Merosot Tajam, Apakah BTC USDT Akan Rebound Kembali? - Koran Mandalika

Merosot Tajam, Apakah BTC USDT Akan Rebound Kembali?

Selasa, 25 Juni 2024 - 13:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sempat merosot tajam hingga menyentuh angka $58.621 padai market spot Bittime, BTC USDT mencapai harga terendahnya di Juni 2024.

Sumber: Penulis

Merosot tajam hingga menyentuh angka $58.621 padai market spot Bittime, BTC USDT  mencapai harga terendahnya di Juni 2024. Penurunan presentasi pasar kripto, hal ini menjadi penurunan terburuk kedua sepanjang 2024, di tengah turunnya permintaan ETF Bitcoin dan ketidakpastian kebijakan moneter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data Bittime, Senin (25/6/2024), harga aset kripto terbesar BTC USDT sempat anjlok ke posisi $58.621 per keping, 24 jam terakhir pada pukul 03.00 WIB dini hari. Dalam sepekan terakhir, harga Bitcoin melemah 6,1%.

Sumber : Bittime.com

Tak hanya BTC USDT altcoin ikut melemah menyusul penurunan harga bitcoin, banyak aset kripto besar lainnya juga ikut anjlok. Selama empat jam terakhir, harga Ethereum terpantau turun hingga $3,367, sementara BNB terpantau turun 3,9% menjadi $567,72. Solana turun lebih jauh, turun 7,3% menjadi $124,6.

Baca Juga :  Memahami Peran MLV Teknologi dalam Desain Interior Berbasis Teknologi untuk Meningkatkan Efisiensi dan Estetika

Sumber: Bittime.com

Bloomberg menemukan indeks  100 aset kripto terbesar turun sekitar 5% dalam tujuh hari yang berakhir Minggu (23 Juni). Ini merupakan penurunan terburuk sejak April. Harga Bitcoin terbebani oleh serangkaian arus keluar  dari ETF Bitcoin AS selama enam hari.

Sumber : Penulis

Penyebab Turunnya Harga Bitcoin

Jatuhnya pasar mata uang kripto disebabkan oleh keraguan terhadap rencana  Federal Reserve AS untuk memangkas suku bunga utama. Bagi beberapa analis, kelemahan kripto adalah tanda peringatan bahwa selera risiko semakin meningkat.

”Dinamika pasar kripto saat ini] ditandai dengan volatilitas yang rendah, volume yang lemah, dan orderbook yang tidak seimbang ketika harga mulai bergerak ke tepi kisarannya,” tulis kepala riset FalconX David Lawants seperti dilansir Bloomberg.

Baca Juga :  Usung Kuta Pledge, BINUS UNIVERSITY Dorong Kolaborasi Multi-Sektor di Bidang Keberlanjutan Pada BINUS-Indo Pacific Forum

Apakah Bitcoin akan Rebound kembali?

Sebuah postingan dari Santiment, sebuah  platform analisis mata uang kripto, menunjukkan bahwa kenaikan dan penurunan harga ini bukanlah hal baru bagi Bitcoin, seperti yang ditunjukkan oleh tren harga di masa lalu.

Hal ini bisa memberikan harapan baru bagi  investor yang  skeptis terhadap kenaikan harga BTC USDT. Data menunjukkan bahwa kata “penurunan” seringkali menyebabkan kenaikan harga. Bitcoin saat ini diperdagangkan pada $60,000, turun 5,21% dalam 24 jam terakhir.

Harga BTC USDT turun tepat di bawah $60,000 hari ini dan sejak itu naik kembali ke $60,191, tempat koin tersebut saat ini diperdagangkan. Ketika FUD terus menyebar karena jatuhnya harga Bitcoin, gerakan pemerintah yang pro-kripto terus memicu harapan  industri kripto.

Berita Terkait

Pelindo Multi Terminal Siaga Lebaran, Pastikan Arus Logistik & Penumpang Lancar
Inspeksi Aset Bawah Laut di Fasilitas Migas dengan FIFISH E-Master
Pemantauan Keamanan Hutan dan Deteksi Kebakaran Lahan dengan DJI Dock 3
Distribusi Material Konstruksi ke Area Terpencil dengan DJI FlyCart 100
Deteksi Anomali Termal pada Aset Transmisi Listrik dengan Kamera Hikmicro
Distribusi Pupuk dan Agrokimia ke Area Terpencil dengan DJI FlyCart 100
Kuantifikasi Emisi Metana di Fasilitas Migas dengan Sensor SeekOps
Mengatasi Ancaman Drone Tidak Sah dengan Anti Drone LZ Tech

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 10:00

Pelindo Multi Terminal Siaga Lebaran, Pastikan Arus Logistik & Penumpang Lancar

Jumat, 20 Maret 2026 - 02:00

Inspeksi Aset Bawah Laut di Fasilitas Migas dengan FIFISH E-Master

Jumat, 20 Maret 2026 - 02:00

Pemantauan Keamanan Hutan dan Deteksi Kebakaran Lahan dengan DJI Dock 3

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:00

Distribusi Material Konstruksi ke Area Terpencil dengan DJI FlyCart 100

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:00

Deteksi Anomali Termal pada Aset Transmisi Listrik dengan Kamera Hikmicro

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:00

Kuantifikasi Emisi Metana di Fasilitas Migas dengan Sensor SeekOps

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:00

Mengatasi Ancaman Drone Tidak Sah dengan Anti Drone LZ Tech

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:00

Manajemen Vegetasi dan Analisis Koridor Transmisi dengan Software LiDAR Terrasolid

Berita Terbaru