Prediksi Harga Emas Pekan Depan: Dupoin Futures Soroti Potensi Penurunan ke 4.282 - Koran Mandalika

Prediksi Harga Emas Pekan Depan: Dupoin Futures Soroti Potensi Penurunan ke 4.282

Jumat, 18 September 2026 - 11:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas dunia atau XAUUSD diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan pekan depan. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada timeframe Daily telah memasuki fase bearish dan saat ini sedang membentuk secondary trend. Kondisi tersebut membuat arah pergerakan XAUUSD masih perlu dicermati, terutama ketika harga mendekati area resistance penting.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat harga emas saat ini tertahan di sekitar resistance pertama pada level 4.357. Dalam analisis Dupoin Futures, area tersebut menjadi salah satu level penting yang dapat menentukan arah XAUUSD berikutnya. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas zona resistance kuat 4.357 hingga 4.403, tekanan bearish masih berpotensi berlanjut.

Menurut Dupoin Futures, kegagalan XAUUSD menembus area 4.357-4.403 dapat membuka peluang bagi harga emas untuk kembali mengalami pelemahan. Dalam skenario tersebut, support terdekat berada pada level 4.282. Level ini menjadi area yang perlu diperhatikan apabila tekanan jual kembali meningkat pada perdagangan pekan depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Geraldo Kofit dari Dupoin Futures juga mencermati pola Head and Shoulders yang terbentuk pada chart Daily. Pola tersebut menjadi salah satu faktor teknikal yang mendukung potensi pelemahan harga apabila struktur bearish tetap terjaga. Dengan demikian, Dupoin Futures melihat area 4.282 sebagai level support penting yang berpotensi diuji apabila harga tidak mampu mengatasi resistance 4.357-4.403.

Baca Juga :  Solana Hampir Menyentuh Rekor Tahunannya, Setelah Lonjakan 27% pada Bulan Juli

Meski demikian, pergerakan emas dalam beberapa hari terakhir menunjukkan adanya pemulihan. Harga emas sempat rebound lebih dari 2% setelah dolar AS dan yield Treasury 10 tahun melemah, sementara harga minyak juga mengalami penurunan. Kondisi tersebut membantu mengurangi tekanan terhadap emas karena turunnya yield membuat aset non-yielding seperti emas menjadi relatif lebih menarik.

Namun, Dupoin Futures menilai rebound tersebut masih perlu dilihat dalam konteks tren Daily yang lebih besar. Secara fundamental, The Federal Reserve baru saja menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dan memberikan sinyal bahwa peluang kenaikan tambahan masih terbuka. Sebanyak 16 dari 18 pembuat kebijakan Fed memproyeksikan setidaknya satu kenaikan tambahan hingga akhir 2026.

Kebijakan The Fed tersebut dapat menjadi tantangan bagi harga emas karena suku bunga yang lebih tinggi berpotensi mempertahankan daya tarik dolar AS dan aset berbasis yield. Dupoin Futures melihat pergerakan USD menjadi salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan pekan depan. Apabila dolar kembali menguat, tekanan terhadap XAUUSD berpotensi meningkat.

Selain dolar, Treasury yield juga menjadi indikator penting dalam analisis Dupoin Futures. Yield Treasury 10 tahun sempat menembus level 5% pada pekan ini, mencerminkan tingginya ekspektasi pasar terhadap suku bunga AS dan risiko inflasi. Kondisi tersebut dapat meningkatkan opportunity cost dalam memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Di sisi lain, penurunan harga minyak memberikan sedikit ruang bagi emas. Harga minyak yang lebih rendah dapat meredakan kekhawatiran terhadap inflasi global sehingga tekanan terhadap kebijakan moneter dapat berkurang. Dalam perdagangan terbaru, penurunan harga minyak menjadi salah satu faktor yang membantu emas mengalami rebound.

Baca Juga :  Omnichannel dan Marketing Funnel: Kombinasi Cerdas untuk Konversi Maksimal

Untuk pekan depan, Dupoin Futures memperkirakan fokus pasar akan tertuju pada keseimbangan antara sentimen hawkish The Fed dan perkembangan USD serta Treasury yield. Jika dolar dan yield kembali meningkat, peluang tekanan bearish terhadap emas dapat semakin besar. Sebaliknya, pelemahan USD dan yield dapat memberikan ruang bagi XAUUSD untuk mempertahankan rebound.

Dari sisi teknikal, Dupoin Futures tetap menempatkan resistance 4.357-4.403 sebagai zona kunci. Selama harga belum mampu breakout dan bertahan di atas area tersebut, tren bearish pada timeframe Daily masih menjadi perhatian. Apabila tekanan jual kembali muncul, XAUUSD berpotensi bergerak menuju support 4.282.

Secara keseluruhan, prediksi harga emas pekan depan dari Dupoin Futures menunjukkan XAUUSD masih berpotensi melemah setelah memasuki fase bearish dan membentuk secondary trend. Resistance 4.357-4.403 menjadi area penentu, sedangkan support 4.282 menjadi level yang berpotensi diuji apabila tekanan jual berlanjut. Sementara itu, arah USD, Treasury yield, harga minyak, dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed akan menjadi katalis utama yang menentukan volatilitas emas sepanjang pekan depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Menjadi Bagian dari Apple Developer Academy, Langkah Binusian Bandung Mengasah Potensi di Dunia Teknologi
Sanct Social Rilis Episode 7, Film Pendek tentang Dua Kakak Beradik di Jakarta dan Singapura pada Malam Setelah Kunjungan Keluarga Usai
Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir
Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026
Dorong UMKM Naik Kelas, Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026
Sanct Social Buka Booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” SMA Tarakanita 2 pada Sabtu 18 Oktober: Supaya Teman Baru dari Lapangan Tidak Hilang Setelah Acara Usai
5 Hal Tidak Terduga yang Terjadi ketika Sedang Liburan ke Luar Negeri
KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 56ribu Wisatawan Mancanegara pada Januari–Agustus 2026

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:02

Menjadi Bagian dari Apple Developer Academy, Langkah Binusian Bandung Mengasah Potensi di Dunia Teknologi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:02

Sanct Social Rilis Episode 7, Film Pendek tentang Dua Kakak Beradik di Jakarta dan Singapura pada Malam Setelah Kunjungan Keluarga Usai

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:02

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:02

Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:02

Sanct Social Buka Booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” SMA Tarakanita 2 pada Sabtu 18 Oktober: Supaya Teman Baru dari Lapangan Tidak Hilang Setelah Acara Usai

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:02

5 Hal Tidak Terduga yang Terjadi ketika Sedang Liburan ke Luar Negeri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:02

KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 56ribu Wisatawan Mancanegara pada Januari–Agustus 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:02

Sebelum Jual Emas Perhiasan atau Logam Mulia, Pandai Emas Ingatkan 7 Hal yang Perlu Dicek

Berita Terbaru