Perbedaan Saham Defensive dan Cyclical - Koran Mandalika

Perbedaan Saham Defensive dan Cyclical

Selasa, 26 Agustus 2025 - 11:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Investor sering membedakan saham menjadi dua kategori: defensive dan cyclical. Keduanya punya karakteristik unik dalam menghadapi perubahan ekonomi. Dengan mengenal perbedaan ini, strategi investasi bisa lebih terarah dan seimbang.

Dalam dunia investasi saham, istilah defensive dan cyclical sering digunakan untuk membedakan karakteristik dan perilaku harga saham di tengah kondisi ekonomi yang berubah. Pemahaman tentang perbedaan keduanya sangat penting bagi investor maupun trader agar bisa menyusun strategi portofolio yang lebih seimbang dan tahan terhadap risiko pasar.

Saham Defensive: Stabil di Tengah Krisis

Saham defensive adalah jenis saham yang cenderung stabil meskipun kondisi ekonomi sedang bergejolak. Perusahaan yang masuk kategori ini biasanya bergerak di sektor kebutuhan pokok, seperti makanan, minuman, farmasi, listrik, hingga telekomunikasi. Karena produk dan jasa mereka tetap dibutuhkan masyarakat dalam situasi apapun, permintaan relatif tidak terpengaruh resesi maupun perlambatan ekonomi. Itulah sebabnya, saham defensive sering dianggap lebih aman dan menjadi pilihan investor yang mencari stabilitas jangka panjang.

Baca Juga: Perbedaan Saham Defensive dan Cyclical

Saham Cyclical: Mengikuti Siklus Ekonomi

Berbeda dengan saham defensive, saham cyclical bergerak seiring naik turunnya siklus ekonomi. Perusahaan dalam kategori ini biasanya berasal dari sektor otomotif, pariwisata, properti, atau barang mewah. Ketika ekonomi tumbuh, daya beli masyarakat meningkat dan saham cyclical cenderung naik tajam. Namun, saat terjadi resesi, saham ini biasanya lebih rentan turun karena konsumen mengurangi pengeluaran pada barang dan jasa yang bukan kebutuhan utama.

Bagi investor yang berani mengambil risiko, saham cyclical menawarkan peluang keuntungan lebih besar pada fase ekspansi ekonomi, tetapi juga menuntut disiplin manajemen risiko saat pasar melemah.

Strategi Memilih Saham Defensive vs Cyclical

Investor cerdas biasanya tidak hanya memilih salah satu, melainkan mengombinasikan keduanya dalam portofolio. Saham defensive digunakan untuk menjaga stabilitas, sedangkan saham cyclical dimanfaatkan untuk mengejar potensi pertumbuhan saat ekonomi menguat. Kombinasi ini membantu menciptakan portofolio yang lebih seimbang, fleksibel, dan tahan terhadap perubahan kondisi makro.

Baca Juga :  UNDP, BAPPENAS, dan DEN Gelar Dialog Tingkat Tinggi tentang AI dan Pembangunan Manusia dalam Peluncuran Laporan Pembangunan Manusia UNDP 2025

Mulai Trading Saham dan Komoditas di Platform Teregulasi: Register di KVB Sekarang

KVB Indonesia tidak hanya menyediakan akses ke saham global, tetapi juga instrumen lain seperti forex, emas, dan logam mulia. Dengan dukungan analisis teknikal dan fundamental, trader dapat membuat keputusan investasi yang lebih tepat sesuai profil risikonya.

Saham defensive menawarkan kestabilan di tengah ketidakpastian, sedangkan saham cyclical memberi peluang keuntungan lebih besar saat ekonomi tumbuh. Perbedaan karakteristik ini menjadikan keduanya saling melengkapi dalam membangun portofolio investasi. Dengan memahami siklus ekonomi dan memilih platform trading yang aman seperti KVB Indonesia, investor dapat lebih percaya diri dalam menghadapi dinamika pasar global.

Produk Terkait: Broker Trading Metals – KVB Indonesia

Berita Terkait

Antisipasi Cuaca Ekstrem, KAI Daop 9 Jember Perkuat Infrastruktur dan Siagakan Petugas Ekstra
Optimalkan Nilai Kendaraan, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana Tunai Cepat dan Aman
5 Pemimpin Global Pengiriman Internasional dan Rahasia Kesuksesan Mereka
Jaga Keberkahan Ramadan, KAI Divre I Sumut Larang Vandalisme dan Ajak Masyarakat Hindari Ngabuburit di Jalur KA
Kunjungan Kapal Pesiar Meningkat, Pelindo Multi Terminal Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah
Jangan Nekat Ngabuburit di Rel! KAI Daop 9 Jember Intensifkan Patroli Udara dan Penertiban Jalur
Investasi 4M: Selebgram Vian Armando Gabung Checkervisor, Langkah Baru Memberantas Barang Palsu
Kolaborasi Berlanjut: BINUS @Bandung Gandeng Leave a Nest Malaysia Perkuat Ekosistem Inovasi dan Startup Mahasiswa

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:42

Hakim Minta Pihak PLN Dihadirkan di Sidang Kasus PPJ Loteng untuk Perjelas Data yang Ditutupi

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:36

‎FP4 NTB Desak Hakim Panggil Pihak-pihak yang Disebut dalam Fakta Persidangan PPJ

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:24

Sidang Kasus Dugaan Korupsi PPJ: Para Pejabat Loteng Hingga Juru Pungut Dapat Insentif

Senin, 19 Januari 2026 - 19:04

Tolak Eksepsi, Hakim Minta Jaksa Lanjut Periksa Perkara Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi PPJ

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:09

Mantan Cawabup ini Kesal dengan Polisi, Laporan Kasus Penggelapan Melempem

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:35

Eksepsi Ditolak, Tim PH Siap Buktikan Kliennya Cairkan Insentif PPJ Sesuai Perintah UU

Kamis, 8 Januari 2026 - 18:29

Gugatan Sengketa Tanah Suela Dicabut, Penggugat Kini Terancam Pidana

Selasa, 16 Desember 2025 - 16:41

Samsul Qomar Abaikan Putusan Pengadilan Soal Utang Rehab KONI Rp 119 Juta

Berita Terbaru