Jakarta, 28 Oktober 2026 – Perubahan pilihan kendaraan masyarakat mulai terlihat dari perkembangan pembiayaan di industri multifinance. Kendaraan listrik yang beberapa tahun terakhir menjadi alternatif mobilitas kini menunjukkan pertumbuhan yang semakin menonjol. Di tengah dinamika tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mencatat penyaluran pembiayaan baru kendaraan listrik (electric vehicle/EV) hingga Agustus 2026 tumbuh sekitar 13,8 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan ini mencerminkan peluang yang semakin terbuka di segmen kendaraan listrik, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat, pilihan model yang kian beragam, serta perkembangan ekosistem pendukungnya.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik menunjukkan adanya perkembangan minat masyarakat terhadap alternatif mobilitas yang semakin beragam. Kami melihat dinamika ini sebagai peluang untuk memahami kebutuhan konsumen sekaligus mengembangkan pembiayaan yang relevan dengan perkembangan pasar.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perubahan tersebut tidak hanya terlihat pada kendaraan listrik baru, tetapi juga pada pasar kendaraan bekas. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa pembiayaan mobil bekas konvensional pada Juli 2026 turun 4,52% secara tahunan menjadi Rp86,25 triliun. Sebaliknya, pembiayaan mobil listrik dan hybrid bekas tumbuh 103,06% secara tahunan menjadi Rp1,52 triliun.
Perbedaan arah pertumbuhan ini memperlihatkan dinamika yang menarik di pasar pembiayaan kendaraan. Di tengah penurunan pembiayaan mobil bekas konvensional, segmen mobil listrik dan hybrid bekas justru mencatat peningkatan signifikan. Perkembangan ini turut memperluas alternatif bagi konsumen yang mempertimbangkan kendaraan listrik, termasuk melalui pasar kendaraan bekas.
“Pasar kendaraan memiliki karakteristik yang terus berkembang, baik dari sisi pilihan produk maupun pertimbangan konsumen. Karena itu, kami terus mencermati perkembangan di setiap segmen, termasuk kendaraan listrik dan hybrid, agar strategi pembiayaan dapat selaras dengan kebutuhan serta peluang yang ada,” kata Dhani.
Selain kendaraan listrik, BRI Finance juga mencatat peningkatan penyaluran pembiayaan mobil baru. Hingga Agustus 2026, pembiayaan baru (disbursement) pada segmen new car tumbuh sekitar 9,4 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini didukung oleh permintaan pasar serta penguatan sinergi BRI Finance dengan ekosistem BRI.
Perkembangan pada segmen kendaraan listrik dan mobil baru tersebut menjadi bagian dari dinamika bisnis yang terus dicermati BRI Finance. Perusahaan akan terus menyesuaikan strategi pembiayaan dengan perubahan kebutuhan konsumen dan peluang di berbagai segmen kendaraan.
“Kami berupaya menjaga pertumbuhan bisnis dengan tetap memperhatikan perkembangan pasar dan kebutuhan konsumen. Penguatan sinergi dengan ekosistem BRI serta pencermatan terhadap peluang di berbagai segmen, termasuk kendaraan listrik, menjadi bagian dari upaya kami untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan,” tutup Dhani.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES






