LindungiHutan Tanam Pohon di Way Kambas, Perkuat Habitat Gajah Sumatra yang Kian Menyusut - Koran Mandalika

LindungiHutan Tanam Pohon di Way Kambas, Perkuat Habitat Gajah Sumatra yang Kian Menyusut

Senin, 27 Oktober 2025 - 15:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Timur, 21 Oktober 2025 — Kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur, rumah bagi gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus), kini menghadapi tantangan berat. Populasi gajah yang pada 2010 diperkirakan mencapai 247 individu, kini tersisa sekitar 180–200 ekor. Penurunan ini tak lepas dari penyusutan hutan, perubahan bentang alam, serta meningkatnya interaksi antara satwa liar dan aktivitas manusia.

Sebagai respon terhadap kondisi tersebut, LindungiHutan bersama masyarakat sekitar menggagas program penanaman pohon endemik di kawasan penyangga Way Kambas. Penanaman ini bertujuan untuk memperkuat tutupan hutan, menyediakan sumber pakan alami bagi gajah, serta menjaga keseimbangan ekosistem yang menjadi penopang kehidupan berbagai spesies langka.

“Hutan di Way Kambas bukan hanya tempat hidup gajah, tapi juga benteng terakhir bagi keanekaragaman hayati dataran rendah Sumatra. Menanam pohon di sini berarti ikut menjaga keberlanjutan seluruh rantai kehidupan,” ujar Miftachur “Ben” Robani, CEO LindungiHutan, Senin (21/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini menanam berbagai jenis pohon, seperti Laban (Vitex pinnata) dan Pule (Alstonia scholaris), dua spesies lokal yang berperan penting dalam ekosistem Way Kambas. Pohon-pohon ini menjadi sumber makanan bagi burung dan satwa herbivor, serta membantu memperbaiki struktur tanah di lahan-lahan yang sebelumnya terdegradasi.

Baca Juga :  Usai Cetak Sejarah, Arfiana Maulina Percayakan WateryNation ke Generasi Baru. Siap Jadi Advisor!

“Ketika pohon tumbuh, hutan pulih, dan satwa kembali punya ruang hidup,” tambah Ben.

Keunikan Way Kambas tak hanya terletak pada perannya sebagai kawasan konservasi gajah, tetapi juga pada hubungan harmonis antara manusia dan satwa liar. Warga desa di sekitar taman nasional kini bertransformasi dari konflik menjadi kolaborasi. Mereka terlibat dalam ekowisata dan hasil hutan bukan kayu seperti madu dan olahan buah hutan, menciptakan sumber pendapatan tanpa merusak alam.

“Dulu, gajah dianggap hama karena merusak kebun. Sekarang kami belajar bahwa gajah adalah tetangga. Dengan wisata desa dan konservasi, kami bisa hidup berdampingan,” kata Suhadak, anggota kelompok tani hutan di sekitar TNWK.

Selain menekan konflik, pendekatan ini memperkuat ekonomi lokal. Warga memproduksi souvenir ramah lingkungan dan madu hutan, yang diminati wisatawan. Hasil penjualan membantu pendanaan patroli masyarakat untuk mencegah perburuan liar dan menjaga wilayah konservasi.

Way Kambas sendiri mencakup lebih dari 125.000 hektare hutan dataran rendah dan lahan gambut, yang berfungsi sebagai penyerap karbon alami serta habitat bagi spesies langka lainnya seperti harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) dan rusa sambar (Rusa unicolor). Namun, tanpa rehabilitasi yang berkelanjutan, ancaman kehilangan habitat akan terus meningkat.

Baca Juga :  Gran Harmoni Cibitung Raih Golden Property Award untuk Rumah Subsidi

Melalui program penanaman di Way Kambas, LindungiHutan mengajak publik dan perusahaan untuk berperan aktif dalam menjaga kawasan konservasi strategis ini.

“Setiap pohon yang ditanam di Way Kambas bukan hanya menyelamatkan hutan, tapi juga memberi harapan bagi gajah, masyarakat, dan generasi mendatang,” tutup Ben.

Dukung konservasi Way Kambas bersama LindungiHutan. Tanam pohon hari ini di lindungihutan.com

About LindungiHutan
LindungiHutan adalah start-up lingkungan yang berfokus pada aksi konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Sebanyak 1 juta pohon telah ditanam bersama lebih dari 600+ brand dan perusahaan. Kami menggandeng masyarakat lokal di 30+ lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami menghadirkan beberapa program seperti Corporatree, Collaboratree dengan skema Product Bundling, Service Bundling dan Project Partner, serta program Carbon Offset.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

DJI Dock 4 Hadir di Indonesia: Operasi Drone Otomatis Tanpa Jeda Pengisian Daya
Perkuat Ekonomi Kreatif Bidang Fashion, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Bekali UMK Binaan melalui FASH-UP LOCAL
FisTx Hadirkan Aqua Support, Solusi Saat Siklus Budidaya Udang Sedang Berjalan
KAI Logistik Raih Penghargaan Sector Champion Logistik pada Danantara Indonesia CX100 Award 2026
Neuron Digital Menjadi Perusahaan Teknologi Cerdas Pertama di Dunia yang Meraih BSI Kitemark™ untuk Digital Twins
Dari Transaksi jadi Retensi: Optimalisasi Accurate POS dan Bliss
Singapore Global Network Menjadi Mitra Utama Gala Dinner Eksklusif Wealth Management, Membuka Kesempatan Sponsorship Meja dalam Jumlah Terbatas
Beli Akun TikTok Affiliate, Apakah Aman? Ini Aturan dari TikTok Shop yang Jarang Dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:02

DJI Dock 4 Hadir di Indonesia: Operasi Drone Otomatis Tanpa Jeda Pengisian Daya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:02

Perkuat Ekonomi Kreatif Bidang Fashion, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Bekali UMK Binaan melalui FASH-UP LOCAL

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:02

FisTx Hadirkan Aqua Support, Solusi Saat Siklus Budidaya Udang Sedang Berjalan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:02

KAI Logistik Raih Penghargaan Sector Champion Logistik pada Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:02

Neuron Digital Menjadi Perusahaan Teknologi Cerdas Pertama di Dunia yang Meraih BSI Kitemark™ untuk Digital Twins

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:02

Singapore Global Network Menjadi Mitra Utama Gala Dinner Eksklusif Wealth Management, Membuka Kesempatan Sponsorship Meja dalam Jumlah Terbatas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:02

Beli Akun TikTok Affiliate, Apakah Aman? Ini Aturan dari TikTok Shop yang Jarang Dibaca

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:02

Bank Mandiri Taspen dan ITB Jalin Kerja Sama Strategis, Perkuat Layanan Perbankan dan Ekosistem Pendidikan

Berita Terbaru