Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Kebiasaan Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Hasilkan Perbaikan Kesehatan Mulut - Koran Mandalika

Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Kebiasaan Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Hasilkan Perbaikan Kesehatan Mulut

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Kebiasaan Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Hasilkan Perbaikan Kesehatan Mulut

Penelitian Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG UNPAD) terhadap personel marinir menunjukkan adanya perbaikan sejumlah indikator kesehatan mulut pada perokok dewasa yang beralih sepenuhnya ke produk tembakau alternatif. Penelitian selama 90 hari yang dipaparkan Guru Besar Ilmu Periodonsia FKG UNPAD, Prof. Dr. Amaliya, dalam The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026 menemukan perbaikan aliran darah gusi, kemampuan mengenali rasa, serta penurunan kadar karbon monoksida dalam embusan napas. Temuan ini menjadi salah satu bukti yang mendukung pendekatan Tobacco Harm Reduction (THR), yakni pengurangan paparan zat berbahaya melalui peralihan dari rokok yang dibakar ke produk alternatif bagi perokok dewasa yang belum mampu atau bersedia berhenti merokok.

Jakarta – Beralih dari kebiasaan merokok ke produk tembakau alternatif menunjukkan hasil berupa perbaikan pada sejumlah indikator kesehatan mulut, sebagaimana ditemukan dalam sebuah penelitian terhadap personel mariner yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG UNPAD). Temuan tersebut dipaparkan Guru Besar Ilmu Periodonsia FKG UNPAD, Prof. Dr. Amaliya, drg., M.Sc., Ph.D., dalam The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026 di Jakarta, (21/10/2026).

Amaliya menjelaskan bahwa penelitian tersebut dilatarbelakangi tingginya prevalensi merokok di lingkungan militer. Ia menemukan bahwa tekanan pekerjaan dan beban tugas menjadi faktor di balik kebiasaan merokok para personel militer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Survei tim peneliti FKG UNPAD pada 2026 menunjukkan bahwa prevalensi merokok aktif di kalangan marinir jauh lebih tinggi dibandingkan masyarakat umum. Sebagian besar responden juga mengaku telah berupaya berhenti merokok, tetapi masih mengalami kesulitan.

Baca Juga :  8 Pelabuhan di Indonesia Kini Punya Tenaga Kerja Bongkar Muat Bersertifikasi BNSP: Ini Peran Penting Port Academy

“Ternyata prevalensi merokok di subpopulasi militer mencapai 45,8 persen atau hampir dua kali lipat dibandingkan masyarakat umum yang berada di kisaran 22-23 persen,” katanya.

Amaliya menjelaskan, penelitian dilakukan dengan membandingkan kondisi personel marinir antara yang beralih sepenuhnya dari rokok ke produk tembakau alternatif dengan mereka yang tetap merokok. Perbandingan ini dilakukan selama 90 hari terhadap beberapa indikator, antara lain aliran darah gusi, kondisi gusi secara klinis, kemampuan mengenali rasa, serta kadar karbon monoksida.

Dalam uji klinis tersebut, tim peneliti mengukur aliran darah gusi menggunakan alat laser Doppler. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memperoleh hasil pengukuran yang objektif, sekaligus mengamati perubahan kondisi jaringan gusi.

Hasilnya menunjukkan, kelompok yang beralih sepenuhnya ke produk tembakau alternatif mengalami perbaikan aliran darah gusi. Warna gusi terlihat lebih cerah dibandingkan kelompok yang tetap merokok. Selain itu, kemampuan mengenali rasa asin, manis, dan asam meningkat signifikan pada peserta yang beralih.

Perubahan juga terlihat pada kadar karbon monoksida dalam embusan napas. Setelah tiga bulan, napas peserta yang beralih ke produk tembakau alternatif menunjukkan kadar karbon monoksida yang jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang tetap merokok. Bahkan, kadar karbon monoksida pada kelompok yang beralih mendekati tingkat yang umumnya ditemukan pada individu yang tidak merokok. “Hasil ini menunjukkan bahwa kadar karbon monoksida pada kelompok yang beralih menurun hingga mendekati tingkat pada orang yang tidak merokok,” tutur Amaliya.

Baca Juga :  Bittime dan Palapa Umumkan Strategi Burn 80% Suplai Token Palapa ($PLPA) dalam 2 Tahun

Menurutnya, peralihan dari rokok ke produk tembakau alternatif merupakan bentuk tobacco harm reduction. Amaliya menjelaskan bahwa tobacco harm reduction atau pengurangan bahaya tembakau adalah salah satu pendekatan yang patut dipertimbangkan bagi perokok dewasa yang belum mampu atau tidak bersedia berhenti merokok. Pendekatan ini berfokus pada pengurangan paparan zat berbahaya yang dihasilkan dari proses pembakaran rokok.

Oleh karena itu, Amaliya menekankan pentingnya edukasi berbasis bukti agar konsumen dewasa memahami pilihan yang tersedia beserta risikonya. Namun, ia menjelaskan bahwa berhenti merokok tetap merupakan pilihan utama untuk menghindari risiko kesehatan yang berkaitan dengan kebiasaan merokok. “Jadi mereka harus diberi edukasi bahwa risiko yang akan didapat dengan beralih lebih rendah jika dibandingkan terus merokok,” pungkasnya.

Pemaparan penelitian ini berlangsung pada acara SIERA 2026, forum yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Ketahanan Kesehatan Indonesia (PERTASINDO) di Jakarta pada 21–23 Oktober 2026. Mengusung tema “Advancing Health Resilience Through the 5M Framework: Man, Money, Material, Machine, and Methods”, kegiatan tersebut mempertemukan pembuat kebijakan, praktisi kesehatan, akademisi, dan pakar untuk membahas penguatan ketahanan kesehatan nasional berbasis bukti.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Ruang Rapat Berisik dan Silau: Dua Hal yang Jarang Dihitung
BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 3,33% per Tahun untuk Pembiayaan Mobil Baru
Perkuat Aksi Kemanusiaan, BRI Finance dan YBM BRILiaN Bantu Masyarakat Terdampak Gempa NTT
NPF di Bawah Rata-Rata Industri, BRI Finance Konsisten Jaga Kualitas Pembiayaan
Perkuat Literasi Keuangan, BRI Finance Dorong Pembiayaan yang Bertanggung Jawab
Mengapa Pemeriksaan Keaslian Menjadi Langkah Penting dalam Gadai Tas Branded?
Profesor Kardiologi University College London (UCL) Inggris: Pencegahan Jadi Kunci Penting Ketahanan Kesehatan
Di Balik Infrastruktur Energi, Ada Semangat Muda yang Terus Menyala

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:02

Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Kebiasaan Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Hasilkan Perbaikan Kesehatan Mulut

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:02

Ruang Rapat Berisik dan Silau: Dua Hal yang Jarang Dihitung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 3,33% per Tahun untuk Pembiayaan Mobil Baru

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

Perkuat Aksi Kemanusiaan, BRI Finance dan YBM BRILiaN Bantu Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

Perkuat Literasi Keuangan, BRI Finance Dorong Pembiayaan yang Bertanggung Jawab

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02

Mengapa Pemeriksaan Keaslian Menjadi Langkah Penting dalam Gadai Tas Branded?

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:02

Profesor Kardiologi University College London (UCL) Inggris: Pencegahan Jadi Kunci Penting Ketahanan Kesehatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:02

Di Balik Infrastruktur Energi, Ada Semangat Muda yang Terus Menyala

Berita Terbaru