Priska Sahanaya Melatih Strategi Public Speaking Autentik di SMA Muhammadiyah 24 - Koran Mandalika

Priska Sahanaya Melatih Strategi Public Speaking Autentik di SMA Muhammadiyah 24

Selasa, 25 Juni 2024 - 14:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyak orang pasti pernah merasakan rasa malu, takut, dan cemas ketika diminta untuk berbicara di hadapan publik. Perasaan-perasaan itu muncul karena pembicara terlalu fokus berasumsi terhadap reaksi-reaksi yang mungkin ditunjukkan pendengar ketika sang pembicara tampil. Tantangan terhadap perasaan-perasaan tersebut justru dapat dijadikan cara untuk menjalin koneksi dengan pendengar. Seperti dalam Workshop Public Speaking yang bertema “Transforming Anxiety into Authenticity,” Priska Sahanaya menjelaskan pada para siswa SMA Muhammadiyah 24 bahwa perasaan malu, takut, dan cemas merupakan perasaan yang universal bagi banyak orang sehingga cerita-cerita terkait perasaan tersebut dapat menjadi cerita yang menggugah hati antara pembicara dan pendengarnya.

Pada workshop yang diadakan pada 20 Oktober 2023 ini, Priska Sahanaya mengingatkan bahwa pendengar selalu dapat membaca gerak-gerik pembicara yang terkesan terlalu membuat-buat citranya di hadapan pendengarnya. Hal ini sesuai dengan penelitian tentang bagaimana otak bekerja memproses suatu informasi atau biasa dikenal dengan sebutan second conversation. Ketika seseorang mendapatkan informasi, cara orang tersebut berpikir dapat terlihat lebih cepat dari gestur atau ekspresi yang ditunjukkannya karena gestur dan ekspresi wajah termasuk ekspresi yang secara refleks ditunjukkan oleh tubuh, tidak seperti perasaan atau pikiran yang perlu diproses terlebih dahulu. Sehingga gestur tubuh yang ditampilkan pembicara terlihat tidak sejalan informasi yang pembicara coba sampaikan, pendengar akan lebih memperhatikan gestur tubuh sang pembicara dan bisa saja mengabaikan informasi yang disampaikan karena informasi dianggap tidak disampaikan dengan tulus kepada audiensnya.

Partisipasi para siswi SMA Muhammadiyah 24 dalam kegiatan workshop. Sumber gambar: Dok. pribadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lalu bagaimana caranya seorang pembicara dapat menjadi pembicara yang autentik? Priska menyampaikan bahwa trik utamanya adalah menjadi pembicara yang terbuka, antusias untuk membangun koneksi dengan pendengar, dan bersemangat untuk bercerita juga mendengarkan pendengarnya.

Pembicara perlu terbuka untuk menceritakan perasaan dan pemikirannya kepada pendengarnya. Pembicara dapat berlatih dengan membayangkan bahwa apa yang akan disampaikannya merupakan hal-hal yang bisa dengan tenang disampaikan pada orang terdekat seperti kepada sahabat dan keluarga. Hal ini membuat hal yang disampaikan merupakan hal-hal yang ingin disampaikan dari hati ke hati. 

Baca Juga :  Ide Bisnis Jelang Bulan Ramadan

Partisipasi para siswa dan siswi dalam sesi workshop public speaking. Sumber gambar: Dok. pribadi

Lalu, pembicara tentunya perlu antusias untuk dapat terhubung dengan pendengarnya. Sebagaimana hal-hal yang disampaikan pembicara bukan tentang apa yang ingin disampaikannya, tapi tentang mengapa pembicara ingin menyampaikan hal-hal tersebut. Contohnya seperti menceritakan rasa takut dan cemas yang dialami pembicara ketika hendak mencoba hal yang baru di hidupnya. Cerita tersebut diupayakan dapat menarik perhatian pendengar karena pernah juga mengalami perasaan atau pengalaman yang sama. Dalam hal ini, pembicara perlu terus mempertahankan perhatian pendengar terhadap cerita yang disampaikannya, agar pendengar tidak mudah terbawa bernostalgia dengan ingatan-ingatan yang dimilikinya.

Terakhir, sebagaimana komunikasi antara pembicara dan pendengar perlu terjalin secara dua arah, pembicara perlu ekspresif dalam menunjukkan perasaannya untuk dapat menginspirasi pendengar sehingga dapat mengajak pendengar untuk secara terbuka bersedia juga untuk membagikan cerita yang dialaminya. Pembicara dapat menunjukkan ekspresi wajah dan intonasi suara yang tenang dan lembut. Pembicara juga perlu memperhatikan dan beradaptasi dengan cara menanggapi cerita pendengarnya dengan baik. Dengan demikian, baik pembicara dan pendengar akan mendapatkan pembelajaran yang bermanfaat dari diskusi yang dijalankan.

Priska Sahanaya mengumumkan siswa dengan poin terbanyak di sesi workshop dan memberinya medali serta apresiasi. Sumber gambar: Dok. pribadi

Tidak lupa pada sesi workshop tersebut Priska Sahanaya mengajak para siswa untuk aktif menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan Priska dan juga mencoba untuk mempraktikkan cara-cara untuk menjadi pembicara yang autentik. Siswa yang aktif akan mendapatkan poin dan di akhir siswa dengan poin terbanyak akan mendapatkan hadiah berupa medali penghargaan dari Priska.

Rafael, salah satu siswa SMA Muhammadiyah 24, memberikan kesannya mengenai workshop karena menurutnya workshop telah membantunya untuk lebih percaya diri lagi dalam menyampaikan gagasan dan ide yang ingin disampaikannya di hadapan umum. “Public speaking memberi kontribusi dalam meningkatkan kualitas diri. Kita dapat meningkatkan rasa percaya diri dengan belajar public speaking. Sekarang, saya merasa lebih siap dan tidak gampang grogi saat harus mempresentasikan ide atau gagasan,” kata Rafael.

Baca Juga :  Dari Lensa ke Lidah: Cerita Makanan yang Bisa Bikin Kamu Booking

Guru-guru pun turut merasa sangat terbantu dengan diadakannya workshop ini. Salah satunya Ibu Erlina, guru di SMA Muhammadiyah 24, menyatakan bahwa workshop untuk anak usia sekolah sangat penting untuk mendorong dan mengasah kemampuan siswa dalam berbicara di depan umum. “Melalui latihan dan bimbingan yang diberikan, kami ingin melatih keberanian dan meningkatkan keterampilan komunikasi mereka,” ujar Bu Erlina.

Ibu Rina, salah satu guru di SMA Muhammadiyah 24, juga menambahkan bahwa public speaking merupakan ilmu komunikasi dasar yang sangat perlu dimiliki siswa untuk menunjang masa depan para siswa. “Kegiatan ini berjalan dengan baik, interaktif, dan mendukung. Siswa-siswi terlibat aktif dalam berbagai sesi yang membantu mereka untuk lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat dan berbicara di depan publik,” pungkas Bu Rina.

Priska Sahanaya yang telah mengajarkan public speaking kepada lebih dari 10.000 peserta dan bekerja sama dengan ratusan sekolah, kini Priska melanjutkan acara workshop public speaking-nya bersama Indonesian Professional Speakers Association (IPSA) sebagai bagian dari program IPSA Goes to School yang berupaya untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan anak usia sekolah terhadap kemampuan dasar dalam mempraktikkan public speaking. 

Priska Sahanaya selaku Direktur IPSA Academy menargetkan untuk mengadakan workshop public speaking gratis ini di 100 sekolah di Jakarta dari tingkatan pendidikan SD, SMP, SMA dan SMK. Priska berharap dengan diadakannya acara workshop tersebut dapat membangun karakter siswa yang percaya diri dan kritis dalam menyampaikan perasaan dan pemikirannya kepada anak-anak seusianya dan masyarakat di sekitarnya. Priska juga berharap workshop ini dapat terus mendorong para guru untuk selalu menciptakan ruang belajar yang suportif bagi anak untuk terus mengembangkan kemampuan public speaking-nya.

Mau sekolah Anda mendapatkan public speaking secara gratis untuk seluruh siswa Anda? Yuk daftarkan sekarang juga melalui nomor di bawah ini:

Priska Sahanaya
081389608249

Nama penulis: Anggi Tresna Santika

Berita Terkait

Hadir di Pameran Otomotif Sumatera Barat, BRI Finance Tawarkan Promo Bunga KKB 0%
Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Persiapan Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia
SAJIVA RESIDENCE APRESIASI DUKUNGAN PLN GUNUNG PUTRI DALAM MENDUKUNG KESIAPAN HUNIAN SUBSIDI SIAP HUNI DI CITEUREUP
Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama
B2B Tech Asia Expo 2026 Siap Digelar di Jakarta: Satukan Raksasa Teknologi Global untuk Dorong Otomatisasi Efisiensi dan ROI Korporasi
ETF Bitcoin Kehilangan Miliaran Dolar, BI Naikkan Suku Bunga, Investor Diminta Waspadai Volatilitas Pasar
Barantum: CRM Lokal yang Kalahkan Produk Global di Mata Pelanggan
BINUS ASO Gandeng BPLJSKB, Mahasiswa Dapat Akses Baru

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:56

Hadir di Pameran Otomotif Sumatera Barat, BRI Finance Tawarkan Promo Bunga KKB 0%

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Persiapan Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

SAJIVA RESIDENCE APRESIASI DUKUNGAN PLN GUNUNG PUTRI DALAM MENDUKUNG KESIAPAN HUNIAN SUBSIDI SIAP HUNI DI CITEUREUP

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:00

B2B Tech Asia Expo 2026 Siap Digelar di Jakarta: Satukan Raksasa Teknologi Global untuk Dorong Otomatisasi Efisiensi dan ROI Korporasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:00

Barantum: CRM Lokal yang Kalahkan Produk Global di Mata Pelanggan

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:00

BINUS ASO Gandeng BPLJSKB, Mahasiswa Dapat Akses Baru

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:57

Pembiayaan Kendaraan Bekas BRI Finance Naik 77,64% Hingga Mei 2026

Berita Terbaru