Transparansi.

Kamis, 26 Juni 2025 - 05:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah sumber daya global baru diluncurkan untuk membawa transparansi dan kredibilitas kepada solusi yang semakin berkembang untuk krisis plastik global: kredit plastik.

Pada tahun 2018, sebuah merek Jerman yang memproduksi kontrasepsi vegan bernama Einhorn menghubungi organisasi penggerak laut bersih yang belum lama terbentuk, Seven Clean Seas, dengan permintaan yang tak biasa. “Kami ingin memberi dampak sebaik mungkin untuk bumi., tetapi kami tidak bisa menghindari penggunaan plastik dalam kemasan. Bisakah kami membayar kalian untuk menghilangkan jumlah plastik yang setara dari lingkungan?” Kolaborasi tersebut mungkin menjadi transaksi kredit plastik informal pertama di dunia, bertahun-tahun sebelum konsep ini menarik perhatian luas.

Kini, hampir tujuh tahun kemudian, dunia telah berubah. Begitu pula dengan pasarnya. Kredit plastik telah berevolusi dari ide yang belum umum menjadi bagian krusial solusi krisis plastik.. Seven Clean Seas, yang telah membentuk salah satu tim konsultan terdepan di sektor pengurangan limbah, telah bekerja sama dengan merek lokal dan global, pemerintah, hingga acara internasional — seperti Toko Kopi Tuku, The Economist Group, dan FIFA World Cup Qatar 2022 (The Supreme Committee for Delivery and Legacy) — untuk mengembangkan metode jejak plastik yang efektif, strategi pengurangan limbah, dan solusi pemulihan. Saat ini mereka bermitra dengan Luxcrime dan Utama Spice untuk menangani manajemen limbah hilir melalui mekanisme kredit plastik.

Seven Clean Seas' CTO, Oliver Kade, sedang memimpin suatu webinar bersama klien. Sumber Foto dari Seven Clean Seas.

Menurut Indonesia’s National Plastic Action Partnership dan World Economic Forum, Indonesia membutuhkan pendanaan sebesar $13,3 miliar untuk membangun infrastruktur pengumpulan, pembuangan, dan daur ulang limbah yang memadai dimulai dari tahun 2025. Kredit plastik berfungsi sebagai mekanisme pembiayaan yang melengkapi solusi yang sudah ada dan membantu menjembatani kesenjangan pendanaan ini.

Di tengah momentum pasar yang berkembang pesat, plasticcredits.org diluncurkan sebagai pusat informasi baru yang dirancang untuk menjaga integritas pasar yang sedang tumbuh ini. Dikembangkan oleh tim di balik Seven Clean Seas, platform ini menjelaskan dasar-dasar kredit plastik: apa itu kredit plastik, bagaimana kredit tersebut dihasilkan dan diverifikasi, standar apa saja yang ada, dan mengapa proyek kredit plastik berintegritas tinggi sangat penting.

Peluncuran ini mengikuti meningkatnya minat global, yang diperkuat oleh laporan Bank Dunia tahun 2024 yang mengakui kredit plastik sebagai mekanisme pembiayaan yang sah, jika diterapkan secara bertanggung jawab. Laporan ini merupakan bentuk validasi yang jelas terhadap konsep tersebut, namun juga sekaligus peringatan: tanpa standar dan transparansi, pasar kredit plastik bisa mengulangi kesalahan pasar karbon sukarela.

Baca Juga :  Keuntungan Menggunakan Aplikasi Crypto Terbaik untuk Investasi Digital

“Orang-orang mulai menyadari potensi kredit plastik—tapi juga risikonya,” ujar Tom Peacock-Nazil, CEO dan Pendiri Seven Clean Seas. “Kami membangun plasticcredits.org untuk mengisi kesenjangan pengetahuan dan memastikan informasi yang tepat tersedia sebelum pasar bergerak terlalu cepat.”

Plasticcredits.org adalah sarana yang mengedepankan pengetahuan. Misinya adalah membantu tenaga ahli di bidang pelestarian alam, pemimpin korporat, LSM, dan individu untuk mengambil keputusan yang tepat tanpa terjebak jargon, mempermudah pemahaman proses-proses penting, dan menekankan seberapa signifikan kualitas serta dampak yang dapat lahir dari sektor ini. 

Sarana ini menandakan sebuah langkah strategis menuju kedewasaan pasar, memberikan sudut pandang yang jelas dan tidak berpihak di saat kejelasan sangat dibutuhkan.

“Ketika dunia berlomba mencari solusi untuk krisis plastik, ini adalah undangan kami kepada industri. Mari kita mulai dengan langkah yang benar.”

Berita Terkait

Industri Udang Punya Alternatif Pengganti Kaporit, FisTx Siap Unjuk Solusi di FARM 2026
Bank Mandiri Taspen Dorong Digitalisasi Retribusi dan Transaksi Pedagang Pasar Kota Kupang
Bank Mandiri Taspen Terlibat Kolaborasi BUMN, Hadirkan Ruang Belajar di Banda Neira
Saat Tidak Konsisten dalam Menabung, Apa yang Bisa Kamu Lakukan?
Mimin Berekspansi ke Filipina, Gandeng TechShake untuk Menghadirkan Conversational AI bagi Bisnis Lokal
Tips Memilih Lokasi untuk Usaha Kecil agar Lebih Mudah Menjangkau Pelanggan
Bitcoin Bertahan di Atas US$75.000 Pasca FOMC, Ada Peluang Naik Lagi?
Unitree As2 Resmi Hadir di Indonesia: Robot Quadruped Industri di Kelas Harga Baru

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 07:02

Industri Udang Punya Alternatif Pengganti Kaporit, FisTx Siap Unjuk Solusi di FARM 2026

Kamis, 17 September 2026 - 21:02

Bank Mandiri Taspen Dorong Digitalisasi Retribusi dan Transaksi Pedagang Pasar Kota Kupang

Kamis, 17 September 2026 - 21:02

Bank Mandiri Taspen Terlibat Kolaborasi BUMN, Hadirkan Ruang Belajar di Banda Neira

Kamis, 17 September 2026 - 18:02

Saat Tidak Konsisten dalam Menabung, Apa yang Bisa Kamu Lakukan?

Kamis, 17 September 2026 - 18:02

Tips Memilih Lokasi untuk Usaha Kecil agar Lebih Mudah Menjangkau Pelanggan

Kamis, 17 September 2026 - 17:02

Bitcoin Bertahan di Atas US$75.000 Pasca FOMC, Ada Peluang Naik Lagi?

Kamis, 17 September 2026 - 17:02

Unitree As2 Resmi Hadir di Indonesia: Robot Quadruped Industri di Kelas Harga Baru

Kamis, 17 September 2026 - 17:02

Dari Pelosok Desa Menembus Ruang Eksekutif: Dwi Andi Rohmatika Masuk Nominasi UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards

Berita Terbaru

NTB Terkini

Gubernur NTB: Konektivitas Jadi Urat Nadi Pembangunan

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:59