Peluang di Balik Pelemahan Rupiah: Investasi Kripto Tetap Menarik - Koran Mandalika

Peluang di Balik Pelemahan Rupiah: Investasi Kripto Tetap Menarik

Kamis, 27 Maret 2025 - 14:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 27 Maret 2025 – Nilai tukar Rupiah terus mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan Selasa (25/3), Rupiah menyentuh level Rp 16.600 per dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, mengingat pelemahan Rupiah yang cukup dalam juga pernah terjadi pada krisis ekonomi 1998.

Pelemahan Rupiah dapat memengaruhi berbagai sektor ekonomi, termasuk inflasi, ketidakpastian pasar, dan kenaikan harga barang serta jasa. Selain itu, nilai investasi dalam beberapa instrumen juga dapat terdampak. Meskipun demikian, dalam kondisi ini, masyarakat sebaiknya tetap berinvestasi secara bijak.

Chief Marketing Officer (CMO) Tokocrypto, Wan Iqbal, menyarankan masyarakat yang memiliki dana lebih untuk tetap melakukan investasi. Ia menilai bahwa di tengah pelemahan rupiah dan ketidakstabilan ekonomi, investasi yang tepat justru dapat menjadi cara untuk melindungi nilai aset dan bahkan mencari potensi keuntungan. Ia menekankan pentingnya riset mendalam dan pemilihan instrumen investasi yang resilien terhadap fluktuasi mata uang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Investasi adalah langkah strategis dalam menghadapi gejolak ekonomi. Yang paling penting adalah memilih instrumen investasi yang aman, legal di Indonesia, serta sesuai dengan profil risiko masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga :  Panduan Sistem Pajak Terbaru Indonesia: NIK, NPWP 16-Digit dan NITKU Dijelaskan

Salah satu instrumen yang bisa menjadi pilihan adalah aset kripto. Iqbal menjelaskan bahwa kripto memiliki karakteristik tertentu yang membuatnya lebih tahan terhadap penurunan daya beli uang. Salah satu contohnya adalah stablecoin seperti USDT (Tether), yang nilainya dipatok terhadap dolar AS. 

“Dengan berinvestasi dalam USDT, investor dapat menjaga nilai aset mereka agar tidak tergerus inflasi, terutama di negara yang mengalami depresiasi mata uang lokal. Stablecoin ini memberikan stabilitas yang lebih tinggi dibandingkan aset kripto lain yang lebih volatil, sehingga cocok bagi investor yang ingin mempertahankan daya beli tanpa harus menghadapi fluktuasi harga yang ekstrem,” jelas Iqbal.

Pertumbuhan Investasi Bitcoin

Chief Marketing Officer (CMO) Tokocrypto, Wan Iqbal. Sumber: Tokocrypto.

Di sisi lain, bagi investor yang mencari keuntungan lebih tinggi, Bitcoin bisa menjadi pilihan karena sifatnya yang memiliki suplai terbatas. Dengan meningkatnya permintaan dan adopsi, harga Bitcoin cenderung mengalami apresiasi dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Siap-Siap, RAN akan Meriahkan SRIBUFEST 2024! Cek Detail dan Jadwalnya di Sini

Sebagai contoh, dalam beberapa tahun terakhir, Bitcoin telah menunjukkan kenaikan yang jauh melampaui tingkat inflasi. Pada tahun 2020, harga Bitcoin masih berada di kisaran $10.000, namun pada 2021 melonjak hingga lebih dari $60.000. Hal ini menunjukkan bahwa investasi Bitcoin tidak hanya dapat mengimbangi inflasi, tetapi juga berpotensi memberikan keuntungan yang signifikan bagi investor yang bersedia menghadapi volatilitasnya.

Iqbal menambahkan bahwa saat ini merupakan momen yang tepat untuk membeli aset kripto karena beberapa aset masih bergerak stabil dan belum mengalami lonjakan harga yang signifikan. “Dengan strategi yang tepat, investor bisa memanfaatkan momentum ini untuk meraih keuntungan di masa depan,” katanya.

Di tengah momentum Idul Fitri, masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dalam mengelola Tunjangan Hari Raya (THR). “Sebagian dari THR bisa dialokasikan untuk investasi, baik di aset kripto maupun instrumen lain yang sesuai dengan profil risiko. Dengan begitu, kita tidak hanya membelanjakan dana, tetapi juga merencanakan keuangan dengan lebih baik untuk masa depan,” tutup Iqbal.

Berita Terkait

Peran Indikator dalam Membaca Sinyal Trading di Platform Digital
Mudik Aman dan Nyaman Bersama Keluarga di Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Dengan Asuransi dari BRI Life
Dukung Mudik Sehat 2026, Divre III Palembang Sediakan Layanan Kesehatan Gratis dan Poskesrikkes Siaga
KAI Salurkan 580 Paket Sembako melalui TJSL sebagai Bentuk Kepedulian terhadap Pekerja Pendukung Layanan
BRI Region 6 Jakarta 1 Gelar Onboarding Pekerja Tahap 2 Tahun 2026, Dihadiri Jajaran Manajemen dan Pekerja Region 6 serta Unit Kerja Supervisi
KAI Logistik Operasikan Container Yard 2 Merapi , Perkuat Akselerasi Distribusi Energi Nasional hingga 3 Juta Ton per Tahun
BRI Region 6 Jakarta 1 Gelar Acara Halal Bihalal bersama jajaran Manajemen dan seluruh BRIliaN Region 6
Bittime Catatkan Kenaikan Nilai Aset Bitcoin hingga 3,21% Pasca De-eskalasi Geopolitik Timur Tengah

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 16:00

Peran Indikator dalam Membaca Sinyal Trading di Platform Digital

Rabu, 25 Maret 2026 - 15:00

Mudik Aman dan Nyaman Bersama Keluarga di Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Dengan Asuransi dari BRI Life

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:00

Dukung Mudik Sehat 2026, Divre III Palembang Sediakan Layanan Kesehatan Gratis dan Poskesrikkes Siaga

Rabu, 25 Maret 2026 - 12:00

KAI Salurkan 580 Paket Sembako melalui TJSL sebagai Bentuk Kepedulian terhadap Pekerja Pendukung Layanan

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:00

BRI Region 6 Jakarta 1 Gelar Onboarding Pekerja Tahap 2 Tahun 2026, Dihadiri Jajaran Manajemen dan Pekerja Region 6 serta Unit Kerja Supervisi

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:00

BRI Region 6 Jakarta 1 Gelar Acara Halal Bihalal bersama jajaran Manajemen dan seluruh BRIliaN Region 6

Selasa, 24 Maret 2026 - 20:00

Bittime Catatkan Kenaikan Nilai Aset Bitcoin hingga 3,21% Pasca De-eskalasi Geopolitik Timur Tengah

Selasa, 24 Maret 2026 - 19:00

KA Siliwangi Jadi Primadona Lebaran 2026, Okupansi Tembus 201% di Lintas Cipatat–Sukabumi

Berita Terbaru