Pemerintah Indonesia Berkolaborasi dengan THE untuk Menyelenggarakan Kongres Keberlanjutan Global di Tengah Sorotan Dunia untuk Asia Tenggara - Koran Mandalika

Pemerintah Indonesia Berkolaborasi dengan THE untuk Menyelenggarakan Kongres Keberlanjutan Global di Tengah Sorotan Dunia untuk Asia Tenggara

Kamis, 26 Maret 2026 - 13:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

https://www.gsdcongress.com/2026

UNTUK SEGERA DITERBITKAN 

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Indonesia Berkolaborasi dengan THE untuk Menyelenggarakan Kongres Keberlanjutan Global di Tengah Sorotan Dunia untuk Asia Tenggara 

 

25 Maret 2026: JAKARTA, Indonesia – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) resmi bergabung sebagai co-host untuk Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026. Hal ini merupakan perkembangan penting bagi kawasan Asia Tenggara. 

 

Dengan adanya kemitraan tersebut, Kongres yang akan digelar di Jakarta ini tidak hanya berfungsi sebagai forum pertukaran ide, tetapi juga sebagai pusat pengambilan keputusan global. Dalam acara yang digelar pada 2026 ini, Pemerintah Indonesia dan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) akan memainkan peran penting. Acara ini akan menjadi platform utama yang mempertemukan kebijakan nasional dan inovasi global untuk mendorong langkah berikutnya dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). 

 

“Di tengah peran Indonesia dalam memimpin upaya kawasan menuju masa depan yang lebih tangguh, kami merasa terhormat dapat menjadi tuan rumah bagi forum yang mencerminkan kompleksitas SDGs secara nyata. Upaya mencapai keberlanjutan tidak bisa dilakukan oleh satu sektor saja. Dibutuhkan kolaborasi erat antara pembuat kebijakan, pimpinan perusahaan global, peneliti akademik, dan organisasi masyarakat sipil. Dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan ini di Jakarta, kami ingin menjembatani kesenjangan antara rencana strategis dan implementasi nyata di lapangan. Dengan kemitraan ini, solusi yang dihasilkan diharapkan memiliki dukungan politik, pendanaan, serta kepercayaan Masyarakat untuk membawa dampak nyata di tingkat lokal,” ujar Rachmat Pambudy, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia. 

 

Yemi Adeshiyan, Managing Director GSDC, menambahkan, “Keterlibatan Pemerintah Indonesia sebagai co-host menjadi pendorong penting bagi kawasan ini. Dengan menjadikan Asia Tenggara sebagai pusat penyelenggaraan Kongres dan bekerja langsung dengan sistem perencanaan nasional, kami memastikan bahwa solusi yang lahir dari Jakarta memiliki kekuatan strategis dan politik untuk memberi pengaruh nyata terhadap Agenda Global 2030. Kemitraan ini juga mempertemukan keahlian akademik global dengan implementasi kebijakan di tingkat negara.” 

Baca Juga :  DJKA dan KAI Rampcheck LRT Jabodebek Pastikan Kesiapan Angkutan Nataru 2025/2026

 

Asia-Pacific Sustainable Business Summit Perdana: Menjembatani Kebijakan dan Dunia Usaha 

 

Salah satu sorotan utama dalam program tahun 2026 adalah peluncuran Asia-Pacific Sustainable Business Summit yang pertama. Diselenggarakan bersamaan dengan Kongres utama, forum tingkat tinggi ini akan membahas berbagai isu penting yang membentuk arah bisnis berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik. Topik yang dibahas mencakup transisi energi, pembiayaan berkelanjutan, rantai pasok, ekonomi sirkular, infrastruktur digital, hingga pengembangan kapasitas tenaga kerja. Sejumlah perusahaan dan institusi global dijadwalkan berpartisipasi, di antaranya Coca-Cola, TikTok, dan IBM, bersama European Investment Bank, Danantara Indonesia, serta UN Global Compact. 

 

Kepemimpinan dalam Pendidikan dan FilantropiKongres ini juga akan menghadirkan berbagai tokoh pengambil keputusan, termasuk para Menteri Pendidikan dari kawasan Asia Tenggara. Selain itu, Tan Sri Dr. Jeffrey Cheah, pendiri sekaligus Chairman Sunway Group, juga akan turut hadir. Komitmen filantropinya dalam mendukung pendidikan berkualitas telah menjadi salah satu fondasi penting bagi gerakan SDG di kawasan. 

Baca Juga :  Musikala Mengubah Fobia Menjadi Karya Single Perdana

 

Mengenai acara ini, Tan Sri Dr. Jeffrey Cheah menyampaikan, “Pendidikan berkualitas dan pembangunan berkelanjutan merupakan dua pilar utama bagi masa depan yang tangguh. GSDC menjadi ruang pertemuan penting untuk menggerakkan dunia akademik, pemerintah, dan sektor swasta dari sekadar ambisi menjadi tindakan nyata yang terukur. Saya bersama Sunway University merasa terhormat dapat ikut berkontribusi dalam upaya memberdayakan generasi masa depan.” 

Agenda Global 2026 

Pada 22–25 Juni 2026, Kongres utama bersama Asia-Pacific Sustainable Business Summit akan mempertemukan sekitar 5.000 pemimpin dari berbagai sektor untuk membahas enam pilar transformasi: Kota dan Komunitas, Pendidikan, Gender dan Ketimpangan, Lingkungan, Ekonomi Sirkular dan Material, Dekarbonisasi dan Energi, serta Rantai Pasok dan Sumber Daya. 

Acara ini juga akan menampilkan pengumuman global secara langsung untuk THE’s Impact Rankings 2026, yang merupakan kerangka penilaian terkemuka di dunia untuk mengukur kontribusi universitas terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB. 

Home | Global Sustainable Development Congress 2026

 

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

KAI Daop 2 Bandung Catat Kenaikan 19,9% Penumpang KA Jarak Jauh pada Triwulan I 2026, Maret Jadi Puncak Tertinggi
Partner Day Doctor Web di Jakarta: Membuka Peluang Baru dalam Kerja Sama Keamanan Siber
RSJPD Harapan Kita – Tokushukai Capai Topping Off, PTPP Hadirkan Smart Hospital Berteknologi Tinggi
Dukung Ekosistem Makan Bergizi Gratis, Krakatau Steel dan Kemendes PDT Bangun Desa Tematik
Setelah Wilayah Jakarta Barat, PAM JAYA dan TP PKK DKI Jakarta Bagi Toren Air Gratis kepada Masyarakat Jakarta Utara
Pentingnya Menjaga Eksistensi Industri Mineral, Ini Buktinya
Bittime Luncurkan Kampanye Mining Points 2.0 di Tengah Volatilitas Pasar dan Lonjakan Perdagangan USDT/IDR
KAI Logistik Kelola 3,6 Juta Ton Barang di TW 1 dengan Peningkatan 24% pada Angkutan Peti Kemas

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 00:00

KAI Daop 2 Bandung Catat Kenaikan 19,9% Penumpang KA Jarak Jauh pada Triwulan I 2026, Maret Jadi Puncak Tertinggi

Kamis, 16 April 2026 - 22:00

Partner Day Doctor Web di Jakarta: Membuka Peluang Baru dalam Kerja Sama Keamanan Siber

Kamis, 16 April 2026 - 20:00

RSJPD Harapan Kita – Tokushukai Capai Topping Off, PTPP Hadirkan Smart Hospital Berteknologi Tinggi

Kamis, 16 April 2026 - 19:00

Dukung Ekosistem Makan Bergizi Gratis, Krakatau Steel dan Kemendes PDT Bangun Desa Tematik

Kamis, 16 April 2026 - 18:00

Pentingnya Menjaga Eksistensi Industri Mineral, Ini Buktinya

Kamis, 16 April 2026 - 18:00

Bittime Luncurkan Kampanye Mining Points 2.0 di Tengah Volatilitas Pasar dan Lonjakan Perdagangan USDT/IDR

Kamis, 16 April 2026 - 18:00

KAI Logistik Kelola 3,6 Juta Ton Barang di TW 1 dengan Peningkatan 24% pada Angkutan Peti Kemas

Kamis, 16 April 2026 - 17:00

Kualitas Portofolio Terjaga, BRI Finance Catat NPF 2,23% per Februari 2026

Berita Terbaru