Miliki Cadangan Bauksit Terbesar ke-6 Dunia, Mampukah Indonesia Swasembada Aluminium - Koran Mandalika

Miliki Cadangan Bauksit Terbesar ke-6 Dunia, Mampukah Indonesia Swasembada Aluminium

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia memiliki modal kekayaan alam yang sangat kuat, namun hingga kini belum mampu memenuhi kebutuhan aluminium nasional secara mandiri. Kondisi ini menunjukkan bahwa kepemilikan cadangan mineral yang besar belum otomatis menjamin kemandirian industri, tanpa didukung rantai hilirisasi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Indonesia dinilai perlu memperkuat rantai pasok hilirisasi bauksit, alumina, hingga aluminium secara terintegrasi agar mampu mengoptimalkan sumber daya alamnya dalam mencukupi kebutuhan bahan baku strategis bagi industrialisasi dan pembangunan peradaban masa depan.

Data US Geological Survey (USGS) mencatat cadangan bauksit dunia berada di kisaran 30 miliar ton dengan produksi global sekitar 400 juta ton per tahun. Dengan total sumber daya bauksit mencapai sekitar 7,78 miliar ton dan cadangan terbukti sekitar 2,68 miliar ton, Indonesia menempati peringkat keenam dunia sebagai negara dengan cadangan bauksit terbesar.

Keunggulan geologis tersebut seharusnya menjadi modal utama bagi Indonesia untuk memproduksi aluminium di dalam negeri. Namun faktanya, Indonesia belum mampu mencukupi kebutuhan aluminium nasional yang mencapai sekitar 1,2 juta ton per tahun.

Kebutuhan tersebut hingga kini masih banyak dipenuhi melalui impor, sementara pasar aluminium global masih didominasi oleh Australia, Guinea, dan China.

Ketua Badan Keahlian Pertambangan Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Rizal Kasli, menilai tantangan utama Indonesia bukan lagi pada ketersediaan cadangan, melainkan pada kemampuan mengolah bauksit menjadi aluminium di dalam negeri.

Menurutnya, besarnya cadangan bauksit tidak akan memberikan dampak signifikan tanpa percepatan pembangunan industri pengolahan yang terintegrasi.

Rizal menyebut percepatan hilirisasi bauksit dan alumina terintegrasi menjadi solusi utama untuk menjembatani kesenjangan antara kepemilikan sumber daya dan kebutuhan industri nasional.

Dalam konteks ini, peran Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID dinilai strategis dalam membangun ekosistem hulu–hilir yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Brand Besar Tak Butuh Agency, Mereka Butuh Growth Partner

MIND ID memiliki PT Aneka Tambang Tbk yang mampu memproduksi bauksit secara mandiri untuk memasok kebutuhan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah.

Selanjutnya, alumina yang dihasilkan diproses kembali menjadi aluminium oleh PT Indonesia Asahan Aluminium, yang juga merupakan bagian dari Holding MIND ID.

Rantai pasok terintegrasi ini terus diperkuat untuk menjadi penopang pemenuhan kebutuhan aluminium nasional yang mencapai 1,2 juta ton per tahun, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku strategis.

Ke depan, percepatan proyek hilirisasi bauksit terintegrasi dinilai menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya dikenal sebagai pemilik cadangan besar, tetapi juga sebagai produsen aluminium yang mandiri dan berdaya saing global.

Dengan perencanaan matang, integrasi hulu–hilir, serta dukungan industri manufaktur, Indonesia berpeluang mengubah keunggulan geologinya menjadi kekuatan ekonomi nyata dan berkelanjutan.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Melalui PT Enero, Holding Perkebunan Nusantara Sukses Produksi 32 Juta Liter Bioetanol
Antisipasi Cuaca Ekstrem, KAI Daop 9 Jember Perkuat Infrastruktur dan Siagakan Petugas Ekstra
Optimalkan Nilai Kendaraan, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana Tunai Cepat dan Aman
5 Pemimpin Global Pengiriman Internasional dan Rahasia Kesuksesan Mereka
Jaga Keberkahan Ramadan, KAI Divre I Sumut Larang Vandalisme dan Ajak Masyarakat Hindari Ngabuburit di Jalur KA
Kunjungan Kapal Pesiar Meningkat, Pelindo Multi Terminal Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah
Jangan Nekat Ngabuburit di Rel! KAI Daop 9 Jember Intensifkan Patroli Udara dan Penertiban Jalur
Investasi 4M: Selebgram Vian Armando Gabung Checkervisor, Langkah Baru Memberantas Barang Palsu

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:35

Melalui PT Enero, Holding Perkebunan Nusantara Sukses Produksi 32 Juta Liter Bioetanol

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:23

Antisipasi Cuaca Ekstrem, KAI Daop 9 Jember Perkuat Infrastruktur dan Siagakan Petugas Ekstra

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:24

Optimalkan Nilai Kendaraan, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana Tunai Cepat dan Aman

Kamis, 26 Februari 2026 - 18:34

Jaga Keberkahan Ramadan, KAI Divre I Sumut Larang Vandalisme dan Ajak Masyarakat Hindari Ngabuburit di Jalur KA

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:55

Kunjungan Kapal Pesiar Meningkat, Pelindo Multi Terminal Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:54

Jangan Nekat Ngabuburit di Rel! KAI Daop 9 Jember Intensifkan Patroli Udara dan Penertiban Jalur

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:58

Investasi 4M: Selebgram Vian Armando Gabung Checkervisor, Langkah Baru Memberantas Barang Palsu

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:45

Kolaborasi Berlanjut: BINUS @Bandung Gandeng Leave a Nest Malaysia Perkuat Ekosistem Inovasi dan Startup Mahasiswa

Berita Terbaru