Menjaga Kondisi Keuangan di Era Quarter Life Crisis, Ini Cara Menyusun Tujuan Keuangan - Koran Mandalika

Menjaga Kondisi Keuangan di Era Quarter Life Crisis, Ini Cara Menyusun Tujuan Keuangan

Jumat, 11 September 2026 - 17:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Memasuki usia 20-an hingga awal 30-an sering kali datang dengan banyak keputusan besar. Mulai dari membangun karier, pindah tempat tinggal, menikah, melanjutkan pendidikan, sampai mulai memikirkan masa depan.

Di tengah berbagai kebutuhan tersebut, kondisi keuangan juga perlu diperhatikan. Punya penghasilan saja belum cukup kalau belum tahu ke mana uang akan digunakan.

Karena itu, menyusun tujuan keuangan pribadi bisa menjadi langkah awal untuk membuat kondisi finansial lebih terarah. Kamu bisa mulai dari target sederhana, membangun kebiasaan menabung, lalu mengevaluasi kondisi keuangan secara berkala.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kenali Kondisi Keuangan Sebelum Menentukan Target

Sebelum menentukan target, coba lihat dulu kondisi keuangan saat ini. Catat penghasilan, pengeluaran rutin, cicilan atau kewajiban lainnya, serta jumlah uang yang berhasil disisihkan setiap bulan.

Langkah ini membantu kamu mengetahui berapa dana yang realistis untuk dialokasikan ke tabungan tanpa mengganggu kebutuhan sehari-hari.

Kamu juga bisa mulai memisahkan antara kebutuhan dan keinginan. Dengan begitu, keputusan finansial tidak hanya mengikuti pengeluaran yang muncul saat ini, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan di masa depan.

Bangun Dana Darurat untuk Menjaga Kondisi Keuangan

Salah satu bagian penting dalam mencapai tujuan keuangan adalah memiliki dana yang bisa digunakan ketika muncul kebutuhan tidak terduga.

Materi literasi keuangan OJK menggunakan acuan dana darurat sebesar 3–6 kali pengeluaran bulanan. Dana tersebut sebaiknya ditempatkan pada instrumen yang relatif likuid agar dapat digunakan ketika dibutuhkan. 

Baca Juga :  Sanggabiz Pimpin Transformasi Digital Dthree Melalui Implementasi AI dalam Program SFI 2026 Kemenperin RI

Misalnya, jika kebutuhan bulanan kamu Rp4 juta, target dana darurat berdasarkan acuan tersebut adalah sekitar Rp12 juta hingga Rp24 juta.

Tidak harus langsung terkumpul dalam waktu singkat. Kamu bisa membaginya menjadi target bulanan sesuai kemampuan.

Menabung Secara Rutin untuk Mencapai Tujuan

Setelah menentukan target, langkah berikutnya adalah membuat kebiasaan menabung secara konsisten.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah langsung menyisihkan sebagian penghasilan setelah menerima pendapatan. Jumlahnya tidak harus besar selama sesuai dengan kemampuan dan dilakukan secara rutin.

Untuk kebutuhan yang membutuhkan akses dana cukup fleksibel, kamu juga dapat mempertimbangkan produk tabungan yang memberikan bunga sesuai ketentuan.

Evaluasi Tujuan Keuangan Secara Berkala

Quarter life crisis mungkin membuat rencana hidup berubah. Target yang dibuat saat berusia 23 tahun belum tentu masih relevan ketika memasuki usia 28 tahun.

Karena itu, tujuan keuangan pribadi sebaiknya dievaluasi secara berkala. Ketika penghasilan berubah, kebutuhan bertambah, atau ada target baru, kamu bisa menyesuaikan kembali jumlah tabungan dan prioritas pengeluaran.

Menjaga kondisi keuangan bukan berarti harus memiliki semua jawaban tentang masa depan. Yang lebih penting adalah mengetahui kondisi keuangan saat ini, menentukan prioritas, dan membangun kebiasaan finansial yang bisa dijalankan secara konsisten.

Dengan langkah tersebut, mencapai tujuan keuangan menjadi proses yang lebih terukur dan dapat disesuaikan dengan perjalanan hidupmu.

Baca Juga :  Mengapa Liquid Staking Jadi Pilihan Favorit Para Investor Crypto? Mari Kita Bahas!

Menabung di neobank dengan Tabungan NOW

Buat kamu yang ingin menabung di neobank, Tabungan NOW dari Bank Neo Commerce dapat digunakan sebagai salah satu pilihan rekening tabungan berbunga.

Tabungan NOW menawarkan bunga kompetitif* dan bunga cair harian sesuai ketentuan produk. Tabungan NOW juga tidak memiliki minimal setoran awal dan tidak dikenakan biaya administrasi bulanan selama rekening aktif digunakan. Dana dapat ditarik sesuai ketentuan yang berlaku. 

Dengan karakteristik tersebut, Tabungan NOW dapat digunakan untuk membantu mengelola dana seperti tabungan untuk kebutuhan jangka pendek atau dana darurat, selama tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan masing-masing.

***

Fitur, biaya, dan ketentuan produk dapat berubah sesuai kebijakan masing-masing penyedia layanan. 

*)Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Simpanan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 30 September 2026 adalah 3,75% per tahun.

Jika ingin mulai menggunakan Tabungan NOW, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Tabungan NOW di website resmi Bank Neo Commerce.  

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Kolaborasi Jadi Cara UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar
PLN NPC Catatkan Milestone Baru, PLTMG Sekupang 50 MW Resmi Capai COD
PLN NPC dan PLN UIP Nusra Teken Kontrak Penyiapan Infrastruktur PLTP Atadei
Sanct Social Bergabung dalam Delegasi Bisnis Indonesia ke Global Digital Trade Expo 2026 di Hangzhou, Jajaki Kemitraan dan Pelajari Kacamata Pintar serta Model AI Tiongkok
SUCOFINDO BERSAMA DISPERINDAG JATIM PERKUAT SINERGI PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT BAHAN KIMIA
Pertamina melalui Elnusa Petrofin Perkuat Ketahanan BBM Sambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
FLOQ Perkenalkan KOL Watchlist, Apa Saja Aset Kripto yang Dipantau?
KAI Daop 2 Bandung Fokus Keselamatan Perjalanan Kereta di Perlintasan Sebidang

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:29

Marc Marquez Cs Sapa Warga Mataram, Penggemar: Biasanya Cuma Lihat di TV

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01

Semen Langka di NTB, Ternyata Ini Biang Keroknya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:41

Semen Mulai Didistribusikan, Perindag NTB Minta Harga Pengecer Tak Naik

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:31

Dari Jalan hingga Pesisir, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Akses Warga Sumbawa

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:19

Wagub Umi Dinda Hadiri Sidang DPD RI, Aspirasi Daerah Diperkuat di Tingkat Nasional

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:13

Bank NTB Syariah Pegang Layanan Keuangan 54.395 Guru di NTB

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:45

BPR NTB Resmi Menuju Bank Syariah, DPRD NTB Beri Lampu Hijau

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:51

NTB Perkuat SDM, Data Berkualitas Jadi Dasar Keputusan Pembangunan

Berita Terbaru

Teknologi

Kolaborasi Jadi Cara UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar

Rabu, 7 Okt 2026 - 22:02