LRT Jabodebek Perkuat Kesiapsiagaan Petugas untuk Lindungi Pengguna dalam Kondisi Darurat - Koran Mandalika

LRT Jabodebek Perkuat Kesiapsiagaan Petugas untuk Lindungi Pengguna dalam Kondisi Darurat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LRT Jabodebek Perkuat Kesiapsiagaan Petugas untuk Lindungi Pengguna dalam Kondisi Darurat

Dalam menjaga keselamatan pengguna dalam setiap operasionalnya, LRT Jabodebek terus memperkuat kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi berbagai kondisi darurat. Hal ini diwujudkan melalui simulasi tanggap darurat yang dilaksanakan di Stasiun Jati Mulya, Rabu (21/10). Kegiatan ini bertujuan melatih kecepatan respons, meningkatkan koordinasi antar bagian, serta mengevaluasi penerapan prosedur penanganan keadaan darurat untuk mendukung keselamatan pengguna.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan bahwa kesiapsiagaan petugas merupakan bagian penting dalam memberikan perlindungan kepada pengguna transportasi publik. Oleh karena itu, petugas perlu memahami peran dan prosedur penanganan yang sesuai ketika menghadapi situasi darurat.

“Keselamatan pengguna menjadi perhatian utama dalam setiap perjalanan LRT Jabodebek. Melalui simulasi ini, dapat melihat kesiapan petugas dalam merespons berbagai situasi darurat, memperkuat koordinasi antar unit, serta memastikan setiap tahapan penanganan dan evakuasi dilaksanakan sesuai prosedur. Dengan demikian, petugas diharapkan mampu memberikan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan khusus,” ujarnya.

Simulasi mencakup sejumlah skenario keadaan darurat yang berpotensi membutuhkan penanganan cepat di lingkungan stasiun, antara lain kebakaran, tumpahan bahan berbahaya dan beracun (B3), kepanikan pengguna saat alarm berbunyi, pengguna terjebak di lift, serta penanganan pengguna yang pingsan atau mengalami cedera ringan.

Dalam skenario kebakaran, petugas berlatih menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) jenis karbon dioksida (CO2). Sementara itu, penanganan tumpahan bahan kimia disimulasikan menggunakan spill kit sesuai prosedur keselamatan. Skenario tersebut melatih petugas untuk mengenali risiko dan melakukan penanganan sesuai prosedur.

Pada skenario evakuasi lift, petugas mempraktikkan penggunaan kunci manual untuk membantu mengevakuasi pengguna yang terjebak. Simulasi juga mencakup penanganan pengguna yang pingsan, mulai dari pemberian bantuan hingga pemindahan ke pos kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Aspek keselamatan pengguna yang membutuhkan bantuan khusus turut menjadi perhatian. Dalam simulasi, petugas membantu ibu hamil menggunakan kursi roda dan melakukan evakuasi terhadap pengguna disabilitas. Sementara itu, simulasi juga dilakukan apabila terdapat alarm tanda bahaya berbunyi, dimana tim evakuasi memeriksa seluruh ruangan untuk memastikan tidak ada orang yang tertinggal sebelum mengarahkan peserta menuju titik kumpul yang aman.

Baca Juga :  VRITIMES and Kwento Co Partner to Expand Press Release Reach and Engagement for Businesses

Pelaksanaan simulasi melibatkan petugas lintas fungsi, meliputi unit Operasi, Keamanan, Kesehatan, Fasilitas, Pelayanan Penumpang, dan Pekerjaan Sipil. Keterlibatan berbagai unit ini menjadi bagian dari latihan koordinasi agar setiap petugas memahami tanggung jawabnya dalam mendukung proses penanganan dan evakuasi.

Simulasi tanggap darurat tidak hanya berfungsi sebagai latihan bagi petugas, tetapi juga menjadi sarana evaluasi untuk mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki.

“Setiap simulasi menjadi kesempatan untuk mengevaluasi penerapan prosedur, mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditingkatkan, dan memperkuat koordinasi antar personel. Hasil evaluasi akan menjadi bahan perbaikan untuk mendukung kesiapsiagaan petugas di stasiun-stasiun LRT Jabodebek lainnya,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, LRT Jabodebek terus mendorong peningkatan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi kondisi yang tidak terduga. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan terhadap pengguna, termasuk mereka yang membutuhkan bantuan khusus, sekaligus mendukung penyelenggaraan layanan transportasi publik yang mengutamakan keselamatan.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Usai Hadiri Toba Caldera Culture Festival, Menteri Ekonomi Kreatif Nikmati Pengalaman Danau Toba di Marianna Resort Samosir
Semakin Pede dengan GCG, PAM JAYA Raih Predikat “Sangat Baik”
LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS ‘Naik Kelas’
Minat Kendaraan Listrik Menguat, Pembiayaan EV BRI Finance Tumbuh 13,8 Kali
BRI BO Jatinegara Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Semangat Kebangsaan
BRI Region 6 Gelar Upacara Kesaktian Pancasila, Perkuat Semangat Kebangsaan Insan BRI
BRIDS Salurkan Bantuan untuk Dukung Pemulihan Pascagempa di Nusa Tenggara Timur
Waskita Beton Precast Kembali Tanam 228 Pohon pada September 2026, Lanjutkan Komitmen Pehijauan Bersama Pelanggan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:34

Angka Kemiskinan Lombok Tengah Turun Jadi 10,34 Persen, Kualitas Kesejahteraan Membaik

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:35

Tingkatkan Layanan Kesehatan, RSUD Praya Resmikan Instalasi Jantung Perdana

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:25

Pembangunan 6 Rumah Ibadah di KEK Mandalika Tanpa APBD, FKUB Loteng Buka-Bukaan!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:11

Gebrakan Wabup Nursiah di Rakornas TPAKD 2026: Pasang Badan Buka Akses Modal untuk UMKM dan Petani Loteng!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:49

Suhu Panas dan Debu Mengancam Kesehatan, Ini Imbauan Dinkes Loteng

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:39

Operasi 2 Hari di Loteng, Satpol PP dan Bea Cukai Garuk 26 Ribu Rokok Ilegal

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:09

SPAM Cerorong-Danau Biru Dikebut, 15 Ribu Pelanggan Baru Jadi Target

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:26

BPBD Loteng Catat Distribusi Air Bersih Lebih Sedikit Dibanding Tahun Lalu

Berita Terbaru