Marketing HIT: Perbedaan antara Menarik Perhatian dan Membangun Kampanye - Koran Mandalika

Marketing HIT: Perbedaan antara Menarik Perhatian dan Membangun Kampanye

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Salah satu aturan sederhana dalam marketing modern adalah membuat iklan menjadi viral, baik melalui meme maupun selebritas. Orang-orang kemudian akan menyebarkan iklan tersebut melalui media sosial dan aplikasi pesan dengan cepat. Jenis marketing seperti ini terasa lebih organik dan mudah diterima karena banyak orang lain ikut membicarakan dan berinteraksi dengannya. Cara ini bekerja dengan baik untuk produk seperti makanan, mainan, dan layanan belanja, yang harus bersaing dengan ratusan bahkan ribuan produk lain untuk mendapatkan perhatian konsumen.

Namun, ada risiko ketika terlalu bergantung pada kampanye viral. Banyak kampanye lain juga berlomba-lomba mendapatkan perhatian yang sama. Sesuatu yang sebelumnya memenuhi TikTok dan WhatsApp selama dua atau tiga minggu bisa dengan cepat menghilang dari ingatan publik setelah tren berikutnya muncul.

Cara lain untuk memasarkan sebuah produk adalah dengan membangun sebuah citra. Tujuannya bukan hanya untuk menarik perhatian seseorang, tetapi memastikan bahwa pesan dan asosiasi terhadap sebuah brand tetap melekat di benak audiens.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal inilah yang terus dilakukan HIT melalui kampanye #IndonesiaBebasDBD pada 2026.

Marketing melalui Edukasi

Kampanye marketing yang berfokus pada edukasi dapat menciptakan hubungan yang lebih kuat antara sebuah gagasan dan sebuah produk. HIT menghubungkan produk pengendali nyamuknya dengan pencegahan demam berdarah, penyakit yang umum ditularkan melalui nyamuk.

Baca Juga :  Konsisten Tingkatkan Kualitas Komunikasi, WSBP Raih Empat Penghargaan di IABC Indonesia Awards 2025

Kampanye HIT untuk Indonesia bebas DBD mencakup berbagai artikel dan informasi edukatif mengenai bagaimana penyakit tersebut menyebar dan memengaruhi masyarakat. Konten tersebut juga tetap tersedia sejak 2024. Situs HIT memiliki fitur “Alert System” yang memungkinkan pengguna melihat kasus DBD di berbagai wilayah berdasarkan informasi yang didukung oleh Kementerian Kesehatan Indonesia.

HIT juga menyediakan informasi mengenai produknya serta pendekatan 3M dalam pencegahan perkembangbiakan nyamuk. Alih-alih menempatkan produk sebagai pusat kampanye, HIT menempatkan kepedulian terhadap pencegahan DBD di depan apa yang mereka jual.

Hal ini kemudian menimbulkan sebuah pertanyaan penting: apakah dedikasi tersebut menghasilkan keuntungan?

Menurut analisis yang dikutip Univest dalam pembahasannya mengenai Godrej Consumer Products, meningkatnya kesadaran terhadap penyakit yang ditularkan melalui vektor dapat menjaga perhatian pemerintah dan konsumen terhadap pengendalian nyamuk, sehingga kategori ini relatif tidak terlalu rentan terhadap pengurangan pengeluaran yang bersifat diskresioner.

Karena DBD dapat berdampak pada masyarakat secara luas di Indonesia, persoalan yang menjadi dasar kampanye HIT tetap relevan. Dengan demikian, brand tidak harus terus-menerus mengubah pesannya hanya untuk mengikuti tren marketing terbaru.

Lebih dari Sekedar Marketing Stunt

Pendekatan ini juga dapat dilihat melalui kegiatan edukasi HIT di sekolah. Alih-alih membuat marketing stunt yang hanya bertujuan mendapatkan simpati, share, atau klik, brand ini juga melakukan edukasi mengenai pencegahan DBD.

Baca Juga :  5 Produk Makeup Paling Praktis yang Gampang Dibawa ke Mana-Mana

Hal inilah yang membuat kegiatan mereka di sekolah terasa lebih bermanfaat dan dapat dipercaya. HIT telah mendorong edukasi mengenai pencegahan DBD, sekaligus membangun citra sebagai brand pengendali hama yang dapat diandalkan dan memperhatikan kesehatan, bukan sekadar mempromosikan sebuah produk.

Perbedaan antara marketing yang hanya menarik perhatian dan kampanye yang berkelanjutan pada akhirnya bergantung pada apa yang ingin diingat oleh konsumen.

Sebuah iklan viral mungkin membuat orang mengingat iklannya. Namun, sebuah kampanye jangka panjang dapat membuat orang mengingat masalah yang diangkat, pesan yang disampaikan, dan pada akhirnya peran sebuah produk dalam membantu mengatasi masalah tersebut.

Ketika mempertimbangkan produk mana yang dapat menjalankan fungsi sebagaimana mestinya, penting untuk melihat bagaimana produk tersebut dipasarkan. Memahami apa yang ingin brand tanamkan dalam pikiran dan keyakinan konsumen dapat membantu masyarakat menilai produk yang mereka pilih dan manfaat yang diberikan oleh produk tersebut.

Bagi HIT, tujuannya tampaknya lebih dari sekadar menjual produk pengendali nyamuk. Dengan secara konsisten menghubungkan brand dengan kesadaran dan pencegahan DBD, HIT membangun sebuah citra yang tetap relevan bahkan setelah tren viral terbaru menghilang.

Pada akhirnya, marketing yang kuat bukan hanya tentang membuat orang melihat sebuah brand, tetapi tentang membuat mereka mengingat mengapa brand tersebut penting.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

PT Rohto Laboratories Indonesia hadirkan kembali kegiatan ROHTO PEDULI – “Joy of Seeing – A Healthy Future for All” dengan membagikan 1.500 kacamata gratis bagi siswa SD dan SMP serta 500 kacamata gratis bagi para lansia & operator pabrik.
JELANG WAJIB HALAL 18 OKTOBER, FONDASI INDUSTRI HALAL TELAH SIAP
Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti
Triwulan III 2026, KA Sangkuriang Jadi Favorit Pengguna Jasa dengan Okupansi 240,53%
Bitcoin Tertekan Ketidakpastian Ekonomi Global, Ini Faktor yang Perlu Dicermati Investor
Beyond Borders: Dari Indonesia, Membawa Kapabilitas PLN NPC ke Dunia
Bank Mandiri Taspen Raih Dua Penghargaan Terbaik 1 Kinerja Pembayaran Pensiunan
PLUS Diskonnya dari neobank Plus: Ada Promo QRIS, Diskon Merchant, hingga Top Up E-Wallet

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:02

Resmi Kenalkan Ketua Baru, PAN NTB Langsung Bidik Target Besar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:44

MotoGP Mandalika: Kerugian Perusahaan dan Dampak Ekonomi adalah Dua Hal Berbeda

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:21

275 PMI NTB Dideportasi, Muazzim Akbar Ungkap 3 Penyebab Utama

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:35

Hotel Penuh, UMKM Ketiban Rezeki! Ini Dampak MotoGP Mandalika bagi NTB

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:48

Iqbal dan Dinda Satu Suara: Marquez! Sembeq Sasak Ikut Mengiringi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:30

Bale Kita Hadir di BIZAM, Kerajinan NTB Makin Mendunia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:10

Mandalika Street Food: Dari Keramaian MotoGP Menuju Destinasi Sepanjang Tahun

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:32

Bank NTB Syariah Kucurkan Beasiswa Rp111,6 Juta untuk 15 Mahasiswa Unram

Berita Terbaru