PF-Lestari, Inovasi Pertamina Foundation untuk Pemantauan Kehati Berbasis AI Raih APQA 2026 - Koran Mandalika

PF-Lestari, Inovasi Pertamina Foundation untuk Pemantauan Kehati Berbasis AI Raih APQA 2026

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi, akurasi pelaporan, serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), Pertamina Foundation menghadirkan inovasi sistem pemantauan keanekaragaman hayati berbasis artificial intelligence (AI) bernama PF-Lestari.

Didukung teknologi AI dan analisis spasial, PF-Lestari mampu mengukur indeks kesehatan vegetasi, mendeteksi perubahan tutupan lahan, hingga melakukan estimasi jumlah pohon (tree count).

Platform ini juga didukung fitur pemetaan presisi yang memungkinkan pengguna mengamati profil tutupan lahan dan topografi secara lebih komprehensif. Dengan beragam fitur tersebut, PF-Lestari mampu mempermudah inventarisasi digital jenis tanaman, riwayat perawatan, hingga memetakan potensi awal penyerapan karbon di area penanaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Agus menambahkan bahwa inovasi PFLestari berangkat dari tantangan pengelolaan data kehati yang tidak terpusat hingga sulitnya mendapatkan visualisasi kondisi aktual secara berkala.

“Melalui PF-Lestari, kami mengintegrasikan proses pemantauan, analisis, dan pelaporan agar berjalan lebih efisien dan akurat. Saat ini, PF-Lestari telah diimplementasikan di berbagai area program Hutan Lestari yang dikelola PF untuk mendukung rehabilitasi lahan kritis di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK),” ujar President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari,Jumat (03/07).

Baca Juga :  Tokocrypto dan Sekuya Jalin Kolaborasi Strategis untuk Dorong Inovasi Web3 Lokal

Dengan teknologi yang dimiliki, PF-Lestari mendukung pendataan penanaman pohon endemik dan multi-purpose tree species (MPTS), sekaligus memperkuat fungsi riset serta edukasi kehutanan.

PF-Lestari juga memiliki dashboard terintegrasi juga memungkinkan pengelolan data lapangan, estimasi keberhasilan tumbuh (survival rate), hingga potensi cadangan karbon menjadi lebih efisien, dan proses evaluasi program yang lebih terukur dan akuntabel.

“Potensi PF-Lestari menghasilkan Value Creation Rp2,19 miliar, didukung oleh replikasi internal, ekspansi ke Pertamina Group, dan komersialisasi eksternal,” ucap Agus.

Inovasi PF-Lestari diapresiasi dalam ajang Annual Pertamina Quality Award (APQA) 2026 dengan meraih predikat Platinum kategori PC-Prove.

Baca Juga :  Arummi Foods Raih Juara 1 di Food Startup Indonesia 2024 yang Diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

APQ Awards merupakan ajang penganugerahan terhadap implementasi Quality khususnya implementasi 4 Pilar Manajemen Kualitas di Lingkungan PT Pertamina (Persero). APQ Awards merupakan agenda tahunan yang berjalan sejak tahun 2010.

“Ini merupakan kali pertama Pertamina Foundation berpartisipasi dalam APQA dan langsung berhasil meraih predikat Platinum. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa inovasi yang kami kembangkan telah memenuhi standar kualitas tinggi, sekaligus motivasi besar bagi kami untuk terus berinovasi dalam mendukung program lingkungan yang lebih akuntabel dan berkelanjutan,” tutup Agus.

Melalui pemanfaatan PF-Lestari, inisiatif pelestarian lingkungan diharapkan semakin kuat dari sisi perencanaan hingga pelaporan. Data yang terdokumentasi ini sejalan dengan Asta Cita terkait penguatan ketahanan lingkungan, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim), 14 (Ekosistem dan poin 15 (Ekosistem Daratan).

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Bank Raya Perkuat Inovasi dan Layanan Digital, Dukung Percepatan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia
Komitmen Terapkan K3, PT Railink dan Sudin Damkar Jaktim Gelar Diklat Pemadam Kebakaran
neobank PLUS Cashback-nya: Ada Cashback Neo Pinjam hingga Rp200 Ribu
Bittime Soroti Rencana Regulasi Tokenisasi Aset di Indonesia
Binance Luncurkan Fitur Trading AI, Pengguna Bisa Buat Strategi Tanpa Coding
Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah, S.Sos., M.Si. sebagai Pj. Bupati Sinjai: Sosok Birokrat Sederhana dan Merakyat
ITE Business Session at Trade Expo Indonesia 2026 Unlocking the Way for Indonesian Exporters to the Russian and Eurasian Markets
Membawa Kehangatan ke Kota Pahlawan, Scandia Hadir di PRJ Surabaya 2026

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:02

Bank Raya Perkuat Inovasi dan Layanan Digital, Dukung Percepatan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:30

Komitmen Terapkan K3, PT Railink dan Sudin Damkar Jaktim Gelar Diklat Pemadam Kebakaran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:02

neobank PLUS Cashback-nya: Ada Cashback Neo Pinjam hingga Rp200 Ribu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:02

Binance Luncurkan Fitur Trading AI, Pengguna Bisa Buat Strategi Tanpa Coding

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:02

Mengenang Dedikasi Dr. T.R. Fahsul Falah, S.Sos., M.Si. sebagai Pj. Bupati Sinjai: Sosok Birokrat Sederhana dan Merakyat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:02

ITE Business Session at Trade Expo Indonesia 2026 Unlocking the Way for Indonesian Exporters to the Russian and Eurasian Markets

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:02

Membawa Kehangatan ke Kota Pahlawan, Scandia Hadir di PRJ Surabaya 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:02

Global Millennial Model United Nations 2026 Edisi Ke-22 Kembali Sukses: Lebih dari 1.200 Delegasi dari 12 Negara Perkuat Diplomasi Pemuda

Berita Terbaru