Panen Perdana Greenhouse Hidroponik, Krakatau Steel Perkuat Pendidikan Pertanian Modern dan Ketahanan Pangan Pesantren - Koran Mandalika

Panen Perdana Greenhouse Hidroponik, Krakatau Steel Perkuat Pendidikan Pertanian Modern dan Ketahanan Pangan Pesantren

Rabu, 21 Januari 2026 - 12:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Krakatau Steel Group melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan berbasis masyarakat. Hal tersebut ditandai dengan panen perdana melon hidroponik di fasilitas Greenhouse Krakatau Steel Group Peduli yang berlokasi di Pondok Pesantren Amalul Ummah, Rabu (14/1).

Panen perdana ini menjadi momen kebahagiaan tersendiri bagi para santri dan tim TJSL Krakatau Steel Group, setelah melalui masa tanam selama kurang lebih 70 hari. Melon premium jenis White Kirin dan Diva 16 yang dibudidayakan dengan sistem pertanian modern tersebut menghasilkan buah berkualitas tinggi, baik dari sisi ukuran, tekstur, maupun tingkat kemanisan yang mencapai brix 18.

Inisiatif Berkelanjutan untuk Pendidikan dan Kemandirian Pesantren

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembangunan greenhouse ini tidak semata-mata difokuskan pada penyediaan infrastruktur fisik, melainkan dirancang sebagai program keberlanjutan untuk mendukung pendidikan pertanian modern di lingkungan pesantren. Melalui program ini, Krakatau Steel mendorong kemandirian ekonomi pesantren sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas.

Program greenhouse pesantren ini merupakan kolaborasi end-to-end Krakatau Steel Group dengan melibatkan unit-unit usaha yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing. Perancangan desain dilakukan oleh Engineer PT Krakatau Baja Konstruksi (KBK), dukungan material baja ringan oleh PT Krakatau National Indonesia (KNI), konstruksi oleh PT Krakatau Perbengkelan & Perawatan (KPDP), serta pendampingan budidaya hingga panen oleh tim TJSL Krakatau Steel Group. Pembiayaan program ini merupakan kolaborasi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk bersama Group Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI), Group Krakatau Baja Konstruksi (KBK), dan PT Krakatau Baja Industri (KBI).

Baca Juga :  Menjelang Tahun Baru 2025, Bitcoin Belum Stabil dan Mengalami Penurunan

Penguatan Kapasitas Santri dan Ekosistem Usaha

Selain pembangunan fasilitas, Krakatau Steel juga memberikan pelatihan komprehensif kepada para santri, mencakup teknik budidaya hidroponik, manajemen operasional greenhouse, hingga strategi pemasaran hasil panen. Dalam pelaksanaannya, PT Krakatau Steel melibatkan pesantren yang telah berhasil mengembangkan greenhouse di Provinsi Banten, yakni Pesantren Al-Markas Serang, sebagai bagian dari transfer pengetahuan agar hasil panen sesuai dengan target yang direncanakan.

“Pembangunan greenhouse hingga panen perdana ini merupakan wujud nyata dukungan Krakatau Steel terhadap pengembangan masyarakat sekitar, khususnya pesantren. Kami ingin pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat inovasi pertanian modern yang mampu menciptakan kemandirian ekonomi dan memberikan pembelajaran nyata yang tidak hanya diperoleh dari buku,” ujar Direktur SDM PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Suryantoro Waluyo.

Dukungan terhadap Ketahanan Pangan Nasional

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa program greenhouse pesantren ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam percepatan ketahanan pangan nasional.

“Program TJSL Krakatau Steel melalui pengembangan greenhouse hidroponik di pesantren merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung Asta Cita, terutama pada agenda percepatan ketahanan pangan. Kami percaya ketahanan pangan nasional harus dibangun dari akar rumput, dengan melibatkan komunitas pendidikan seperti pesantren agar tercipta sistem pangan yang mandiri, berkelanjutan, dan inklusif,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Baca Juga :  DEALDULU Indonesia Card Show 2024: Surga Kolektor Kartu Koleksi di Indonesia

Kepastian Pasar dan Keberlanjutan Program

Untuk memastikan keberlanjutan program, Krakatau Steel turut menyiapkan ekosistem pemasaran yang terintegrasi. Sebagian hasil panen pesantren binaan akan diserap langsung oleh Krakatau Steel Group, serta dipasarkan melalui kerja sama dengan pengelola ekowisata, di mana pengunjung dapat melakukan aktivitas petik buah langsung di greenhouse. Skema ini memberikan kepastian pasar sekaligus mendorong perputaran ekonomi pesantren secara berkelanjutan.

Melalui inisiatif TJSL ini, Krakatau Steel berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar sekaligus memperkuat hubungan yang harmonis antara perusahaan dan lingkungan.

Tentang Krakatau Steel Tbk

Sekilas Tentang PT Krakatau Steel (Persero) Tbk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang didirikan pada 31 Agustus 1970. Selain bergerak di sektor industri baja, Krakatau Steel Group juga mengembangkan bisnis kawasan industri terpadu, kepelabuhanan, logistik, penyediaan air industri, penyediaan energi melalui pembangkit listrik, serta sejumlah ventura bersama dengan perusahaan Korea dan Jepang. Saat ini, Krakatau Steel berkomitmen menjalankan transformasi perusahaan melalui program KS Reborn dengan semangat “Revolutionary Movements: Committed to Transform”, yang difokuskan pada penguatan tata kelola, transparansi, pengembangan human capital, penguatan bisnis hilir, serta optimalisasi bisnis infrastruktur guna membangun kepercayaan pemangku kepentingan dan menarik investor.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Blossom Symphony: Perayaan Imlek Penuh Harmoni di Hublife
PTPN I Catat Produksi 32 Juta Liter Bioetanol, Perkuat Peran Holding Perkebunanan Nusantara dalam Transisi Energi
Reska Catering Suguhkan Layanan Profesional di Rapim UO Kemhan 2026
FLOQ Circle: Sisterhood Hadirkan Ruang Aman bagi Perempuan untuk Mengenal Aset Kripto
Danantara Indonesia Serentak Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase-I dengan Total Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar
Cara Trader Pemula Mengelola Risiko dengan Trading Plan
Luminous Spring di PIK Avenue Hadirkan Path of Light
Analisis Teknikal Dasar untuk Membaca Arah Pergerakan Harga

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 02:22

MyRepublic Indonesia Resmi Buka Pra-Registrasi Internet FWA: MyRepublic Air

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:49

Bersiap Menghadapi Masa Angleb, KAI Services Terus Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kebersihan

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:49

Dukung Infrastruktur Pendidikan Tinggi, PTPP Rampungkan Gedung FISIP UPN Veteran Jawa Timur

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:37

SUCOFINDO Perkuat Tata Kelola Transportasi Publik melalui Sertifikasi ISO 37001 dan ISO/IEC 27001 untuk LRT Jakarta

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:06

KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan dan Pelayanan Penumpang Terjamin dengan Baik

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:38

Konektivitas Meningkat, Penumpang KAI Bandara Yogyakarta Tembus 239 Ribu di Januari 2026

Senin, 9 Februari 2026 - 21:27

Hubungan Krisis Ekonomi, Inflasi, dan Volatilitas Pasar

Senin, 9 Februari 2026 - 17:13

Media X Space Menempati Ruang Publik Untuk Desain dan Seni Asia

Berita Terbaru