Pendidikan Layak Menuju Kampus Impian - Koran Mandalika

Pendidikan Layak Menuju Kampus Impian

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pagi di Asrama Pemali Boarding School selalu dimulai lebih awal. Sejumlah siswa sudah bangun sebelum matahari terbit, merapikan tempat tidur, bersiap mengikuti kegiatan pagi, sebelum benar-benar berangkat ke sekolah untuk mengikuti pelajaran akademik.

Bagi mereka, rutinitas bangun pagi ini menjadi kewajiban yang diberikan contoh dengan sangat baik dari para seniornya. Kelak, kebiasaan menjadi modal bagi mereka untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya di kampung halaman.

Di lingkungan asrama, para siswa mendapatkan ruang dan kesempatan untuk belajar dan berkembang lebih baik. Melalui program sekolah berasrama berbasis beasiswa, anak-anak peserta didik yang berasal dari keluarga buruh harian, nelayan, hingga pekerja serabutan kini memiliki akses pada pendidikan yang sebelumnya sulit dijangkau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program Pemali Boarding School yang didukung PT Timah, anggota holding industri pertambangan MIND ID, telah berjalan sejak tahun 2000 dan menjangkau wilayah Bangka Belitung, Karimun, hingga Meranti. Hingga kini, sekitar 952 alumni telah merasakan manfaat program tersebut.

Di balik angka tersebut, Kepala Asrama Pemali Boarding School, Ulul, menyampaikan bahwa mayoritas siswa berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.

“Banyak orang tua yang awalnya ragu karena keterbatasan biaya. Mereka tidak membayangkan anaknya bisa mendapatkan fasilitas pendidikan seperti ini,” ujar Ulul.

Baca Juga :  Paviliun Indonesia Debut di INNOPROM 2026, Perkuat Diplomasi Industri di Pasar Rusia dan Eurasia

Namun, setelah memahami bahwa program ini memberikan dukungan penuh, dari perusahaan, mulai dari pendidikan hingga berbagai program pembinaan, para orang tua justru menjadi pihak yang paling mendorong anak-anaknya untuk mengikuti seleksi.

Alhasil, setiap tahun sebanyak 36 siswa terpilih mendapatkan beasiswa penuh dan tinggal di asrama selama menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Pemali. Proses seleksi dilakukan melalui asesmen akademik dan psikologi bekerja sama dengan tim dari Universitas Padjadjaran.

Ulul menegaskan bahwa pembinaan di asrama tidak hanya berfokus pada akademik. Para siswa juga dibekali keterampilan seperti public speaking, pengelolaan media sosial, serta penguatan karakter dan kepemimpinan.

Pembinaan ini dilakukan secara rutin untuk membantu siswa menghadapi tantangan di luar sekolah, baik di dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

“Yang kita bangun bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga kepercayaan diri dan cara mereka melihat masa depan,” ujarnya.

Dampak program ini mulai terlihat dari capaian para siswa. Tahun ini, sebanyak 20 siswa berhasil lolos ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi, sementara siswa lainnya masih menjalani proses seleksi melalui jalur tes. Para siswa juga mencatatkan prestasi dalam lomba debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris di tingkat Kabupaten Bangka.

Baca Juga :  KAI Bandara Edukasi Puluhan Ribu Masyarakat Melalui Program Edutrain Hingga Juni Tahun 2026

Di samping itu, dampak yang lebih krusial justru terlihat dalam jangka panjang. Banyak alumni yang melanjutkan pendidikan atau telah bekerja, dan perlahan mulai berkontribusi kembali di lingkungan sekitarnya.

“Mereka tidak hanya berubah secara pribadi, tetapi juga membawa pengaruh bagi keluarga dan komunitasnya. Itu yang paling terasa,” katanya.

Menurut Ulul, tantangan terbesar para siswa justru muncul pada masa awal adaptasi. Sebagian siswa belum pernah tinggal jauh dari orang tua dan harus menyesuaikan diri dengan pola belajar yang lebih disiplin.

“Namun, proses itulah yang membentuk mereka. Seiring waktu, para siswa mulai menunjukkan perubahan. Mereka yang semula pendiam menjadi lebih berani berbicara, lebih percaya diri, dan mampu mengikuti ritme belajar yang lebih terstruktur,” jelasnya.

Bagi anak-anak dari pesisir dan kawasan tambang, kesempatan ini bukan sekadar soal bersekolah.

Kesempatan ini menjadi titik awal yang membuka masa depan baru, untuk melanjutkan pendidikan, membantu keluarga, dan melihat masa depan dengan cara yang berbeda dari sebelumnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Metranet Dukung Program GENTING di Kota Pekalongan, Perkuat Sinergi dalam Upaya Pencegahan Stunting
Biaya WhatsApp Naik, Barantum Bagikan Strategi Hemat lewat Webinar
Trading di HSB Investasi Dapat Fasilitas Perlindungan Ekstra Dana Tanpa Potongan Biaya
Empat Pilihan Liburan di Bulan Oktober: Marclan International Hadirkan Penawaran Menginap di Bali, Samosir, dan Jakarta
Berbekal Psikologi dan Manajemen Risiko, Aryasatya Wishnutama Soroti Faktor Manusia dalam Bisnis Energi
Merasa Sehat? Belum Tentu Tulangmu Kuat Osteoporosis Bukan Cuma untuk Lansia
Bank Mandiri Taspen Raih Penghargaan Most Efficient Bank KBMI 2 di BIFA 2026
Harga Minyak WTI Berpotensi Melemah, Pasar Waspadai Risiko Geopolitik

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:02

Metranet Dukung Program GENTING di Kota Pekalongan, Perkuat Sinergi dalam Upaya Pencegahan Stunting

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:02

Biaya WhatsApp Naik, Barantum Bagikan Strategi Hemat lewat Webinar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:02

Trading di HSB Investasi Dapat Fasilitas Perlindungan Ekstra Dana Tanpa Potongan Biaya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:02

Empat Pilihan Liburan di Bulan Oktober: Marclan International Hadirkan Penawaran Menginap di Bali, Samosir, dan Jakarta

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:02

Berbekal Psikologi dan Manajemen Risiko, Aryasatya Wishnutama Soroti Faktor Manusia dalam Bisnis Energi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:02

Bank Mandiri Taspen Raih Penghargaan Most Efficient Bank KBMI 2 di BIFA 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:02

Harga Minyak WTI Berpotensi Melemah, Pasar Waspadai Risiko Geopolitik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:02

Dupoin Futures Analisis Prospek Emas, Support US$4.146 Jadi Level Kunci

Berita Terbaru