Pemprov NTB Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, PPID OPD Diminta Tingkatkan Layanan - Koran Mandalika

Pemprov NTB Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, PPID OPD Diminta Tingkatkan Layanan

Selasa, 29 September 2026 - 12:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat keterbukaan informasi publik melalui peningkatan kualitas tata kelola dan pelayanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) pada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Abul Chair, Ak., menegaskan bahwa proses pengelolaan dan penyampaian informasi publik bukanlah pekerjaan sederhana. Setiap informasi yang berkaitan dengan program dan kebijakan pemerintah harus disampaikan secara teliti, akurat, dan berdasarkan kepastian data.

“Proses yang dijalankan di PPID OPD bukan sesuatu yang mudah. Dalam menyampaikan informasi terkait program, dibutuhkan ketelitian dan kepastian,” ujar Abul Chair saat menerima Audiensi KI NTB (Ruang Rapat Sekda, 29/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, keterbukaan informasi publik juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Masyarakat memiliki peran penting dalam mengawal penyelenggaraan pemerintahan agar berjalan secara transparan dan akuntabel.

Abul Chair juga mengapresiasi langkah Komisi Informasi (KI) Provinsi NTB dalam mengawal pelaksanaan keterbukaan informasi di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB.

“Langkah yang dilakukan KI NTB dalam mengawal keterbukaan informasi sangat baik. Selain banyak sengketa informasi yang diselesaikan, KI juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan haknya untuk tahu,” katanya.

Sementara itu, Ketua KI Provinsi NTB, Sahnam, S.H., menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2026 KI NTB telah menangani hampir 27 kasus sengketa informasi.

Menurut Sahnam, peningkatan kualitas layanan PPID menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya sengketa sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan informasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Baca Juga :  OJK Tetapkan 10 Nama Calon Direksi-Komisaris Bank NTB Syariah

“Perbaikan layanan PPID perlu terus dilakukan, terutama dalam memberikan informasi berdasarkan SOP yang telah ditetapkan,” ujar Sahnam.

Ia menjelaskan, setiap permintaan informasi dari masyarakat harus mengikuti mekanisme yang berlaku pada PPID masing-masing OPD. Dalam pelaksanaannya, PPID OPD juga dapat melakukan konsultasi dengan KI NTB apabila menghadapi persoalan terkait keterbukaan informasi.

Ke depan, Sahnam berharap peran KI NTB dapat semakin diperkuat, tidak hanya dalam penyelesaian sengketa, tetapi juga dalam pembinaan PPID OPD.

“Harapannya, KI dapat menjadi bagian dari pembinaan PPID OPD, selain PPID Utama, sehingga pelaksanaan keterbukaan informasi dapat semakin tertata,” jelasnya.

Wakil Ketua KI Provinsi NTB, Sansuri, S.Pt., M.M., C.Med., menyampaikan bahwa secara nasional Provinsi NTB berada pada kelompok daerah dengan capaian keterbukaan informasi yang baik.

Menurut Sansuri, posisi Sekda NTB juga strategis dalam penguatan tata kelola PPID karena Sekda merupakan atasan langsung PPID Utama Pemerintah Provinsi NTB.

“Sekda merupakan atasan langsung PPID Utama Pemprov NTB. Karena itu, penguatan koordinasi dan pembinaan PPID menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas keterbukaan informasi publik,” jelasnya.

Sansuri mengungkapkan, saat ini permintaan informasi yang banyak ditangani KI NTB antara lain berkaitan dengan kontrak proyek, pengadaan barang dan jasa, Anggaran Dana Desa, serta Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang berada pada sejumlah OPD.

Khusus informasi mengenai DBHCHT, lanjutnya, permintaan banyak berkaitan dengan aktivitas advokasi organisasi masyarakat sipil, termasuk persoalan tenaga kerja. Permintaan tersebut kemudian menjadi salah satu isu yang cukup banyak ditangani dalam sengketa informasi di KI NTB.

Baca Juga :  Pemprov NTB dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026

Sansuri menjelaskan, KI NTB memiliki kewenangan untuk melakukan pengukuran kepatuhan Badan Publik terhadap pelaksanaan UU keterbukaan informasi publik diseluruh badan publik di seluruh NTB. Pengukuran dilakukan melalui mekanisme e-Monev dengan indikator yang mengacu pada ketentuan Komisi Informasi Pusat.

Menurut Sansuri, hasil evaluasi tersebut menjadi bahan penting bagi Pemerintah Provinsi NTB untuk mengidentifikasi OPD yang telah memenuhi standar keterbukaan maupun OPD yang masih menghadapi kendala dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat.

“Yang perlu kita lihat ke depan adalah OPD mana yang belum informatif dan apa kendala yang dihadapi. Ukurannya berdasarkan e-Monev dengan indikator layanan dan dokumen badan publik sesuai ketentuan KI Pusat,” terangnya.

Pemprov NTB terus mendorong penguatan PPID sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Keterbukaan informasi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kewajiban administratif, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap informasi publik sesuai ketentuan.

Sinergi antara PPID Utama, PPID OPD, KI NTB, serta masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat sehingga pelayanan informasi publik di lingkungan Pemprov NTB semakin tertib, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dengan capaian tersebut, evaluasi terhadap OPD yang belum informatif akan menjadi bagian dari langkah perbaikan berkelanjutan untuk memperkuat budaya keterbukaan informasi publik di Provinsi NTB. (*)

Berita Terkait

DPRD Loteng Koreksi Anggaran Jalan Sekolah Rakyat, Beda Pandangan dengan Pemkab
Warga Mataram Terjebak Kerja Scammer di Myanmar, Disnakertrans NTB: Korban Aman
Karhutla Setampol Meluas, Tambah Daftar Kebakaran TNGR Sepanjang 2026
Uma Lengge Jadi Ikon Paviliun NTB di KRIYANUSA 2026
Perubahan APBD Loteng 2026 Disepakati, Pendapatan Daerah Naik Rp128 Miliar
Hilirisasi Digenjot, Komoditas NTB Disiapkan Tembus Pasar Global
PMI Nonprosedural Jadi PR Besar NTB, Malaysia Paling Banyak
Wagub NTB: Sekolah Harus Jadi Ruang Aman, Bukan Tempat Kekerasan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 12:02

Igloo dan DANA Luncurkan Perlindungan Hujan Parametrik All-in-One Pertama di Industri untuk Masyarakat Indonesia

Selasa, 29 September 2026 - 12:02

Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism BINUS UNIVERSITY Perluas Pengalaman Global Mahasiswa melalui ASEAN Symposium on Higher Education 2026

Selasa, 29 September 2026 - 12:02

Produk Prima dari Pabrik hingga Proyek, Waskita Beton Precast Pastikan Mutu Produk Spun Pile untuk Proyek Tangguhh UCC Onshore Project di Papua

Selasa, 29 September 2026 - 11:02

PURANA Mendefinisikan Ulang Kemewahan Sirkular: ‘Renjana Perca’ Menandai 17 Tahun Warisan dan Inovasi Berkelanjutan

Selasa, 29 September 2026 - 11:02

Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026

Selasa, 29 September 2026 - 11:02

USDJPY Berpotensi Melemah ke 156.598, Ini Analisis Dupoin Futures

Selasa, 29 September 2026 - 11:02

Harga Minyak WTI Berpotensi Melemah, Dupoin Futures Soroti Level 88.67

Selasa, 29 September 2026 - 11:02

Harga Emas Berpotensi Rebound, Dupoin Futures Soroti Level 4.111

Berita Terbaru