Meme Coin Trump Official Tuai Kontroversi, Publik Tuntut Investigasi Hukum - Koran Mandalika

Meme Coin Trump Official Tuai Kontroversi, Publik Tuntut Investigasi Hukum

Kamis, 6 Februari 2025 - 15:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Donald Trump kembali menuai kontroversi setelah organisasi nirlaba Public Citizen mengajukan keluhan resmi terkait dugaan pelanggaran hukum dalam promosi token meme berbasis Solana, Official Trump (TRUMP). Mereka menuduh Trump melanggar aturan larangan penerimaan hadiah dan memperingatkan potensi aliran dana asing yang tidak dapat dilacak melalui transaksi kripto.

Keluhan ini diajukan ke Departemen Kehakiman AS (DOJ) dan Kantor Etika Pemerintah (OGE) pada 5 Februari 2025. Public Citizen mengutip unggahan media sosial Trump yang diduga digunakan untuk mempromosikan token tersebut setelah ia kembali menjabat. 

Harga Meme Coin TRUMP Berfluktuasi Drastis

Pada 22 Januari 2025, harga TRUMP sempat melonjak ke $48,18, tetapi turun 16% menjadi $40,29 setelah Trump mengeluarkan pernyataan yang mencoba menjaga jarak dari proyek tersebut. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat berbicara di hadapan eksekutif teknologi, ia mengatakan bahwa dirinya tidak tahu banyak tentang token tersebut, meskipun mengaku meluncurkannya. Harga token kemudian pulih, tetapi tetap menunjukkan volatilitas tinggi.

Baca Juga :  Cara Pintar Mengumpulkan Leads Langsung via WhatsApp dengan Barantum

Dugaan Pelanggaran Hukum dan Etika

Public Citizen menilai promosi token ini melanggar sejumlah aturan federal, termasuk larangan pejabat publik menerima hadiah yang menguntungkan mereka secara pribadi. Mereka juga menyoroti bahwa transaksi kripto dapat digunakan untuk menyembunyikan aliran dana asing, yang berpotensi melanggar Emoluments Clause dalam Konstitusi AS.

Dalam keluhan mereka, Public Citizen memperingatkan bahwa membiarkan praktik ini berlanjut bisa menjadi preseden berbahaya, memungkinkan pejabat publik lain mengeksploitasi jabatan mereka demi keuntungan pribadi.

Harga TRUMP Anjlok di Tengah Ketegangan Perdagangan

Dalam seminggu terakhir, nilai TRUMP turun 37%, menjadikannya token dengan kinerja terburuk di antara 100 kripto terbesar, menurut data CoinGecko. Penurunan ini diperparah oleh kebijakan perdagangan Trump yang memberlakukan tarif 10% terhadap semua impor dari China, yang dibalas Beijing dengan tarif baru terhadap berbagai produk AS.

Sementara Trump telah membatalkan kebijakan tarif untuk Kanada dan Meksiko, kebijakan terhadap China tetap berlaku, menyebabkan ketidakstabilan di pasar kripto.

Baca Juga :  Perkuat Komitmen Pelayanan Nasabah, BRI Life Hadirkan Wajah Baru Kantor Layanan di Denpasar

Laporan terbaru juga mengungkap bahwa 80% dari token TRUMP dimiliki oleh CIC Digital LLC, perusahaan yang terafiliasi dengan The Trump Organization dan dikendalikan langsung oleh Trump. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa proyek ini bukan sekadar aset spekulatif, melainkan memiliki kepentingan finansial dan politik yang lebih dalam.

Kesimpulan

Kontroversi seputar meme coin Trump menyoroti bagaimana kripto dapat menjadi alat spekulasi yang memicu perdebatan etika dan hukum. Dengan meningkatnya regulasi dan pengawasan di sektor aset digital, penting bagi investor untuk lebih berhati-hati dalam memilih aset yang memiliki fundamental kuat dan transparan.

Bittime adalah aplikasi trading meme coin terpercaya di Indonesia. Dengan fitur keamanan tingkat tinggi, akses ke berbagai aset digital berkualitas, serta informasi pasar terkini, Bittime memberikan kemudahan untuk transaksi aset kripto kepada setiap pengguna. Jangan lewatkan peluang untuk trading kripto dengan mudah hanya di Bittime!

Berita Terkait

MIND ID Jadi Motor Optimasi Penerimaan Negara dalam Pengelolaan Mineral Nasional
CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global
Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?
Banyak Pelaku Usaha Baru Tahu Ada Layanan Ini, Akses Kesehatan Lintas Negara Jadi Sorotan di BNI National Conference 2026
Bittime Futures Soroti Lonjakan Aktivitas Derivatives di Tengah Tren Pasar
CLARITY Act Terganjal di Senat AS, Indonesia Sudah Punya Fondasi Regulasi Kripto
Dengarkan “Butterflies”, Album Terbaru Amagra yang Sudah Hadir di Berbagai Platform Streaming Musik
Dorong Inklusi & Kemandirian, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Latih dan Bantu Disabilitas Netra di Semarang

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 01:02

MIND ID Jadi Motor Optimasi Penerimaan Negara dalam Pengelolaan Mineral Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 19:02

CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global

Rabu, 16 September 2026 - 18:02

Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?

Rabu, 16 September 2026 - 17:02

Bittime Futures Soroti Lonjakan Aktivitas Derivatives di Tengah Tren Pasar

Rabu, 16 September 2026 - 17:02

CLARITY Act Terganjal di Senat AS, Indonesia Sudah Punya Fondasi Regulasi Kripto

Rabu, 16 September 2026 - 16:02

Dengarkan “Butterflies”, Album Terbaru Amagra yang Sudah Hadir di Berbagai Platform Streaming Musik

Rabu, 16 September 2026 - 16:02

Dorong Inklusi & Kemandirian, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Latih dan Bantu Disabilitas Netra di Semarang

Rabu, 16 September 2026 - 16:02

Buka Booth di Tech in Asia Conference 2026 Singapura, Sanct Bagikan Swag Terbatas dan Meluncur di Product Hunt pada 15 September

Berita Terbaru

Teknologi

Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:02