Menteri PPN/Bappenas: PTPN I (Persero) Subholding Perkebunan Nusantara Domain Ketahanan Pangan dan Energi - Koran Mandalika

Menteri PPN/Bappenas: PTPN I (Persero) Subholding Perkebunan Nusantara Domain Ketahanan Pangan dan Energi

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy, menyatakan PT Perkebunan Nusantara I (Persero), subholding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), memiliki domain strategis dalam mendukung program ketahanan pangan dan energi yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Pernyataan tersebut disampaikan Rachmat Pambudy saat memberikan sambutan pada penandatanganan nota kesepahaman tentang penguatan perencanaan program hilirisasi komoditas kelapa, kopi, dan kakao antara PTPN I (Persero) dengan Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Rachmat Pambudy mengatakan, tiga program swasembada yang tengah diakselerasi pemerintah, yakni swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada air, memiliki keterkaitan langsung dengan sektor agro yang dijalankan PTPN I (Persero). Menurutnya, peran PTPN I dalam mendukung pencapaian target tersebut sangat besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita tahu, Bapak Presiden mencanangkan swasembada, yakni swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada air. Ketiga-tiganya ada di PTPN I. Oleh karena itu, Pemerintah melalui Kementerian PPN/Bappenas mendukung PTPN I dalam menjalankan program swasembada tersebut. Rencana kerja sama yang ditanda tangani hari ini, adalah program hilirisasi komoditas kelapa, kopi, dan kakao,” kata Rachmat.

Baca Juga :  Maxy Academy Meluncurkan MBKM Mandiri : Digital Career Bootcamp Selama 5 Bulan

Nota kesepahaman ditandatangani oleh Direktur Utama PTPN I (Persero), Teddy Yunirman Danas, dan Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas, Teni Widuriyanti, disaksikan Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Rachmat Pambudy, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, serta Komisaris Independen PTPN I (Persero), Sutan Adil Hendra.

Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat pondasi industri perkebunan nasional yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing global guna meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam negeri.

Dalam sambutannya, Teddy Yunirman Danas menegaskan bahwa masa depan perkebunan Indonesia tidak dapat lagi hanya bertumpu pada produksi bahan mentah.

“PTPN I (Persero) telah menyusun roadmap hilirisasi hingga tahun 2029 untuk menciptakan ekosistem industri hulu-hilir yang mampu memperluas pasar ekspor sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Strategi ini dirancang untuk memastikan setiap komoditas memberikan kontribusi maksimal terhadap ekonomi nasional melalui pembangunan industri pengolahan yang massif,” kata Teddy.

Khusus untuk komoditas kelapa, lanjut Teddy, PTPN I (Persero) memproyeksikannya sebagai future commodity dengan target pengembangan kawasan hingga 50 ribu hektare yang akan didukung enam unit pabrik pengolahan di berbagai wilayah potensial di Indonesia.

Baca Juga :  Pabrik Trafo Bambang Djaja: Mengapa Mereka Menjadi Pilihan Utama di Industri?

Sementara itu, untuk komoditas kopi, PTPN I (Persero) menyiapkan pengembangan lahan seluas 12 ribu hektare dengan tujuh fasilitas pengolahan yang akan memproduksi kopi premium dengan sistem ketertelusuran (traceability) dan standar keberlanjutan yang kuat untuk pasar internasional.

Adapun komoditas kakao diproyeksikan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri cokelat dunia melalui pengembangan area seluas lima ribu hektare yang terintegrasi dengan fasilitas pengolahan.

Teddy menegaskan, seluruh rencana pengembangan tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya hilirisasi dan industrialisasi dalam meningkatkan kemandirian ekonomi nasional.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, turut menyambut baik inisiatif tersebut dan menekankan pentingnya kolaborasi riset dan inovasi dalam penerapan praktik pertanian yang baik (Good Agriculture Practices).

Sinergi antara pemerintah, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri kelapa, kopi, dan kakao dunia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Transaksi Kripto Indonesia Naik 12,87 Persen, Apa yang Mendorongnya?
Sinergi UGM, Sanggabiz, dan Komunitas Lokal: Mewujudkan Modernisasi Wellness Tourism Desa Sidorejo Berbasis Manuskrip Kuno Pawukon
Tak Harus Jadi Komika, Zie Brb Ajak Pembaca Mencoba Stand-up Comedy lewat Buku Pertamanya
Gempa Mengguncang, Mutu Tulangan Beton Ikut Diuji
PTPP Raih Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 2026
BRILiaN Culture Festival BRI Region 6, Lomba Bola Voli Jadi Ajang Perkuat Kekompakan Pekerja
Lewat BRILiaN Culture Festival, BO Segitiga Senen Tumbuhkan Semangat Kebersamaan dan Budaya Kerja
Ekspor Timur Tengah Naik, Harga WTI Berpotensi Lanjut Turun

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:28

Uang Rp50 Ribu Jadi Umpan, 7 Anak Jonggat Diduga Jadi Korban

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:12

Korupsi Pengadaan Dump Truck dan Arm Roll DLH Lombok Tengah, Empat Tersangka Resmi Ditahan

Senin, 25 Mei 2026 - 19:42

Hutang Berujung Maut, Penyidik Satreskrim Polresta Mataram Tetapkan Satu Tersangka

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:01

Ahli Pidana dari JPU Sebut Pasal Gratifikasi Tidak Bisa Menjerat Pemberi

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:58

Suliadi Protes Tuntutan Berat Kasus Sewa Tower: Saya Hanya Warga Biasa

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:53

Sekda Lombok Tengah Jadi Saksi, Jaksa Dalami Dugaan Korupsi Dump Truck

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:05

Sekda Lombok Tengah Dipanggil Jaksa, Pemeriksaan Berkaitan dengan Kasus Dump Truck?

Selasa, 28 April 2026 - 08:42

Personel Berprestasi Diguyur Penghargaan, Kapolres Lombok Tengah: Jangan Cepat Puas!

Berita Terbaru

Teknologi

Gempa Mengguncang, Mutu Tulangan Beton Ikut Diuji

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:02

Teknologi

PTPP Raih Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:02