Permintaan dari Beragam Sektor Jadi Penopang, BRI Finance Optimistis Pembiayaan Alat Berat Berlanjut - Koran Mandalika

Permintaan dari Beragam Sektor Jadi Penopang, BRI Finance Optimistis Pembiayaan Alat Berat Berlanjut

Kamis, 10 September 2026 - 12:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 4 Agustus 2026 – Dinamika industri batu bara dan proses penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 tidak menyurutkan prospek pembiayaan alat berat PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”). Perseroan melihat kebutuhan alat berat masih terjaga seiring berlanjutnya aktivitas usaha dan investasi di berbagai sektor produktif.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Permintaan pembiayaan alat berat tahun ini masih berjalan dengan baik. Kami melihat kebutuhan tersebut berasal dari sektor-sektor produktif dengan fundamental usaha yang kuat.”

BRI Finance terus memantau perkembangan kebijakan pemerintah, termasuk proses revisi RKAB batu bara 2026. Namun demikian, hingga saat ini Perseroan belum melihat adanya penundaan investasi maupun ekspansi yang secara signifikan memengaruhi permintaan pembiayaan alat berat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah sebelumnya menetapkan target produksi batu bara dalam RKAB 2026 sekitar 600 juta ton, lebih rendah dibandingkan realisasi produksi 2025 yang mencapai 817,48 juta ton. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan batu bara sekaligus mendukung stabilitas harga komoditas di pasar global.

Baca Juga :  Holding Perkebunan Nusantara Dorong Promosi Global, Kebun Rancabali PTPN I Jadi Sorotan Media Amerika Serikat

Di sisi lain, pemerintah masih membuka ruang penyesuaian produksi secara terukur dengan mempertimbangkan perkembangan pasar dan harga batu bara. Proses revisi RKAB 2026 pun menjadi salah satu perkembangan yang terus dicermati pelaku industri.

Bagi BRI Finance, dinamika tersebut tidak serta-merta mengubah prospek pembiayaan alat berat. Pasalnya, kebutuhan alat berat memiliki basis permintaan yang lebih luas, mencakup sektor konstruksi, perkebunan, logistik, hingga proyek infrastruktur.

Diversifikasi sektor tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kinerja portofolio pembiayaan alat berat. Dengan basis permintaan yang tidak terkonsentrasi pada satu industri, BRI Finance memiliki ruang untuk mengarahkan ekspansi pembiayaan kepada sektor-sektor yang memiliki prospek pertumbuhan dan kebutuhan investasi yang berkelanjutan.

Baca Juga :  RSJPD Harapan Kita – Tokushukai Capai Topping Off, PTPP Hadirkan Smart Hospital Berteknologi Tinggi

“Dengan mempertimbangkan perkembangan industri saat ini, kami melihat pembiayaan alat berat hingga akhir tahun masih memiliki prospek yang stabil. Kami akan terus mengoptimalkan peluang di sektor-sektor yang memiliki prospek positif, dengan tetap memperhatikan kualitas pembiayaan dan penerapan manajemen risiko,” kata Dhani.

Optimisme tersebut sejalan dengan kinerja aktual Perseroan. Hingga 2026, penyaluran pembiayaan alat berat BRI Finance tercatat tumbuh 144,68% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan telah memberikan kontribusi sebesar 20,17% terhadap total portofolio pembiayaan Perseroan.

Kinerja tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pembiayaan alat berat masih memiliki ruang pertumbuhan di tengah dinamika sektor komoditas. Ke depan, BRI Finance akan terus mencermati perkembangan industri dan kebijakan pemerintah sekaligus memperkuat penyaluran pembiayaan pada sektor-sektor produktif dengan prospek yang berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

SUCOFINDO BERSAMA DISPERINDAG JATIM PERKUAT SINERGI PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT BAHAN KIMIA
Pertamina melalui Elnusa Petrofin Perkuat Ketahanan BBM Sambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
FLOQ Perkenalkan KOL Watchlist, Apa Saja Aset Kripto yang Dipantau?
KAI Daop 2 Bandung Fokus Keselamatan Perjalanan Kereta di Perlintasan Sebidang
BRI Region 6 Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Berbagi
R. Aditya Soeparno Putra Terpilih sebagai Change Agent Koordinator BRI Region 6 Periode 2026–2027
Bank Raya Gelar RUPSLB 2026, Menuju Bank Digital yang Tumbuh Tangguh Berkelanjutan
Dua Smelter PTFI Kembali Operasi, Kapasitas Hilirisasi Tembaga Nasional Menguat

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:02

SUCOFINDO BERSAMA DISPERINDAG JATIM PERKUAT SINERGI PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT BAHAN KIMIA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:02

Pertamina melalui Elnusa Petrofin Perkuat Ketahanan BBM Sambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:02

FLOQ Perkenalkan KOL Watchlist, Apa Saja Aset Kripto yang Dipantau?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

BRI Region 6 Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Berbagi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

R. Aditya Soeparno Putra Terpilih sebagai Change Agent Koordinator BRI Region 6 Periode 2026–2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

Bank Raya Gelar RUPSLB 2026, Menuju Bank Digital yang Tumbuh Tangguh Berkelanjutan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

Dua Smelter PTFI Kembali Operasi, Kapasitas Hilirisasi Tembaga Nasional Menguat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:02

OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut

Berita Terbaru