Perempuan Semakin Melek Finansial, Industri Perlu Membangun Kepercayaan dan Akses - Koran Mandalika

Perempuan Semakin Melek Finansial, Industri Perlu Membangun Kepercayaan dan Akses

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SNLIK 2026 menunjukkan tingkat literasi dan inklusi keuangan perempuan dan laki-laki kini hampir setara, menggeser percakapan dari edukasi dasar menuju kepercayaan diri, akses, relevansi, dan partisipasi.

Jakarta, 31 Agustus 2026 – Peran perempuan dalam ekosistem keuangan Indonesia terus berkembang. Kini, percakapan mengenai perempuan dan keuangan tidak lagi cukup hanya berfokus pada peningkatan literasi, tetapi juga bagaimana pengetahuan tersebut dapat diterjemahkan menjadi kepercayaan diri, pengambilan keputusan yang mandiri, serta partisipasi yang lebih luas dalam ekonomi digital.

Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks literasi keuangan perempuan mencapai 69,61%, sementara indeks inklusi keuangan perempuan mencapai 93,73%. Secara nasional, indeks literasi keuangan berada di level 69,57%, sedangkan inklusi keuangan mencapai 93,61%. Hasil Survey SNLIK 2026 melibatkan 75.000 responden berusia 15–79 tahun di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, sehingga memberikan gambaran yang semakin luas mengenai tingkat literasi dan akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan di Indonesia. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Literasi keuangan mengukur pengetahuan dan pemahaman. Namun, tingkat literasi yang baik tidak selalu berarti seseorang memiliki tingkat kepercayaan diri yang sama untuk mengambil tindakan. Masyarakat dan perempuan khususnya masih dapat menghadapi berbagai pertimbangan saat memutuskan untuk menabung, berinvestasi, membangun usaha, atau menggunakan produk keuangan digital, mulai dari ketersediaan dana yang dapat dialokasikan, prioritas keuangan, kepercayaan terhadap platform, keamanan, persepsi risiko, hingga akses terhadap informasi dan komunitas yang relevan.

Baca Juga :  Perawatan Kecantikan Selama Puasa, Apa Saja yang Bisa Dilakukan?

Sejak resmi diluncurkan pada 3 Juli 2026, BTSE Indonesia aktif membangun interaksi dan edukasi bersama komunitas di sejumlah kota, termasuk Jakarta, Surakarta, Semarang, dan Bali. BTSE Indonesia juga berpartisipasi dalam berbagai agenda industri dan komunitas, termasuk Indonesia Blockchain Week di Jakarta, serta mengadakan rangkaian kegiatan komunitas di Bali dalam momentum Coinfest Asia. Salah satu agenda yang diangkat adalah Financial agency yang menyoroti perkembangan ekonomi digital turut membuka berbagai cara baru untuk berpartisipasi dan membangun nilai ekonomi, termasuk melalui aktivitas sebagai kreator, pengelola komunitas, entrepreneur, maupun affiliate. Bagi masyarakat termasuk perempuan, ibu rumah tangga sekalipun dapat membuka alternatif untuk mengeksplorasi sumber pendapatan tambahan tanpa harus selalu mengikuti model pekerjaan konvensional.

“Melalui BTSE Indonesia Affiliate Program, kami membuka kesempatan bagi affiliate untuk mendapatkan komisi hingga 70% dari net trading fees pengguna yang direferensikan. Bagi perempuan yang memiliki jaringan, audiens, atau komunitas, model seperti ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengeksplorasi peluang pendapatan tambahan sesuai dengan aktivitas dan komunitas yang mereka bangun,” ujar Rieka Handayani, SVP Marketing BTSE Indonesia.

Baca Juga :  Edutrain LRT Jabodebek, Cara KAI Kenalkan Transportasi Publik kepada Anak Sejak Dini

Pada Bulan Literasi Keuangan 2026, OJK bersama TP-PKK mengangkat tema “Perempuan Berdaya Finansial”, yang menekankan peran perempuan dalam memperkuat ketahanan keuangan keluarga dan membentuk generasi yang lebih cakap secara finansial. Bagi BTSE Indonesia, perkembangan tersebut juga perlu diikuti dengan perubahan cara industri berkomunikasi dengan perempuan. Edukasi mengenai produk finansial dan aset digital perlu bergerak melampaui pengenalan dasar menuju topik yang lebih praktis seperti manajemen risiko, keamanan digital, biaya transaksi, perencanaan keuangan, kewirausahaan, serta peluang ekonomi yang muncul dari perkembangan teknologi.

“Kesempatan bagi industri bukan sekadar menciptakan lebih banyak produk “untuk perempuan”, melainkan memastikan bahwa produk, edukasi, komunikasi, dan komunitas yang tersedia benar-benar mencerminkan bahwa perempuan adalah pengambil keputusan finansial yang sudah memiliki tingkat literasi yang setara dengan pria. Dengan kesenjangan literasi berdasarkan gender yang kini praktis telah tertutup, tahap berikutnya adalah membantu mengubah pengetahuan menjadi kepercayaan diri, akses, dan partisipasi finansial yang lebih bermakna” tutup Stephanie Kusnadi, Chief Strategy Officer (CSO) BTSE Indonesia. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Road to ENSIA 2026, SUCOFINDO Dorong Inovasi untuk Bisnis Berkelanjutan dan Masyarakat Tangguh
Enam Tahun Berturut-turut, BINUS Business School Pertahankan Posisi #1 di Indonesia dalam QS Global MBA Rankings 2027
Bitcoin Turun ke US$84.000, FLOQ: Pasar Masih Sensitif terhadap Suku Bunga
KAI Logistik Kenalkan Peran dalam Halal Supply Chain pada The 5th Summit of Halal 20
Mengapa Kualitas WiFi Untuk Cafe Kini Menjadi Kunci Utama Kesuksesan Bisnis F&B
Antisipasi Karhutla, Holding perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini dan Patroli di Sumatera-Kalimantan
10 Jenis Kucing Besar yang Bisa Dipelihara di Rumah
FAQ dan WA Form Bisa Pangkas Biaya WhatsApp, Begini Caranya!

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 09:50

Bantah Tuduhan, Pimpinan Ponpes Abul Barokat Siapkan Langkah Hukum

Selasa, 22 September 2026 - 18:20

Sidang Korupsi DLH Lombok Tengah Disorot, LSM Lidik Ungkap Dugaan Hubungan Darah Hakim dan Tim Pengacara

Senin, 21 September 2026 - 06:21

Fahmi Basam Kuasai Race 2 National Sport 150cc MRS Round 4, Aldiaz Wakili NTB Finis Keempat

Minggu, 20 September 2026 - 16:58

Sebelum MotoGP Mengaspal, MRS Round 4 Jadi Ajang MGPA ‘Check-Up’ Sirkuit Mandalika

Sabtu, 19 September 2026 - 19:48

Fahmi Basam Kuasai Race 1 MRS Round 4, Pembalap NTB Aldiaz Finis Posisi 8

Sabtu, 19 September 2026 - 17:53

MRS Round 4 Perketat Regulasi, Jadi Jalan Pembalap Muda Menuju Level Internasional

Sabtu, 19 September 2026 - 12:58

108 Starter Ramaikan Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Putaran Keempat

Jumat, 18 September 2026 - 19:48

InJourney Siapkan Camping Ground dan 66 Extra Flight, Akomodasi Lombok Nyaris Penuh Jelang MotoGP

Berita Terbaru