Pahami Peran Gizi Seimbang dan Gula bagi Tubuh sebagai Kunci Energi Selama Puasa - Koran Mandalika

Pahami Peran Gizi Seimbang dan Gula bagi Tubuh sebagai Kunci Energi Selama Puasa

Rabu, 11 Maret 2026 - 10:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selama bulan Ramadhan, banyak orang mengeluhkan tubuh terasa lemas, mengantuk, dan sulit berkonsentrasi saat menjalani aktivitas sehari-hari. Kondisi ini tidak hanya dialami oleh orang dewasa yang bekerja, tetapi juga oleh anak-anak yang tetap menjalani kegiatan belajar di sekolah. Salah satu penyebab yang kerap terjadi adalah pola makan sahur yang kurang seimbang sehingga kebutuhan energi tubuh tidak terpenuhi secara optimal.

Selama berpuasa, tubuh tidak memperoleh asupan makanan dan minuman selama sekitar 12 hingga 14 jam. Meskipun demikian, tubuh tetap membutuhkan energi untuk menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, belajar, hingga melakukan aktivitas fisik ringan.

Untuk menunjang aktivitas harian, tubuh menggunakan energi dari makanan yang dikonsumsi saat malam hari dan saat sahur. Karbohidrat dan gula yang terdapat dalam makanan akan dipecah oleh tubuh menjadi glukosa yang kemudian dijadikan sebagai sumber energi utama selama berpuasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dr. Nadia Alaydrus, M.Kes. A3M, Dipl. AAAM, pemahaman mengenai cara tubuh mengelola energi sangat penting agar masyarakat dapat mengatur pola makan yang lebih seimbang selama Ramadhan.

“Tubuh manusia pada dasarnya dirancang untuk menggunakan energi dari makanan yang kita konsumsi. Ketika tubuh bergerak dan beraktivitas, kebutuhan energi meningkat dan glukosa menjadi bahan bakar utama yang digunakan oleh tubuh,” jelas dr. Nadia Alaydrus, M.Kes. A3M, Dipl. AAAM.

Oleh karena itu, menu sahur sebaiknya mengandung kombinasi gizi yang seimbang, seperti karbohidrat, protein, serat, serta gula sebagai sumber energi. Karbohidrat kompleks dapat memberikan energi secara bertahap, sementara gula dapat membantu menyediakan energi yang lebih cepat digunakan oleh tubuh. Selain itu, aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau melakukan peregangan juga dapat membantu tubuh memanfaatkan energi secara lebih efisien.

Baca Juga :  Hisense Group Berkomitmen Menjalin Kemitraan Jangka Panjang dengan Indonesia

Asupan karbohidrat dan gula saat sahur berperan penting dalam menyediakan glukosa yang akan digunakan tubuh secara bertahap sebagai sumber energi. Dengan demikian, tubuh tetap mampu menjalani berbagai aktivitas, mulai dari aktivitas fisik ringan hingga aktivitas kognitif seperti berpikir dan berkonsentrasi.

Aktivitas otak yang intens juga kerap memicu keinginan mengonsumsi makanan manis atau sugar craving. Hal ini terjadi karena otak membutuhkan glukosa sebagai sumber energi utamanya, terutama ketika tubuh sedang menjalani puasa dan tidak mendapatkan asupan makanan dalam waktu yang cukup lama.

Harvard Medical School menjelaskan bahwa glukosa merupakan sumber energi utama bagi otak. Oleh karena itu, asupan energi yang cukup sebelum memulai aktivitas harian sangat penting untuk membantu menjaga fokus, stamina, dan produktivitas. Dengan kata lain, sahur tidak sekadar menjadi waktu makan sebelum berpuasa, tetapi juga merupakan fase pengisian kembali energi setelah tubuh mengalami puasa alami saat tidur malam.

Gula, terutama dalam bentuk glukosa, merupakan salah satu sumber energi utama bagi tubuh manusia. Hampir seluruh sel tubuh menggunakan glukosa untuk menghasilkan energi, terutama otak dan otot yang bergantung pada zat tersebut sebagai bahan bakar utama.

Baca Juga :  Pernyataan Resmi India Terkait Insiden Kekerasan di Pahalgam, Jammu, dan Kashmir

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar konsumsi gula tambahan tidak melebihi 10 persen dari total kebutuhan energi harian. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan juga menganjurkan batas konsumsi gula tambahan sekitar 50 gram per hari untuk orang dewasa. Hal ini menunjukkan bahwa gula tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari, selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan disesuaikan berdasarkan kebutuhan setiap individu.

Menurut dr. Nadia Alaydrus, M.Kes. A3M, Dipl. AAAM, masyarakat perlu memahami bahwa gula tidak serta-merta berbahaya bagi tubuh.

“Permasalahan biasanya muncul ketika konsumsi gula melebihi kebutuhan energi tubuh dan tidak diimbangi dengan aktivitas fisik. Jika seseorang aktif bergerak, energi dari gula justru akan digunakan oleh tubuh sebagai bahan bakar untuk menjalankan berbagai aktivitas,” jelasnya.

Karena itu, menjaga keseimbangan antara asupan energi dan energi yang digunakan tubuh menjadi kunci penting dalam menjaga kesehatan selama berpuasa.

Dengan pola makan yang seimbang, jumlah konsumsi yang sesuai, serta gaya hidup yang aktif, gula dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat dan membantu tubuh tetap bertenaga sepanjang hari, termasuk selama menjalani ibadah puasa.

Tentang PT Antarale Cipta Waradana

Dr. Nadia Alaydrus, dokter sekaligus health influencer yang dikenal sebagai Dokter Traveller di Trans TV, dan peraih penghargaan Best of Health and Wellness di TikTok Awards 2023.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Berita Terkait

Perkuat Daya Saing UMKM, SUCOFINDO Bekali Pelaku Usaha di Tanah Bumbu menuju Sertifikasi Halal
Akreditasi Media BRICS Summit 2026 Resmi Dibuka, Pendaftaran Hingga 31 Agustus
Menunggangi Volatilitas Pertengahan Pekan: Cara Aman Meraih Cuan Saat Rilis Data Ekonomi
KAI Logistik Raih Peringkat AA/Stable serta Tingkat Kesehatan dan Predikat “Sehat”, Perkuat Kepercayaan Pelanggan di Tengah Dinamika Industri
Produk Premium Eropah Terus Memperkukuh Kehadiran di Malaysia Melalui MIFB 2026 dan Majlis Makan Malam B2B
Rayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Kanteen & Co. Hadirkan Menu Nusantara Baru dan Promo Paket Spesial Rp81.000
Dari Operasional hingga Layanan Pelanggan, KAI Logistik Hadirkan Logistik yang Lebih Ramah Lingkungan
DIGICAMP 2026 Jadi Langkah Awal Siswa SMA Kenal Dunia Digital Technopreneur di BINUS @Malang

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:16

Viral Dugaan Pelecehan Karyawati SPPG, Ayah Korban: Setelah Saya Tanya, Ini Kesalahpahaman

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:18

Peluang Kuliah Makin Besar, Poltekpar Lombok Tambah Kuota Penerimaan Mahasiswa Baru

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:57

The Mandalika Tak Cuma Bikin Pembalap Juara, Kini Giliran Atlet NTB Bersinar

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:56

Mori Hanafi Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan untuk Pembalap NTB di Mandalika Racing Series

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:51

MRS 2026: Gian Muhammad Gibran Rebut Podium Pertama, Pembalap Lokal Unjuk Taji

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:12

20.000 Mangrove untuk Satu Misi: Menjaga Masa Depan The Mandalika

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:09

107 Starter Akan Beradu Kecepatan pada Kejurnas MRS Putaran ke-3

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:05

KKN Angkatan 40 UMMAT Edukasi Warga Desa Lepak Timur Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan

Berita Terbaru