Paviliun Indonesia Debut di INNOPROM 2026, Perkuat Diplomasi Industri di Pasar Rusia dan Eurasia - Koran Mandalika

Paviliun Indonesia Debut di INNOPROM 2026, Perkuat Diplomasi Industri di Pasar Rusia dan Eurasia

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah meningkatnya kebutuhan dunia akan rantai pasok yang lebih tangguh dan kemitraan manufaktur baru, Indonesia mencatat sejarah sebagai negara pertama dari Asia Tenggara yang dipercaya menjadi Official Partner Country pada INNOPROM 2026, pameran industri terbesar di kawasan Eurasia yang berlangsung pada 6-9 Juli 2026 di Ekaterinburg, Rusia. Momentum bersejarah tersebut menandai semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai mitra strategis industri global sekaligus membuka babak baru kerja sama manufaktur dengan Rusia dan negara-negara Eurasia. Kehadiran Indonesia sebagai negara mitra resmi ditandai dengan pembukaan Indonesia Pavilion yang menjadi pusat promosi industri manufaktur nasional selama penyelenggaraan INNOPROM 2026.

“Keikutsertaan Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 merupakan momentum strategis untuk memperkuat hubungan industri nasional dengan negara Eurasia. Kami ingin mendorong terbangunnya kemitraan yang saling menguntungkan dengan Rusia dan negara-negara Eurasia melalui peningkatan investasi, transfer teknologi, penguatan hilirisasi industri, serta perluasan akses pasar ekspor bagi produk manufaktur Indonesia. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mempercepat transformasi industri nasional yang berdaya saing, bernilai tambah, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.” Ujar Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita

Baca Juga :  Gaji Rp3 Juta Masih Bisa Nabung? Begini Cara Mengaturnya

Status sebagai Official Partner Country menempatkan Indonesia sebagai fokus utama penyelenggaraan INNOPROM 2026. Selama empat hari pameran, Indonesia menghadirkan rangkaian agenda strategis yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, asosiasi bisnis, dan mitra internasional melalui forum bisnis, business matching, hingga pertemuan bilateral. Pembukaan Indonesia Pavilion langsung mendapat perhatian jajaran pimpinan Federasi Rusia. Sesaat sebelum Opening Ceremony INNOPROM 2026, Mikhail Mishustin, Perdana Menteri Federasi Rusia menjadikan Paviliun Indonesia sebagai salah satu destinasi yang dikunjungi jajaran pimpinan Federasi Rusia dalam trade fair tour INNOPROM 2026. Didampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Direktur Jenderal KPAII Tri Supondy, rombongan meninjau langsung inovasi, teknologi, serta peluang investasi yang ditawarkan industri manufaktur Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengusung tema Navigating Industrial Futures, Indonesia Pavilion menghadirkan pengalaman interaktif yang menampilkan transformasi industri manufaktur Indonesia menuju sektor yang modern, inovatif, dan berkelanjutan. Berdiri di atas area seluas lebih dari 1.500 meter persegi, paviliun ini menghadirkan 50 coexhibitor dari berbagai sektor strategis, mulai dari industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika, industri agro, industri kimia, farmasi, dan tekstil, industri kecil dan menengah, hingga kawasan industri. Seluruh peserta menampilkan produk, teknologi, inovasi, dan peluang investasi yang mencerminkan semakin kuatnya daya saing industri manufaktur Indonesia di pasar global.

Baca Juga :  Kalibrr Ajak Masyarakat untuk Waspada dan Kenali Modus Penipuan Sebelum Kirim Lamaran Kerja

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, Tri Supondy, mengatakan Indonesia Pavilion dirancang sebagai platform yang menghubungkan pelaku industri nasional dengan calon mitra strategis dari Rusia dan kawasan Eurasia.

Melalui berbagai forum bisnis, business matching, dan pertemuan industri selama INNOPROM 2026, pemerintah menargetkan lahirnya kerja sama konkret yang dapat segera ditindaklanjuti dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan industri kedua negara. Partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 mencerminkan semakin besarnya kepercayaan dunia terhadap kapasitas industri manufaktur Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik. Lebih dari sekadar keikutsertaan dalam sebuah pameran internasional, momentum ini menjadi tonggak penting dalam memperluas diplomasi industri Indonesia, memperkuat integrasi ke rantai pasok global, serta membuka peluang investasi dan kolaborasi teknologi yang akan mendukung pertumbuhan industri nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Metranet Dukung Program GENTING di Kota Pekalongan, Perkuat Sinergi dalam Upaya Pencegahan Stunting
Biaya WhatsApp Naik, Barantum Bagikan Strategi Hemat lewat Webinar
Trading di HSB Investasi Dapat Fasilitas Perlindungan Ekstra Dana Tanpa Potongan Biaya
Empat Pilihan Liburan di Bulan Oktober: Marclan International Hadirkan Penawaran Menginap di Bali, Samosir, dan Jakarta
Berbekal Psikologi dan Manajemen Risiko, Aryasatya Wishnutama Soroti Faktor Manusia dalam Bisnis Energi
Merasa Sehat? Belum Tentu Tulangmu Kuat Osteoporosis Bukan Cuma untuk Lansia
Bank Mandiri Taspen Raih Penghargaan Most Efficient Bank KBMI 2 di BIFA 2026
Harga Minyak WTI Berpotensi Melemah, Pasar Waspadai Risiko Geopolitik

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:02

Metranet Dukung Program GENTING di Kota Pekalongan, Perkuat Sinergi dalam Upaya Pencegahan Stunting

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:02

Biaya WhatsApp Naik, Barantum Bagikan Strategi Hemat lewat Webinar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:02

Trading di HSB Investasi Dapat Fasilitas Perlindungan Ekstra Dana Tanpa Potongan Biaya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:02

Empat Pilihan Liburan di Bulan Oktober: Marclan International Hadirkan Penawaran Menginap di Bali, Samosir, dan Jakarta

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:02

Berbekal Psikologi dan Manajemen Risiko, Aryasatya Wishnutama Soroti Faktor Manusia dalam Bisnis Energi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:02

Bank Mandiri Taspen Raih Penghargaan Most Efficient Bank KBMI 2 di BIFA 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:02

Harga Minyak WTI Berpotensi Melemah, Pasar Waspadai Risiko Geopolitik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:02

Dupoin Futures Analisis Prospek Emas, Support US$4.146 Jadi Level Kunci

Berita Terbaru