Perempuan Penjaga Pesisir: Mak Jah dan Teh Aas, Simbol Gerakan Hijau di Hari Dharma Wanita Nasional - Koran Mandalika

Perempuan Penjaga Pesisir: Mak Jah dan Teh Aas, Simbol Gerakan Hijau di Hari Dharma Wanita Nasional

Selasa, 5 Agustus 2025 - 14:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, 5 Agustus 2025 — Dalam rangka Hari Dharma Wanita Nasional, LindungiHutan mengangkat kisah dua perempuan luar biasa dari pesisir Indonesia yang telah memberikan dampak besar bagi lingkungan dan komunitasnya. Mereka adalah Mak Jah dari Bedono, Demak, dan Teh Aas dari Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Keduanya menjadi bukti bahwa perempuan memiliki peran vital sebagai penjaga Bumi di tengah krisis iklim yang kian nyata.

Mak Jah, atau Pasijah, telah menanam ribuan pohon mangrove di desanya yang sebagian besar wilayahnya tenggelam akibat abrasi. Dengan penuh ketekunan, ia menggerakkan masyarakat sekitar untuk menanam dan merawat mangrove sebagai upaya mempertahankan sisa daratan.

“Saya ingin cucu saya bisa lihat daratan, bukan cuma air laut,” ucapnya. Aksi Mak Jah menjadi contoh nyata bagaimana cinta seorang nenek kepada masa depan cucunya dapat menjadi gerakan pelestarian yang berdampak luas.

Sementara itu, Teh Aas di Pulau Pari menggerakkan warga untuk menjaga ekosistem pulau melalui penanaman pohon cemara laut, waru, serta pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Selain mengedukasi wisatawan tentang pentingnya menjaga pesisir, ia juga mendorong kemandirian ekonomi warga lewat pemanfaatan hasil laut secara berkelanjutan.

“Kalau bukan kita yang jaga pulau ini, siapa lagi? Kami tidak ingin pulau kami tenggelam seperti yang diprediksi,” katanya. Teh Aas membuktikan bahwa upaya pelestarian tidak bisa dilepaskan dari pemberdayaan sosial dan ekonomi perempuan di wilayah pesisir.

LindungiHutan percaya bahwa perempuan seperti Mak Jah dan Teh Aas adalah simbol nyata dari semangat “Women in Green“. Mereka bukan sekadar bagian dari komunitas yang terdampak oleh krisis lingkungan, tapi juga pemimpin yang menggerakkan solusi dari akar rumput. Dalam berbagai program penanaman dan edukasi, perempuan terbukti menjadi penggerak penting yang menjaga keberlangsungan hutan dan wilayah pesisir.

Baca Juga :  Tren Gaya Hidup Digital: Mengapa Semua Orang Kini Lebih Memilih Sewa daripada Beli?

Melalui momentum Hari Dharma Wanita Nasional, LindungiHutan mengajak lebih banyak organisasi perempuan, Dharma Wanita Persatuan, serta komunitas ibu-ibu untuk bersama-sama mendukung pelestarian lingkungan. Kolaborasi dapat dilakukan melalui donasi penanaman pohon, aksi tanam bersama, penyebaran edukasi lingkungan, hingga pelibatan dalam kampanye keberlanjutan. Ketika perempuan diberi ruang untuk memimpin gerakan hijau, masa depan lingkungan menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan.

LindungiHutan akan terus membuka ruang kolaborasi bagi seluruh lapisan masyarakat yang ingin bergerak bersama untuk Bumi. Kisah Mak Jah dan Teh Aas adalah pengingat bahwa perubahan besar bisa dimulai dari satu pohon, satu langkah, dan satu suara perempuan.

Berita Terkait

5 Hal yang Membuat Kamu Sulit Membayar Cicilan
FLOQ Listing PONS dari Robinhood Chain, Kenali Fungsi dan Ekosistemnya
Penyebab Dokumen Bertanda Tangan Elektronik Ditolak Mitra atau Bank
Bitcoin Kembali Tembus US$80.000, Aset Kripto Ikut Reli
Tren Papan Bunga di Jakarta dan Tangerang: Simbol Perhatian yang Tak Lekang Waktu
SUCOFINDO GANDENG RUANGGURU CETAK TALENTA MUDA SEBAGAI KATALISATOR INOVASI BERKELANJUTAN
OSL Indonesia Perkuat Fokus pada Kebutuhan Investor, di Tengah Volatilitas Global dan Industri Kripto yang Kian Matang
Telkom AI Center Malang Perluas Akses Pembelajaran AI untuk Pengembangan Web App

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 18:02

5 Hal yang Membuat Kamu Sulit Membayar Cicilan

Senin, 21 September 2026 - 16:02

FLOQ Listing PONS dari Robinhood Chain, Kenali Fungsi dan Ekosistemnya

Senin, 21 September 2026 - 14:02

Bitcoin Kembali Tembus US$80.000, Aset Kripto Ikut Reli

Senin, 21 September 2026 - 14:02

Tren Papan Bunga di Jakarta dan Tangerang: Simbol Perhatian yang Tak Lekang Waktu

Senin, 21 September 2026 - 12:06

SUCOFINDO GANDENG RUANGGURU CETAK TALENTA MUDA SEBAGAI KATALISATOR INOVASI BERKELANJUTAN

Senin, 21 September 2026 - 12:06

OSL Indonesia Perkuat Fokus pada Kebutuhan Investor, di Tengah Volatilitas Global dan Industri Kripto yang Kian Matang

Senin, 21 September 2026 - 11:01

Telkom AI Center Malang Perluas Akses Pembelajaran AI untuk Pengembangan Web App

Senin, 21 September 2026 - 11:01

Telkom AI Center Malang dan Nortis AI Bahas Tantangan Desain di Era Generative AI

Berita Terbaru

Teknologi

5 Hal yang Membuat Kamu Sulit Membayar Cicilan

Senin, 21 Sep 2026 - 18:02

NTB Terkini

Gemilang di Semarang, NTB Naik ke Peringkat 9 MTQ Nasional

Senin, 21 Sep 2026 - 17:47