Prediksi Emas Hari Ini, Dupoin Futures Pantau Penguatan Dolar AS dan Imbal Hasil Obligasi - Koran Mandalika

Prediksi Emas Hari Ini, Dupoin Futures Pantau Penguatan Dolar AS dan Imbal Hasil Obligasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prediksi Emas Hari Ini, Dupoin Futures Pantau Penguatan Dolar AS dan Imbal Hasil Obligasi

Harga emas hari ini berpotensi melanjutkan tren pelemahan setelah kembali gagal menembus zona resistance US$4.200–US$4.226. Dalam analisis Dupoin Futures, penolakan harga di area tersebut membentuk Swing High baru dan membuka peluang koreksi menuju zona support US$4.102–US$4.065. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih perlu diwaspadai selama harga belum mampu menembus resistance utama.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menilai kegagalan XAUUSD melewati resistance menjadi sinyal penting dalam membaca arah pergerakan emas. Pada timeframe harian, harga yang kembali tertahan di zona tersebut berpotensi melanjutkan pola ABC Correction. Berdasarkan proyeksi teknikal Dupoin Futures, area US$4.102–US$4.065 menjadi zona support berikutnya apabila tekanan bearish tetap mendominasi pasar.

Selama harga emas masih bergerak di bawah resistance US$4.200–US$4.226, peluang pelemahan masih terbuka. Sebaliknya, apabila XAUUSD mampu menembus zona resistance tersebut, skenario bearish perlu ditinjau kembali. Karena itu, Dupoin Futures menempatkan level resistance dan support sebagai acuan penting untuk memantau perubahan momentum harga emas.

Dari sisi fundamental, prospek emas turut dipengaruhi oleh perkembangan inflasi Amerika Serikat dan arah kebijakan moneter Federal Reserve atau The Fed. Inflasi AS yang bertahan tinggi dapat mendorong bank sentral mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama. Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap emas karena investor dapat lebih tertarik pada instrumen yang menawarkan imbal hasil.

Dupoin Futures juga menyoroti pengaruh dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS terhadap pergerakan XAUUSD. Ketika dolar menguat, harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Sementara itu, kenaikan imbal hasil obligasi dapat mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan bunga atau pendapatan berkala.

Ekspektasi kebijakan moneter yang ketat dapat memperkuat kedua faktor tersebut. Oleh sebab itu, data inflasi AS dan pernyataan pejabat The Fed menjadi perhatian pelaku pasar dalam memperkirakan arah suku bunga. Perubahan ekspektasi kebijakan moneter dapat memengaruhi dolar AS, imbal hasil obligasi, dan pada akhirnya pergerakan harga emas.

Baca Juga :  Kritik Pedas Founder Solana Terhadap Regulasi Kripto di Era Biden

Meski menghadapi tekanan tersebut, emas masih berpotensi memperoleh dukungan dari permintaan aset safe haven. Ketidakpastian geopolitik global dapat mendorong investor mencari aset lindung nilai ketika risiko pasar meningkat. Menurut gambaran fundamental yang menjadi dasar analisis Dupoin Futures, sentimen geopolitik tersebut dapat menahan pelemahan atau memicu pemulihan harga apabila permintaan emas meningkat.

Dengan mempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental, Dupoin Futures melihat potensi koreksi emas masih terbuka selama harga belum menembus resistance US$4.200–US$4.226. Area US$4.102–US$4.065 menjadi target penurunan yang perlu diperhatikan jika tekanan jual berlanjut.

Namun, perkembangan geopolitik dan perubahan ekspektasi suku bunga dapat mengubah arah pasar sewaktu-waktu. Karena itu, pelaku pasar perlu memantau level teknikal, data inflasi AS, dan kebijakan The Fed sebelum mengambil keputusan. Proyeksi Dupoin Futures ini merupakan skenario berdasarkan kondisi pasar, bukan kepastian pergerakan harga atau rekomendasi transaksi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Kuansing Siap Kirim 24 Atlet Pacu Jalur ke Ajang Internasional Mahanadi Boita Race 2026 di India
Siswa Bimbel Patriot Muda Bandar Lampung Tembus Akmil dan Bintara TNI AD 2026
Tips Tidur Nyenyak Selama Mengalami Gejala PMS (Menstruasi)
Peluang Belajar Global Sejak Dini : 609 siswa SMP dari Indonesia dan Jepang belajar bersama dengan Coding First Purwokerto
Bank Mandiri Taspen Jalin Kerja Sama dengan KSPPS Sena Putra Mandiri, Perkuat Sinergi Layanan Perbankan
Pertamina Patra Niaga Hijaukan Lahan Bekas Tambang Kapur di Tuban melalui Program Biodiversity Action Plan
Wisma 46 Rayakan 30 Tahun Perjalanan melalui FunWalk & Bazaar, Tegaskan Semangat “Jakarta’s Icon, 30 Years Strong”
Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 17,6 Persen, Dukung Mobilitas Masyarakat di Jabodebek

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:17

Warga Diminta Berani Laporkan Pernikahan Anak, DP3AP2KB Loteng Siap Turun Tangan

Rabu, 4 November 2026 - 14:12

GOW Loteng Ajarkan Kader Olah Jajanan Sehat untuk Cegah Stunting

Selasa, 3 November 2026 - 19:28

Bawa 4 PR Besar dari Desa Penujak, Lalu Akhyar Siap Dobrak Alokasi Anggaran OPD

Selasa, 3 November 2026 - 19:06

Polisi Kantongi CCTV Pengeroyokan di Puyung, Identitas Pelaku Mulai Diburu

Selasa, 3 November 2026 - 17:15

Pulang Kerja dari Mataram, Pria Asal Jago Jadi Korban Pengeroyokan di Puyung

Senin, 2 November 2026 - 18:05

Akses Jalan Dirusak Usai Pilkades, Warga Desa Pengadang Minta Bupati Turun Tangan

Senin, 2 November 2026 - 16:53

​Jembatani Kebutuhan Warga Beraim, Haji Supli PKS Cari Celah Perjuangkan Air Bersih dan Alsintan

Senin, 2 November 2026 - 16:43

Reses Di Tengah Kebijakan Buntu: Haji Supli Dituntut Perjuangkan Usulan Yang Terlarang Dianggarkan

Berita Terbaru