Pemilu AS dan Inflasi Bikin Harga Bitcoin Tembus Level Baru! - Koran Mandalika

Pemilu AS dan Inflasi Bikin Harga Bitcoin Tembus Level Baru!

Kamis, 31 Oktober 2024 - 14:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menjelang Pemilu AS pada November mendatang, pasar Bitcoin menunjukkan tanda-tanda masuk ke dalam bullish trend yang diprediksi dapat terus meningkat.

Matthew Sigel, Kepala Riset Aset Digital di VanEck, menyebutkan bahwa kondisi saat ini memiliki kemiripan dengan tren di tahun 2020, di mana Bitcoin mengalami lonjakan signifikan setelah hasil pemilu diumumkan.

Pemilu AS dan Efeknya pada Bitcoin

Dalam satu tahun terakhir, kurs 1 Bitcoin sudah mengalami kenaikan hampir 100%. Menurut Sigel, kemungkinan kemenangan Donald Trump—yang memiliki visi menjadikan Amerika Serikat sebagai pusat kripto dunia—telah membawa harapan baru bagi pasar kripto. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, di beberapa platform taruhan seperti Polymarket dan Kalshi, peluang Trump untuk menang diperkirakan antara 62% hingga 66% di akhir Oktober.

Optimisme ini memicu harapan bahwa kemenangan Trump akan membawa sentimen positif untuk Bitcoin dan market kripto secara umum, sehingga mendorong terjadinya bullish trend yang lebih kuat.

Baca Juga :  Siapa Pemilik Bitcoin Terbanyak di Dunia? Ini Negara dan Perusahaan dengan Koleksi Terbesar!

Inflasi Global Jadi Faktor Pendukung Bitcoin Bullish

Tidak hanya faktor politik, kondisi ekonomi global juga turut mendorong peningkatan harga Bitcoin. Paul Tudor Jones, manajer hedge fund ternama, berpendapat bahwa di tengah inflasi yang tinggi, aset seperti Bitcoin, emas, dan komoditas lainnya dapat menjadi instrumen yang lebih menarik dibandingkan obligasi.

Jones menekankan bahwa di era inflasi tinggi, aset digital seperti Bitcoin bisa menjadi pilihan utama karena sifatnya sebagai store of value atau lindung nilai terhadap penurunan nilai mata uang fiat. Hal ini semakin memperkuat narasi bahwa Bitcoin memiliki peran penting dalam menjaga nilai di tengah ketidakpastian ekonomi.

Prediksi Harga Bitcoin di Masa Depan: Capai $3 Juta pada Tahun 2050?

Sigel juga memprediksi bahwa BTC memiliki potensi mencapai harga sekitar $3 juta per koin pada tahun 2050 jika bullish trend berlanjut. Prediksi ini didasarkan pada asumsi bahwa di masa depan, Bitcoin dapat menjadi aset cadangan global bagi bank sentral dan digunakan dalam perdagangan internasional.

Baca Juga :  Visi India tentang Indo-Pasifik: Menjaga Stabilitas Maritim dan Mendorong Kemakmuran Bersama

Menurut Sigel, bila Bitcoin mendapatkan alokasi kecil sebesar 2% dalam cadangan global bank sentral, harga fantastis tersebut mungkin saja tercapai.

Potensi Bullish Bitcoin yang Berkelanjutan

Dengan adanya kombinasi dari faktor politik, inflasi global, serta dukungan dari investor institusional, Bitcoin memiliki peluang besar untuk terus berada dalam bullish trend dalam jangka panjang. Terlepas dari hasil pemilu, banyak analis meyakini bahwa Bitcoin akan terus menarik perhatian sebagai aset pelindung nilai dan alat pembayaran di masa depan.

Momentum ini bisa menjadi waktu yang tepat bagi para investor untuk mempertimbangkan beli Bitcoin sebagai bagian dari portofolio mereka, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi yang semakin meningkat. Kamu bisa register Bittime sekarang untuk mulai perjalanan investasi Bitcoin dan aset kripto lainnya dengan aman dan nyaman. 

Berita Terkait

Work from Hotel Jadi Alternatif Baru Bagi Profesional di Jakarta
Bittime Catatkan Lonjakan Bitcoin (BTC) Hingga 4,8%, Menyusul Peningkatan Trading Volume USDT/IDR dalam Sepekan
MMA Creative Summit Indonesia 2026 Perkuat Kolaborasi Pemimpin Kreatif dan Bisnis Tanah Air
Konsisten Dorong Inovasi Digital Perbankan, Bank Raya Kembali Raih Penghargaan Indonesia Digital Innovation Awards (IDIA) 2026
Pengajian Rutin di Jackone Hall, Pekerja BRI Region 6 Perdalam Pemahaman Ibadah
Trading Tanpa Delay, Trader Ini Akui Aplikasi HSB Investasi Stabil
Dari Premium ke Fungsional, BRI Finance Tangkap Arah Baru Konsumen Otomotif
Saat AI Tak Bisa Berdiri Sendiri: BINUS Kukuhkan Prof. Tanty Oktavia, Soroti Pentingnya Human–AI Collaboration

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 09:00

Work from Hotel Jadi Alternatif Baru Bagi Profesional di Jakarta

Selasa, 14 April 2026 - 21:00

Bittime Catatkan Lonjakan Bitcoin (BTC) Hingga 4,8%, Menyusul Peningkatan Trading Volume USDT/IDR dalam Sepekan

Selasa, 14 April 2026 - 18:00

MMA Creative Summit Indonesia 2026 Perkuat Kolaborasi Pemimpin Kreatif dan Bisnis Tanah Air

Selasa, 14 April 2026 - 18:00

Konsisten Dorong Inovasi Digital Perbankan, Bank Raya Kembali Raih Penghargaan Indonesia Digital Innovation Awards (IDIA) 2026

Selasa, 14 April 2026 - 17:00

Trading Tanpa Delay, Trader Ini Akui Aplikasi HSB Investasi Stabil

Selasa, 14 April 2026 - 17:00

Dari Premium ke Fungsional, BRI Finance Tangkap Arah Baru Konsumen Otomotif

Selasa, 14 April 2026 - 16:00

Saat AI Tak Bisa Berdiri Sendiri: BINUS Kukuhkan Prof. Tanty Oktavia, Soroti Pentingnya Human–AI Collaboration

Selasa, 14 April 2026 - 16:00

Tancap Gas di Awal 2026, BRI Finance Catatkan Penyaluran Pembiayaan Melonjak 131,53%

Berita Terbaru