Peris.ai Menjelaskan Tentang Agentic AI dan Dampaknya di Dunia Keamanan Siber - Koran Mandalika

Peris.ai Menjelaskan Tentang Agentic AI dan Dampaknya di Dunia Keamanan Siber

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam setahun terakhir, istilah Agentic AI atau “Kecerdasan Buatan yang Bisa Bertindak Sendiri” mulai banyak dibicarakan di dunia teknologi. Berbeda dengan kecerdasan buatan (AI) biasa yang hanya merespons perintah, Agentic AI bisa mengambil keputusan dan bertindak tanpa harus menunggu instruksi. Artinya, AI ini tidak hanya menunggu untuk diberi tahu apa yang harus dilakukan, tetapi dapat “berpikir” dan melakukan langkah-langkah untuk menyelesaikan tugasnya secara mandiri.

Perubahan ini sangat berpengaruh di berbagai bidang, tetapi dampaknya yang paling terasa mungkin ada di keamanan siber atau perlindungan data dan sistem di dunia digital. Dalam dunia ini, ancaman datang begitu cepat, dan setiap detik sangat berarti. Keamanan siber harus mampu merespons dengan sangat cepat, karena serangan bisa berkembang lebih cepat daripada kebijakan atau sistem yang ada.

Mengapa Sistem Keamanan Tradisional Tidak Cukup Lagi?

Banyak organisasi sudah menggunakan berbagai perangkat untuk melindungi sistem mereka dari ancaman, seperti sistem yang memantau data atau perangkat keras yang memblokir serangan. Namun, meskipun sudah ada teknologi canggih, sering kali sistem ini tidak cukup cepat untuk mendeteksi atau merespons ancaman yang muncul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyebab utamanya adalah:

– Perangkat yang tidak saling terhubung, sehingga tidak bisa saling berbagi informasi.

– Tim yang kewalahan dengan terlalu banyak peringatan yang harus ditindaklanjuti.

– Keamanan yang terlalu reaktif, yaitu baru bertindak setelah ancaman muncul, bukannya mencegahnya lebih dulu.

– Tidak ada gambaran yang jelas tentang semua perangkat dan aktivitas yang terjadi di dalam sistem.

Semua tantangan ini semakin terasa di Security Operations Center (SOC), tempat di mana tim berusaha memantau dan melindungi sistem dari ancaman.

Mengapa Keamanan Tradisional Sudah Tidak Lagi Cukup?

Pada kenyataannya, SOC modern terus menghadapi berbagai masalah, seperti:

– Peringatan yang terlalu banyak datang setiap harinya, tanpa prioritas yang jelas.

– Prosedur yang terlambat dalam merespons serangan yang semakin canggih.

– Kekurangan tenaga ahli di tim dan kelelahan yang sering dialami.

– Perangkat yang terpisah-pisah dan tidak saling terhubung.

Untuk itulah hadir Agentic AI, yang bisa membantu tim keamanan bekerja lebih cepat dan lebih efektif. Agentic AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran manusia, tetapi untuk mendukung mereka agar bisa menangani ancaman dengan lebih cerdas dan responsif. Salah satu engineer dari Peris.ai, Farhan Barry, menjelaskan, “Kami ingin membantu security analyst menjadi lebih tangguh dan responsif, dengan memaksimalkan potensi setiap anggotanya melalui teknologi.”

Baca Juga :  80 Tahun Merdeka, CSR Hijau Jadi Wujud Patriotisme di Era Krisis Iklim

Bagaimana Agentic AI Membantu Keamanan Siber Lebih Efektif?

Sistem Agentic AI mengubah cara kita menangani ancaman dengan memberikan kemampuan untuk bertindak secara cepat, mandiri, dan proaktif.

1. Dari Statis ke Dinamis: Keamanan yang Selalu Aktif

Sistem keamanan tradisional sering kali hanya mengandalkan aturan tetap untuk mendeteksi ancaman, yang bisa jadi tidak cukup cepat. Agentic AI, di sisi lain, dapat menyesuaikan diri dengan situasi yang berkembang, memberi respons lebih cepat, dan bisa bertindak tanpa menunggu instruksi.

Contoh penerapannya:

– Mendeteksi ancaman dengan cepat di berbagai perangkat yang terhubung.

– Menyesuaikan tindakan berdasarkan ancaman yang baru muncul tanpa perlu campur tangan manusia.

– Menyimulasikan respons sebelum ancaman benar-benar terjadi untuk mengurangi dampaknya.

2. Pemantauan dan Penyelesaian Ancaman Secara Proaktif

Alih-alih menunggu tim untuk mencari tahu peringatan satu per satu, Agentic AI bisa langsung mengambil langkah pertama untuk mengidentifikasi dan mengatasi ancaman. Misalnya:

– Memberi nilai penting pada peringatan ancaman, agar tim tahu mana yang harus segera ditangani.

– Meluncurkan penyelidikan otomatis untuk memahami ancaman lebih dalam.

– Memberikan saran tindakan atau langsung mengambil langkah untuk mencegah serangan.

3. Sistem yang Terus Belajar dan Meningkatkan Diri

Sebagian besar sistem keamanan bekerja secara terpisah, tapi Agentic AI bisa belajar dari setiap ancaman yang muncul dan terus memperbaiki diri, membuat sistem lebih pintar dari waktu ke waktu.

Penerapan Agentic AI di Dunia Nyata

Beberapa perusahaan, seperti Peris.ai, telah mengimplementasikan Agentic AI dalam sistem keamanan mereka untuk membuat respons lebih cepat dan lebih efektif. Salah satu contohnya adalah BrahmaFusion, sebuah platform yang menggunakan Agentic AI untuk mengelola ancaman secara otomatis.

BrahmaFusion – Keamanan yang Terintegrasi dan Otomatis

BrahmaFusion membantu tim keamanan dengan cara mengotomatiskan beberapa langkah perlindungan, seperti memeriksa apakah ada ancaman di seluruh sistem dan memberikan rekomendasi tentang tindakan apa yang perlu diambil. Jika ada ancaman yang ditemukan, platform ini bisa langsung melakukan tindakan mitigasi, tanpa perlu menunggu tim melakukan semuanya secara manual.

BrahmaIRP – Respons Insiden yang Tanpa Henti

Baca Juga :  BDI Denpasar Kerjasama dengan Maxy Academy Adakan Workshop Pembuatan Website Tanpa Coding

BrahmaIRP bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu, untuk memberikan respons otomatis terhadap ancaman. Begitu ancaman terdeteksi, sistem ini bisa langsung membuat laporan, memulai investigasi, dan memicu tindakan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Seperti dijelaskan oleh Kresna, seorang product strategist dari Peris.ai: “Kami merancang Brahma IRP tidak hanya untuk mempercepat respons, tetapi juga untuk memastikan bahwa tidak ada peringatan ancaman kritis yang terlewat akibat adanya jeda waktu saat tim keamanan siber belum dapat bertindak”.

Dengan integrasi teknologi Agentic AI ini, Peris.ai tidak hanya menjadikan teknologi ini sebagai jargon pemasaran, melainkan menerapkannya langsung dalam alur kerja yang nyata, seperti Respons insiden (IRP) dan Orkestrasi keamanan (Brahma Fusion)

Agentic AI: Bukan Pengganti Manusia, Tapi Pendukung yang Kuat

Penting untuk diingat bahwa Agentic AI bukanlah solusi yang bisa menghilangkan semua ancaman begitu saja. Sebaliknya, teknologi ini membantu mempercepat dan memperkuat respons tim keamanan dengan memberikan perangkat yang lebih canggih dan otomatis.

Manfaat utama yang diberikan oleh Agentic AI antara lain:

– Mengurangi beban dalam pengambilan keputusan yang membingungkan.

– Membantu memprioritaskan ancaman yang perlu segera diatasi.

– Mengisi celah waktu ketika tim keamanan manusia belum bisa bertindak.

– Memastikan mitigasi ancaman lebih konsisten dan akurat.

Dengan cara ini, Agentic AI memberi ruang bagi manusia untuk berpikir lebih strategis dan tidak terbebani oleh ancaman yang terus berkembang.

Kesimpulan: Keamanan Siber yang Lebih Cerdas dan Cepat

Di era digital ini, kita tidak bisa lagi bergantung hanya pada sistem yang lambat dan reaktif untuk melindungi data dan informasi penting. Agentic AI membawa perubahan besar dengan membuat sistem keamanan lebih cerdas, lebih cepat, dan lebih adaptif terhadap ancaman yang selalu berubah.

Perubahan ini bukan sekadar teori atau harapan, tetapi sudah diterapkan dalam praktik nyata. Sebab, ketika serangan bisa datang kapan saja, memiliki sistem yang dapat bertindak lebih cepat dan lebih pintar bukan lagi sekadar pilihan—tapi kebutuhan.

Tentang Peris.ai Cybersecurity

Peris.ai adalah perusahaan keamanan siber yang menyediakan solusi modular berbasis AI seperti BRAHMA FUSION untuk mengotomatiskan, mengorkestrasi, dan memperkuat pertahanan siber perusahaan. Platform ini menawarkan perlindungan menyeluruh melalui penilaian kerentanan, deteksi ancaman, respons insiden, hingga integrasi sistem yang aman. Selengkapnya di www.peris.ai.

Berita Terkait

Pertamina melalui Elnusa Petrofin Perkuat Ketahanan BBM Sambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
FLOQ Perkenalkan KOL Watchlist, Apa Saja Aset Kripto yang Dipantau?
KAI Daop 2 Bandung Fokus Keselamatan Perjalanan Kereta di Perlintasan Sebidang
BRI Region 6 Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Berbagi
R. Aditya Soeparno Putra Terpilih sebagai Change Agent Koordinator BRI Region 6 Periode 2026–2027
Bank Raya Gelar RUPSLB 2026, Menuju Bank Digital yang Tumbuh Tangguh Berkelanjutan
Dua Smelter PTFI Kembali Operasi, Kapasitas Hilirisasi Tembaga Nasional Menguat
OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:02

Pertamina melalui Elnusa Petrofin Perkuat Ketahanan BBM Sambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:02

FLOQ Perkenalkan KOL Watchlist, Apa Saja Aset Kripto yang Dipantau?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

KAI Daop 2 Bandung Fokus Keselamatan Perjalanan Kereta di Perlintasan Sebidang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

BRI Region 6 Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Berbagi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

Bank Raya Gelar RUPSLB 2026, Menuju Bank Digital yang Tumbuh Tangguh Berkelanjutan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

Dua Smelter PTFI Kembali Operasi, Kapasitas Hilirisasi Tembaga Nasional Menguat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:02

OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:02

Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi

Berita Terbaru