PTPN I, Subholding Perkebunan Nusantara Teguhkan Komitmen sebagai Pilar Kedaulatan Negara - Koran Mandalika

PTPN I, Subholding Perkebunan Nusantara Teguhkan Komitmen sebagai Pilar Kedaulatan Negara

Selasa, 1 September 2026 - 13:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Lima aspek fundamental pembentuk kedaulatan negara melekat pada bisnis PTPN I (Persero). Bergerak di industri agro, anak usaha PTPN III (Persero) ini segaris dengan ketersediaan pangan. Sifat padat karyanya menjadikan PTPN I menyerap banyak tenaga kerja. Lokasinya yang tersebar di pelosok negeri membuka isolasi wilayah dan mendorong pemerataan pembangunan. Hadir dengan budidaya agronomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi modern juga menempatkan PTPN I sebagai pusat inkubasi usaha dan transfer sains kepada masyarakat luas.

Posisi strategis itu mengemuka dalam forum dialog dalam rangka Syukuran, Doa Bersama Swasembada Pangan Indonesia, dan Peluncuran Buku karya Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras di Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Sejumlah tokoh nasional hadir pada peluncuran buku berjudul Pangan dalam Aspek Pertahanan Negara tersebut.

Selain membedah sari pati isi buku, Direktur Utama, alumnus Program Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia itu juga menarik benang merah antara PTPN I dan ketahanan negara. Ia menyebut PTPN I, dengan aset yang besar, tenaga kerja yang banyak, sebaran yang luas, dan misi yang humanis, memiliki irisan yang sangat kuat dengan ketahanan pangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara doa bersama dan peluncuran buku digelar dalam suasana batin yang khidmat, patriotis, dan religius. Selain diskusi, acara juga diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, santunan kepada anak-anak yatim, serta tausiah oleh Ustaz Das’ad Latif yang memberikan perspektif spiritual yang mendalam.

Paparan isi buku dan visi PTPN I dijelaskan Abdul Rivai Ras sebagai relasi yang sangat kuat. Program Asta Cita Presiden Prabowo, kata Bro Rivai, sapaan akrabnya, sangat relevan dengan tugas dan tanggung jawab setiap insan PTPN I dalam mendukung pembangunan bangsa, khususnya pada aspek ketahanan pangan.

Baca Juga :  Saat Rupiah Melemah dan Biaya Hidup Naik, Banyak Orang Diam-Diam Memilih Cara Ini untuk Bertahan

“Dalam banyak kesempatan, Presiden Prabowo Subianto menyebut bangsa yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri tidak akan pernah benar-benar merdeka. Karena itu, pembangunan pangan bukan semata meningkatkan produksi, melainkan membangun kemandirian, memperkuat stabilitas ekonomi, dan menjaga ketahanan negara,” kata Rivai mengutip pernyataan Presiden.

Abdul Rivai Ras juga mengutip beberapa data fundamental dalam buku dan orasinya. Berdasarkan data pemerintah, kata dia, produksi beras nasional pada 2025 mencapai sekitar 34,71 juta ton, meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi padi mencapai 71,95 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) dengan surplus beras sekitar 3,52 juta ton, sehingga Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang tahun 2025. Selain itu, cadangan beras pemerintah juga berada pada level tertinggi dalam sejarah modern Indonesia.

Indonesia juga berhasil mencapai swasembada pada delapan komoditas strategis, yakni beras, jagung pakan, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Keberhasilan tersebut merupakan buah sinergi pemerintah, petani, pekebun, peternak, penyuluh, akademisi, BUMN, dunia usaha, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat.

Lebih lanjut, Abdul Rivai Ras mengatakan keberhasilan swasembada pangan harus dipandang sebagai awal untuk membangun sistem pangan nasional yang semakin tangguh dan berkelanjutan. Menurutnya, sektor perkebunan memiliki peran strategis dalam menopang ketahanan pangan melalui penyediaan komoditas utama, penguatan industri hilir, serta peningkatan kesejahteraan petani.

“Swasembada pangan adalah wujud nyata kemandirian bangsa. Di balik setiap capaian produksi terdapat kerja keras jutaan petani, pekebun, peneliti, pemerintah, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan. Sebagai BUMN perkebunan, PTPN I berkomitmen terus memperkuat produktivitas, mempercepat modernisasi perkebunan, mengembangkan bibit unggul, memperluas hilirisasi, serta membangun kemitraan yang saling menguatkan dengan petani agar kontribusi sektor perkebunan terhadap ketahanan pangan nasional semakin besar,” ujar Abdul Rivai Ras.

Baca Juga :  Pelindo Multi Terminal Branch Jamrud Nilam Mirah Catat Ekspor General Cargo Meningkat 153 Persen

Ia menegaskan, dinamika global yang dipengaruhi perubahan iklim, konflik geopolitik, dan gangguan rantai pasok internasional semakin membuktikan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional.

“Pangan hari ini adalah isu strategis bangsa. Ketika pasokan pangan terjaga, masyarakat terlindungi, perekonomian lebih stabil, dan daya tahan negara semakin kuat. Karena itu, transformasi PTPN I tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kinerja korporasi, tetapi juga memastikan setiap langkah perusahaan memberikan nilai tambah bagi agenda besar pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, memperkuat industri gula nasional, mengembangkan komoditas perkebunan unggulan, serta mendukung ketahanan energi melalui hilirisasi berbasis bioenergi,” katanya.

Menurut Abdul Rivai Ras, keberhasilan swasembada pangan juga menjadi fondasi bagi berbagai program strategis pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan bahan pangan secara berkelanjutan. Karena itu, keberhasilan menjaga produksi pangan nasional harus terus didukung melalui penguatan sektor hulu hingga hilir.

Sebagai perusahaan yang mengelola berbagai komoditas strategis nasional, PTPN I akan terus memperkuat kontribusinya melalui transformasi bisnis yang berorientasi pada produktivitas, keberlanjutan, inovasi, dan hilirisasi. Pengembangan perkebunan modern, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat akan terus menjadi fokus perusahaan dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.

Bagi PTPN I, menjaga swasembada pangan bukan sekadar memenuhi target produksi, melainkan menjaga kedaulatan bangsa. Dari setiap hektare kebun yang dikelola secara produktif, tumbuh harapan untuk memperkuat ketahanan nasional, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan mewujudkan Indonesia yang mandiri menuju Indonesia Emas 2045.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Cara Merawat Kucing Kampung agar Sehat, Aktif dan Gemuk
PTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III (Persero) Salurkan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 550 Pekerja Rentan Kalbar
Sanct Sudah Tersedia di App Store, Hadir di Indonesia 29 September, Sambil Tayangkan Film Keempat “I remember.”
PTPN Group Perkuat Ekosistem Kepemimpinan Perempuan di Industri Perkebunan
Tantangan dan Tips dalam Menabung Emas
Yamaha NMAX “TURBO” Jadi Perbincangan, Skutik Premium yang Padukan Kenyamanan dan Performa
Akselerasi Inovasi Teknologi Bisnis, Sanggabiz Resmi Terpilih Sebagai Penerima Hibah UGM Startup Grant 2026 Batch II
Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp2,15 Triliun, Apa Artinya bagi Industri?

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 06:21

Fahmi Basam Kuasai Race 2 National Sport 150cc MRS Round 4, Aldiaz Wakili NTB Finis Keempat

Minggu, 20 September 2026 - 16:58

Sebelum MotoGP Mengaspal, MRS Round 4 Jadi Ajang MGPA ‘Check-Up’ Sirkuit Mandalika

Sabtu, 19 September 2026 - 19:48

Fahmi Basam Kuasai Race 1 MRS Round 4, Pembalap NTB Aldiaz Finis Posisi 8

Sabtu, 19 September 2026 - 17:53

MRS Round 4 Perketat Regulasi, Jadi Jalan Pembalap Muda Menuju Level Internasional

Sabtu, 19 September 2026 - 12:58

108 Starter Ramaikan Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Putaran Keempat

Jumat, 18 September 2026 - 19:48

InJourney Siapkan Camping Ground dan 66 Extra Flight, Akomodasi Lombok Nyaris Penuh Jelang MotoGP

Jumat, 18 September 2026 - 08:40

Jelang MotoGP 2026, Mandalika Bersolek, NTB Bersiap Menyambut Dunia

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

27.620 Batang Rokok Diduga Ilegal Disikat, Satpol PP Lombok Tengah Gencarkan Operasi

Berita Terbaru

Teknologi

Cara Merawat Kucing Kampung agar Sehat, Aktif dan Gemuk

Rabu, 23 Sep 2026 - 08:02

NTB Terkini

Dari Lombok Timur ke Amerika, Tuna NTB Kian Mendunia

Selasa, 22 Sep 2026 - 21:58