Mulai dari Stasiun Pasar Senen, KAI Daop 1 Jakarta Bangun Budaya Pilah Sampah Bersama Pelanggan - Koran Mandalika

Mulai dari Stasiun Pasar Senen, KAI Daop 1 Jakarta Bangun Budaya Pilah Sampah Bersama Pelanggan

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mulai menerapkan sistem pemilahan sampah di Stasiun Pasar Senen sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan stasiun yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, di area Stasiun Pasar Senen kini telah tersedia fasilitas tempat sampah terpilah yang dibedakan berdasarkan jenis sampah, mulai dari organik dan anorganik. Fasilitas tersebut disediakan agar pelanggan dapat langsung memilah sampah sejak awal saat membuang sampah di area stasiun.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan persoalan sampah tidak cukup hanya diselesaikan pada tahap pengangkutan, namun perlu dimulai dari perubahan kebiasaan masyarakat melalui pemilahan sejak dari sumbernya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau sampah sudah dipilah sejak awal, proses pengelolaannya akan jauh lebih baik. Sampah yang masih bisa didaur ulang tidak tercampur dengan sampah lain dan volume sampah yang dibuang ke TPA juga bisa berkurang,” kata Franoto.

Ia menjelaskan, proses pengelolaan sampah di Stasiun Pasar Senen dimulai dari pemilahan oleh pelanggan melalui fasilitas tempat sampah terpilah yang telah tersedia di sejumlah titik pelayanan. Selanjutnya, sampah yang terkumpul dipisahkan kembali oleh petugas sesuai kategorinya sebelum masuk ke proses pengangkutan dan pengelolaan lanjutan.

Baca Juga :  Aksi Hijau Waruna Group Bersama LindungiHutan Penanaman 2000 Pohon Mangrove

Konsep tersebut sejalan dengan pengelolaan sampah bertanggung jawab yang menekankan pentingnya pemilahan sejak dari sumber sampah dihasilkan.

Franoto menilai kebiasaan memilah sampah masih menjadi tantangan di Indonesia. Dalam edukasi pengelolaan sampah berkelanjutan, rendahnya tingkat pemilahan sampah menjadi salah satu penyebab tingginya volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Meski fasilitas tempat sampah terpilah telah tersedia, dalam pelaksanaannya masih ditemukan sampah yang dibuang tidak sesuai dengan jenisnya. Karena itu, petugas kebersihan di Stasiun Pasar Senen masih melakukan proses sortir ulang di tempat penampungan sementara sebelum sampah dikelola lebih lanjut oleh Dinas Lingkungan Hidup.

Rata-rata volume sampah yang dihasilkan di Stasiun Pasar Senen mencapai sekitar 420 kilogram per hari, terdiri dari sekitar 300 kilogram sampah organik dan 120 kilogram sampah nonorganik. Sampah organik tersebut selanjutnya diolah menjadi kompos dengan hasil sekitar 0,5 kilogram kompos padat yang dimanfaatkan kembali sebagai pupuk tanaman di area stasiun.

Baca Juga :  Inovasi: Cetak Kemasan Hanya 5 Menit, UMKM Harus Siap Banjir Orderan.

Selain itu, KAI Daop 1 Jakarta juga menyediakan tempat sampah khusus botol plastik yang nantinya akan dikelola bersama Bank Sampah Pasar Senen untuk dimanfaatkan kembali menjadi pot pembibitan tanaman yang akan ditempatkan di area stasiun.

Melalui program tersebut, KAI Daop 1 Jakarta tidak hanya berupaya menjaga kebersihan lingkungan stasiun, namun juga mendorong terciptanya budaya peduli lingkungan bersama pelanggan dan masyarakat.

“Kami ingin budaya memilah sampah ini menjadi kebiasaan bersama. Mulainya dari hal sederhana, yakni membuang sampah sesuai jenisnya. Harapannya, kesadaran ini dapat tumbuh tidak hanya di stasiun, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Franoto.

KAI Daop 1 Jakarta akan terus melakukan edukasi dan sosialisasi terkait kebersihan lingkungan serta pengelolaan sampah berkelanjutan di area stasiun sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Humas KAI Daop 1 Jakarta

Franoto Wibowo

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

MIND ID Jadi Motor Optimasi Penerimaan Negara dalam Pengelolaan Mineral Nasional
CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global
Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?
Banyak Pelaku Usaha Baru Tahu Ada Layanan Ini, Akses Kesehatan Lintas Negara Jadi Sorotan di BNI National Conference 2026
Bittime Futures Soroti Lonjakan Aktivitas Derivatives di Tengah Tren Pasar
CLARITY Act Terganjal di Senat AS, Indonesia Sudah Punya Fondasi Regulasi Kripto
Dengarkan “Butterflies”, Album Terbaru Amagra yang Sudah Hadir di Berbagai Platform Streaming Musik
Dorong Inklusi & Kemandirian, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Latih dan Bantu Disabilitas Netra di Semarang

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 01:02

MIND ID Jadi Motor Optimasi Penerimaan Negara dalam Pengelolaan Mineral Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 19:02

CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global

Rabu, 16 September 2026 - 18:02

Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?

Rabu, 16 September 2026 - 17:02

Bittime Futures Soroti Lonjakan Aktivitas Derivatives di Tengah Tren Pasar

Rabu, 16 September 2026 - 17:02

CLARITY Act Terganjal di Senat AS, Indonesia Sudah Punya Fondasi Regulasi Kripto

Rabu, 16 September 2026 - 16:02

Dengarkan “Butterflies”, Album Terbaru Amagra yang Sudah Hadir di Berbagai Platform Streaming Musik

Rabu, 16 September 2026 - 16:02

Dorong Inklusi & Kemandirian, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Latih dan Bantu Disabilitas Netra di Semarang

Rabu, 16 September 2026 - 16:02

Buka Booth di Tech in Asia Conference 2026 Singapura, Sanct Bagikan Swag Terbatas dan Meluncur di Product Hunt pada 15 September

Berita Terbaru

Teknologi

Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:02