Perubahan Regulasi Teknik Pertamina Mandalika Racing Series 2025: Penyesuaian Bobot, RPM, dan Spesifikasi Teknis - Koran Mandalika

Perubahan Regulasi Teknik Pertamina Mandalika Racing Series 2025: Penyesuaian Bobot, RPM, dan Spesifikasi Teknis

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 18:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Ajang Mandalika Racing Series (MRS) 2025 menjadi salah satu kejuaraan balap motor paling bergengsi di Indonesia. Demi menjaga keselamatan, keadilan, dan meningkatkan kualitas kompetisi, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat resmi mengeluarkan Adendum No. 2/TEKNIK MRS/ADM-AMD/VIII/2025 pada 4 Agustus 2025.

Dalam konteks event ini, adendum adalah dokumen tertulis yang berisi perubahan atau penambahan dari Peraturan Teknik Mandalika Racing Series yang telah ditetapkan sebelumnya.

Adendum ini memuat sejumlah penyesuaian teknis yang berlaku pada beberapa kelas utama, meliputi pengaturan berat minimum, batas putaran mesin (RPM), serta ukuran komponen intake (lubang asupan udara untuk sebuah mesin) dan exhaust (knalpot).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tujuannya adalah menyeimbangkan performa antar merek, memastikan persaingan tetap fair, dan mencegah dominasi berlebihan akibat keunggulan teknis tertentu.

*Kelas Underbone 150cc U-25*
Pada kelas Underbone 150cc U-25, bobot minimum motor yang telah terisi bahan bakar beserta pembalapnya kini ditetapkan sebesar 168 kilogram untuk semua merek. Penyeragaman bobot ini menghapus perbedaan beban antara pabrikan, sehingga keterampilan pembalap dan kemampuan tim dalam melakukan penyetelan motor menjadi faktor penentu utama kemenangan.

*Kelas Kejurnas Sport 155cc*
Untuk kelas Kejurnas Sport 155cc, IMI menetapkan pengaturan yang berbeda antara pabrikan. Honda memiliki batas putaran mesin maksimum sebesar 14.200 RPM dengan bobot minimum 172 kilogram. Suzuki memperoleh batas RPM yang sama, yaitu 14.200 RPM, juga dengan bobot minimum 172 kilogram.

Baca Juga :  Pertamina Dukung Penuh Mandalika Racing Series 2025

Sementara itu, Yamaha mendapat batas RPM lebih rendah, yakni 13.800 RPM, dengan bobot minimum sedikit lebih berat, yaitu 173 kilogram. Perbedaan ini mencerminkan penyesuaian performa, sehingga kecepatan puncak dan akselerasi masing-masing merek dapat tetap seimbang di lintasan.

*Kelas Kejurnas Junior Sport 150cc U-15*
Kelas Junior Sport 150cc U-15 ditujukan khusus untuk pembalap berusia di bawah 15 tahun dan dilengkapi dengan pengaturan teknis yang ketat.

Untuk Honda, bobot minimum ditetapkan 160 kilogram, dengan diameter intake (lubang asupan udara untuk sebuah mesin) 26,10 mm ±0,5 mm dan diameter exhaust 25,60 mm ±0,3 mm sesuai standar pabrik. Suzuki memiliki bobot minimum yang sama, 160 kilogram, namun dengan diameter intake yang lebih besar, yaitu 32,21 mm ±0,5 mm, dan diameter exhaust 27,60 mm ±0,3 mm.

Sementara itu, Yamaha dibebankan bobot minimum lebih tinggi, 165 kilogram, dengan ukuran intake berbentuk persegi panjang berukuran lebar 33,30 mm ±0,5 mm dan tinggi 24,05 mm ±0,5 mm, serta diameter exhaust sebesar 23,65 mm ±0,3 mm.

Pengaturan detail ini dirancang untuk menjaga kesetaraan daya mesin, mengingat adanya perbedaan karakteristik antar pabrikan.

*Kelas Kejurnas Sport 250cc*
Pada kelas Sport 250cc, batas RPM dan bobot minimum dibedakan berdasarkan konfigurasi mesin dan merek. Honda memiliki batas RPM maksimum 14.500 RPM dengan bobot minimum 202 kilogram. Kawasaki yang menggunakan mesin empat silinder mendapat batas RPM lebih tinggi, 16.000 RPM, namun diimbangi dengan bobot minimum yang jauh lebih berat, yaitu 225 kilogram.

Baca Juga :  Hotel di Mataram Kebanjiran Tamu, Efek Fornas 2025

Sedangkan Yamaha dibatasi pada RPM maksimum 12.200 RPM dengan bobot minimum 208 kilogram. Penyesuaian ini memperhitungkan potensi tenaga yang dihasilkan oleh konfigurasi mesin, sehingga performa di lintasan tetap kompetitif tanpa ada satu pabrikan yang terlalu dominan.

*Makna Strategis Perubahan Regulasi*
Perubahan yang tertuang dalam adendum ini bukan sekadar pembaruan administratif, melainkan memiliki pengaruh langsung terhadap strategi setiap tim. Dalam hal setup motor, penyesuaian bobot dan batas RPM memaksa mekanik untuk menyetel suspensi, final gear, dan manajemen bahan bakar secara presisi.

Dari sisi manajemen pembalap, khususnya di kelas junior, pembatasan dimensi intake dan exhaust membuat keterampilan mengendarai menjadi faktor yang lebih menentukan daripada sekadar keunggulan mesin. Sementara itu, dalam persaingan antar merek, pabrikan tidak lagi dapat mengandalkan spesifikasi mesin bawaan, melainkan harus mengoptimalkan setting agar sesuai dengan batas regulasi.

Dengan diberlakukannya Adendum No. 2, Mandalika Racing Series 2025 menegaskan kembali komitmennya pada kesetaraan kompetitif, keselamatan, dan sportivitas. Regulasi ini diharapkan dapat menciptakan balapan yang semakin seru, menegangkan, dan tidak terprediksi, di mana kemampuan pembalap, kecerdikan strategi tim, dan penguasaan teknis menjadi penentu utama di garis finish. (MGPA)

Berita Terkait

‎Pertamina 6 Hours Endurance By Racing Sun Academy Sukses Digelar di Sirkuit Mandalika
‎Tim Razaiq Motorsport Juarai Kelas ITCR 1200 CC Pertamina 6 Hours Endurance
‎Penuh Antusias, Pembalap Asing Ramaikan Pertamina 6 Hours Endurance Race
6 Hours Endurance Jajal Sirkuit Mandalika untuk Pertama Kali
‎Diperkuat Tiga Pembalap Touring Terbaik, Cargloss Racing Team Siap Guncang Ajang Pertamina 6 Hours Endurance
Turnamen Sepak Bola Usia Dini Anniversary Panji FA Sukses Digelar, Ini Para Juaranya
MGPA Perkenalkan Mandalika International Circuit kepada Promotor Asian Le Mans Series (ALMS) dan GT World Challenge Asia (GTWCA)
Hujan Lebat, Opening Ceremony MFoS Final Round 2025 Tetap Berlangsung

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:53

Perkuat Ekosistem Industri Terintegrasi, Krakatau Steel Group Resmikan The Level dan Sejumlah Proyek Strategis

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:43

KAI Daop 4 Semarang dan DJKA Kemenhub Perkuat Keselamatan melalui Inspeksi Bersama

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:08

Bitcoin Terkoreksi ke US$81.000, Volume Trading XAUT di Bittime Naik 8%

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:16

Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal dan Bagikan Tips “War” Tiket

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:01

Tingkatkan Kualitas Layanan, Kunjungan Pasien di Klinik Mediska KAI Daop 9 Jember Tembus 21 Ribu Orang pada 2025

Rabu, 4 Februari 2026 - 00:24

Maksimalkan ROI Acara Korporat, Lokasoka Hadirkan Solusi Seminar Kit Terintegrasi untuk Tren MICE 2026

Selasa, 3 Februari 2026 - 23:18

Terus Bertumbuh! Kinerja Angkutan Barang KAI Daop 6 Naik 23% pada 2025

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:36

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Akselerasi CPCL 2026

Berita Terbaru