Peluang Kripto Belum Habis, tapi Cara Mainnya Sudah Berubah - Koran Mandalika

Peluang Kripto Belum Habis, tapi Cara Mainnya Sudah Berubah

Minggu, 27 September 2026 - 12:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 25 September 2026 – Industri aset kripto dinilai tengah memasuki fase yang lebih matang, seiring berkembangnya regulasi, produk investasi institusional, hingga tokenisasi aset tradisional. Perubahan ini menjadi salah satu topik utama dalam fireside session bertajuk “Crypto for Beginners: Exploring the Future of Finance” di ajang BINUS Crypto Week 2026, yang mempertemukan Founder Crypstock, Andy Lynn, dan CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis.

Dalam diskusi tersebut, Yudho menilai prospek industri kripto masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Ia menyoroti kapitalisasi pasar kripto global yang masih relatif kecil jika dibandingkan dengan pasar aset tradisional seperti saham global.

“Kalau kita melihat crypto market secara keseluruhan, skalanya masih jauh lebih kecil dibandingkan traditional equity market. Artinya, ruang pertumbuhannya masih ada. Tetapi fase berikutnya kemungkinan akan berbeda dengan periode sebelumnya, karena industrinya juga sudah semakin matang,” kata Yudho.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, perkembangan regulasi menjadi salah satu faktor penting yang dapat mendorong pertumbuhan industri ke depan. Kehadiran produk seperti spot crypto ETF, berkembangnya penggunaan aset digital untuk pembayaran, serta kemungkinan semakin luasnya instrumen investasi berbasis kripto menunjukkan bahwa aset digital mulai masuk lebih dalam ke sistem keuangan konvensional.

Yudho juga menyoroti tokenisasi sebagai salah satu perkembangan yang berpotensi mempertemukan dunia aset tradisional dengan teknologi blockchain.

“Tokenisasi menurut saya akan menjadi salah satu bagian penting dari masa depan industri ini. Traditional market juga akan terus bertumbuh, tetapi teknologi blockchain membuka cara baru bagaimana aset bisa diterbitkan, diperdagangkan, dan diakses oleh investor,” jelasnya.

Baca Juga :  Viufinder Hadirkan Real-Time Photography Services Pertama di Indonesia

Bukan Lagi Sekadar Mengejar Keuntungan Cepat

Diskusi turut menyoroti perubahan karakter pasar kripto, terutama pergerakan Bitcoin dalam beberapa tahun terakhir. Jika pada fase awal industri banyak investor masuk karena mengejar kenaikan harga dalam waktu singkat, Yudho menilai pendekatan tersebut perlu berubah seiring semakin matangnya pasar.

“Future of crypto bukan lagi sekadar soal get rich quick. Peluang tetap ada, tetapi mungkin tidak akan semasif atau sesederhana siklus sebelumnya. Investor perlu lebih memahami fundamental, teknologi, regulasi, dan bagaimana industri ini berkembang dalam jangka panjang,” ujar Yudho.

Ia menambahkan bahwa mereka yang ingin bertahan di industri aset digital perlu memiliki perspektif jangka panjang.

“Stay for the long game. Karena kita sekarang berada di fase baru industri. Banyak hal yang sedang dibangun dan mungkin dampaknya baru benar-benar terlihat dalam beberapa tahun ke depan,” tambahnya.

Pandangan mengenai pentingnya memahami perubahan siklus pasar juga menjadi salah satu tema yang sebelumnya banyak dibawa Andy Crypstock dalam diskusi komunitasnya. Dalam agenda AMA bersama FLOQ sebelumnya, Andy membahas bagaimana perubahan sentimen, capital rotation, market cycle, hingga risk management semakin penting untuk memahami peluang di pasar kripto yang terus berubah. 

Dalam konteks tersebut, investor dinilai perlu semakin selektif dalam melihat peluang. Strategi maupun narasi yang bekerja pada satu siklus pasar belum tentu menghasilkan pola yang sama pada siklus berikutnya. Andy juga menekankan pentingnya memahami pergerakan modal di antara berbagai segmen pasar, termasuk aset utama, altcoin, hingga aset dengan kapitalisasi yang lebih kecil.

Baca Juga :  Gapeka 2025, Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Perkeretaapian Sesuai Astacita

Edukasi Jadi Fondasi Adopsi

Kehadiran FLOQ dan Crypstock di BINUS Crypto Week 2026 juga menegaskan pentingnya edukasi, terutama bagi generasi muda yang mulai mengenal aset digital sebagai bagian dari perkembangan industri keuangan.

Bagi Yudho, semakin luasnya adopsi tidak cukup hanya didukung oleh bertambahnya produk maupun akses terhadap aset kripto. Pemahaman mengenai risiko, teknologi, dan dinamika pasar juga harus berkembang bersamaan.

“Semakin mature industrinya, semakin penting juga kualitas investornya. Bukan hanya tahu bagaimana membeli aset, tetapi memahami apa yang mereka beli, risikonya, dan apa yang sebenarnya sedang dibangun oleh industri ini,” jelasnya.

Melalui sesi tersebut, FLOQ dan Crypstock mendorong generasi muda untuk melihat aset kripto tidak semata sebagai instrumen spekulatif, tetapi sebagai bagian dari transformasi teknologi dan sistem keuangan yang terus berkembang.

Dengan regulasi yang semakin terbentuk, berkembangnya produk institusional, serta munculnya inovasi seperti tokenisasi aset, fase berikutnya dari industri kripto diperkirakan akan lebih banyak ditentukan oleh utilitas dan integrasinya dengan sektor keuangan yang lebih luas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir
Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026
Dorong UMKM Naik Kelas, Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026
Sanct Social Buka Booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” SMA Tarakanita 2 pada Sabtu 18 Oktober: Supaya Teman Baru dari Lapangan Tidak Hilang Setelah Acara Usai
5 Hal Tidak Terduga yang Terjadi ketika Sedang Liburan ke Luar Negeri
KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 56ribu Wisatawan Mancanegara pada Januari–Agustus 2026
Sebelum Jual Emas Perhiasan atau Logam Mulia, Pandai Emas Ingatkan 7 Hal yang Perlu Dicek
Kemendag dan Nestlé Indonesia Teken MoU Dorong Ekspor dari Hulu di TEI 2026

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:47

Lewat Program CERAH, NTB Perluas Akses Kesehatan bagi Penyandang Disabilitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:40

Pariwisata Ramah Muslim, NTB Konsisten di Tiga Besar Nasional

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:05

Akhir 2026, BPR NTB Ditargetkan Resmi Berbasis Syariah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:11

Gubernur NTB Tekankan Soliditas KONI, Mohan Roliskana Terpilih

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:07

Mohan Roliskana Rebut Kursi Ketua KONI NTB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:02

Resmi Kenalkan Ketua Baru, PAN NTB Langsung Bidik Target Besar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:44

MotoGP Mandalika: Kerugian Perusahaan dan Dampak Ekonomi adalah Dua Hal Berbeda

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:21

275 PMI NTB Dideportasi, Muazzim Akbar Ungkap 3 Penyebab Utama

Berita Terbaru