Road to ENSIA 2026, SUCOFINDO Dorong Inovasi untuk Bisnis Berkelanjutan dan Masyarakat Tangguh - Koran Mandalika

Road to ENSIA 2026, SUCOFINDO Dorong Inovasi untuk Bisnis Berkelanjutan dan Masyarakat Tangguh

Kamis, 24 September 2026 - 11:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Denpasar, (24/9) – PT SUCOFINDO (PERSERO) menyelenggarakan seminar bertajuk “Beyond Compliance: Innovation for Sustainable Business and Resilient Community” sebagai bagian dari rangkaian Road to Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2026. Kegiatan yang berlangsung di Nusa Dua Bali ini menjadi wadah berbagi wawasan dan praktik terbaik bagi dunia usaha dalam menghadapi tantangan keberlanjutan sekaligus memperkuat daya saing melalui inovasi lingkungan dan sosial.

Seminar dibuka oleh Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna, yang menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis tidak dapat dibangun hanya melalui kepatuhan terhadap regulasi. Menurutnya, dunia usaha perlu menjadikan aspek lingkungan dan sosial sebagai bagian dari strategi bisnis yang mampu menciptakan nilai jangka panjang.

“Kinerja lingkungan dan sosial semestinya ditempatkan sebagai bagian dari strategi untuk membangun ketahanan dan menciptakan nilai jangka panjang. Compliance adalah titik awal, inovasi adalah langkah berikutnya, dan keberlanjutan adalah tujuan yang ingin kita capai bersama,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sandry Pasambuna menambahkan bahwa ENSIA terus dihadirkan sebagai ruang untuk berbagi pengetahuan, mempertemukan praktik baik, membangun kolaborasi, serta menginspirasi lahirnya inovasi baru yang mendukung terwujudnya bisnis berkelanjutan dan masyarakat yang tangguh. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Testing, Inspection, and Certification (TIC), PT SUCOFINDO (PERSERO) berkomitmen menjadi mitra strategis dunia usaha dalam memahami risiko, meningkatkan kinerja, mendorong inovasi, dan menciptakan nilai berkelanjutan.

Seminar ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, PT SUCOFINDO (PERSERO), serta akademisi yang memiliki kompetensi di bidang keberlanjutan. Berbagai materi yang disampaikan menyoroti perkembangan kebijakan lingkungan, implementasi Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER), nilai ekonomi karbon, hingga praktik inovasi sosial yang mampu memperkuat ketahanan masyarakat dan daya saing perusahaan.

Baca Juga :  Apa Itu Trading? Panduan Istilah Dasar untuk Trader KVB Indonesia

Narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Edward Nixon Pakpahan memaparkan perkembangan implementasi Permen LH/BPLH Nomor 7 Tahun 2025 yang menghadirkan sejumlah pembaruan dalam kriteria penilaian PROPER. Dalam paparannya, Edward Nixon Pakpahan menjelaskan bahwa PROPER terus berkembang sebagai instrumen yang mendorong perusahaan untuk melampaui kepatuhan lingkungan melalui penerapan eco-inovasi, inovasi sosial, nilai ekonomi karbon, green leadership, serta penguatan keterkaitan antara kinerja lingkungan dan pelaporan keberlanjutan perusahaan.

“PROPER terus berkembang sebagai instrumen yang mendorong transformasi kinerja lingkungan perusahaan. Melalui pembaruan kriteria yang lebih komprehensif, kami berharap dunia usaha dapat semakin inovatif dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan. PROPER bukan hanya alat evaluasi kepatuhan, tetapi juga sarana untuk membangun daya saing dan nilai tambah melalui praktik bisnis yang berkelanjutan,” tuturnya.

Edward Nixon Pakpahan juga menyoroti pentingnya integrasi PROPER dengan implementasi ESG dan kewajiban pelaporan keberlanjutan bagi perusahaan publik sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja keberlanjutan perusahaan.

Selanjutnya, Pakar Manajemen Lingkungan, Sudharto P. Hadi, menekankan bahwa PROPER tidak lagi sekadar instrumen kepatuhan, melainkan katalis transformasi menuju bisnis berkelanjutan. Menurutnya, perusahaan perlu bergerak dari pendekatan reaktif menjadi proaktif, dari model ekonomi linier menuju ekonomi sirkular, serta mengintegrasikan inovasi lingkungan dan sosial ke dalam strategi bisnis untuk menciptakan nilai bersama bagi perusahaan dan masyarakat.

“Beyond compliance berarti perusahaan tidak berhenti pada pemenuhan regulasi. Perusahaan perlu menciptakan inovasi yang mampu menghasilkan nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial dan lingkungan. Inilah esensi bisnis berkelanjutan yang akan menjadi fondasi daya saing perusahaan di masa depan,” jelasnya.

Baca Juga :  Pendidikan PPO Logistik BRI Region 6 Sukses Digelar, Peserta Antusias Ikuti Seluruh Rangkaian Kegiatan

Dari sisi implementasi inovasi sosial, Project Manager Konsultansi PROPER PT SUCOFINDO (PERSERO), Retno Suryani membahas pentingnya integrasi inovasi sosial dalam implementasi PROPER, termasuk penguatan program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) sebagai bagian dari strategi pemberdayaan kelompok rentan. Materi ini menegaskan bahwa inovasi sosial perlu menjawab kebutuhan masyarakat, menciptakan perubahan sistemik, meningkatkan kapabilitas kelompok sasaran, serta mendukung keberlanjutan program melalui penguatan modal sosial dan ekonomi masyarakat.

“Inovasi sosial tidak lagi cukup dipandang sebagai program pendamping. Saat ini, inovasi sosial menjadi instrumen penting untuk menciptakan dampak yang terukur dan berkelanjutan. Ketika perusahaan mampu mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat dengan kebutuhan kelompok rentan, maka manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga memperkuat keberlanjutan bisnis perusahaan,” paparnya.

Sementara itu, Head of the GHG Validation and Verification Operations Subdivision PT SUCOFINDO (PERSERO), Fajar Firstya Adam membahas peran Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dalam mendorong transformasi bisnis berkelanjutan. Menurutnya, mekanisme karbon memberikan insentif bagi pelaku usaha untuk melakukan pengurangan emisi secara terukur sekaligus membuka peluang investasi dan pengembangan teknologi rendah emisi.

“NEK memberikan peluang bagi perusahaan untuk mengubah kinerja lingkungan menjadi nilai ekonomi. Dengan mekanisme yang kredibel dan berintegritas, dunia usaha dapat mempercepat upaya dekarbonisasi, memperkuat implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG), sekaligus meningkatkan daya saing pada era ekonomi rendah karbon,” tutupnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Enam Tahun Berturut-turut, BINUS Business School Pertahankan Posisi #1 di Indonesia dalam QS Global MBA Rankings 2027
Bitcoin Turun ke US$84.000, FLOQ: Pasar Masih Sensitif terhadap Suku Bunga
KAI Logistik Kenalkan Peran dalam Halal Supply Chain pada The 5th Summit of Halal 20
Mengapa Kualitas WiFi Untuk Cafe Kini Menjadi Kunci Utama Kesuksesan Bisnis F&B
Antisipasi Karhutla, Holding perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini dan Patroli di Sumatera-Kalimantan
10 Jenis Kucing Besar yang Bisa Dipelihara di Rumah
FAQ dan WA Form Bisa Pangkas Biaya WhatsApp, Begini Caranya!
PV Resmi Dirilis! Kisah Bersama Meru Berkembang Seiring Anda Bekerja di Muv-Luv Girls Garden Mellow Days, Rilis 2026

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 09:50

Bantah Tuduhan, Pimpinan Ponpes Abul Barokat Siapkan Langkah Hukum

Selasa, 22 September 2026 - 18:20

Sidang Korupsi DLH Lombok Tengah Disorot, LSM Lidik Ungkap Dugaan Hubungan Darah Hakim dan Tim Pengacara

Senin, 21 September 2026 - 06:21

Fahmi Basam Kuasai Race 2 National Sport 150cc MRS Round 4, Aldiaz Wakili NTB Finis Keempat

Minggu, 20 September 2026 - 16:58

Sebelum MotoGP Mengaspal, MRS Round 4 Jadi Ajang MGPA ‘Check-Up’ Sirkuit Mandalika

Sabtu, 19 September 2026 - 19:48

Fahmi Basam Kuasai Race 1 MRS Round 4, Pembalap NTB Aldiaz Finis Posisi 8

Sabtu, 19 September 2026 - 17:53

MRS Round 4 Perketat Regulasi, Jadi Jalan Pembalap Muda Menuju Level Internasional

Sabtu, 19 September 2026 - 12:58

108 Starter Ramaikan Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Putaran Keempat

Jumat, 18 September 2026 - 19:48

InJourney Siapkan Camping Ground dan 66 Extra Flight, Akomodasi Lombok Nyaris Penuh Jelang MotoGP

Berita Terbaru