Robot di KorSel "Bunuh Diri" Gara-gara Stress Kerja Tanpa Libur. Gimana yang Manusia? - Koran Mandalika

Robot di KorSel “Bunuh Diri” Gara-gara Stress Kerja Tanpa Libur. Gimana yang Manusia?

Jumat, 12 Juli 2024 - 17:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Robot Pun Bisa BD? Ada yang Salah dengan Sistem Kerja

Terlepas dari berbagai teori konspirasi tentang programmer dan teknologinya, kasus “bunuh diri” (selanjutnya ditulis BD) yang dialami oleh robot di Korea Selatan ini menggemparkan banyak pihak.

Jika robot yang notabene ‘tidak punya’ akal dan emosi bisa BD, ini menandakan ada yang sangat salah dengan sistem kerja dan programnya. Lalu, bagaimana dengan sistem kerja di Indonesia?

Apakah kita juga terjebak dalam siklus yang serupa, yang bahkan bisa mempengaruhi kesehatan mental manusia?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kultur Kerja di Indonesia: Fakta Menyedihkan

Di Indonesia, kultur kerja yang tidak memanusiakan manusia menjadi isu yang kerap terdengar.

Doc. Kumpulan berita kejahatan dalam pekerjaan

Banyak kasus BD, kejahatan terhadap rekan kerja, dan kekerasan yang dilakukan oleh atasan menunjukkan bahwa lingkungan kerja di beberapa perusahaan sangat toxic.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan, stres kerja adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan gangguan mental pada pekerja 

Beberapa faktor yang memicu kondisi ini antara lain adalah:

Pemimpin yang Otoriter:

Banyak pemimpin yang tidak memiliki empati dan cenderung memaksa karyawan untuk bekerja di luar batas kemampuan mereka.

Sistem Kerja yang Tidak Sehat:

Overwork, kurangnya waktu istirahat, dan target yang tidak realistis menjadi penyebab utama stres kerja.

Doc. Ilustrasi overwork on Google

Persaingan Tidak Sehat:

Lingkungan kerja yang penuh persaingan tidak sehat, gosip, dan intrik juga memperburuk kondisi mental karyawan.

Baca Juga :  Tether Berisiko Jual Bitcoin Besar-Besaran, Apa Dampaknya ke Pasar?

Contoh Kasus Nyata

Beberapa kasus tragis yang mencerminkan kondisi ini di antaranya adalah insiden BD di perusahaan teknologi dan kasus kekerasan di sektor manufaktur.

Misalnya, seorang pekerja di sebuah perusahaan startup teknologi terkemuka di Jakarta yang BD karena tekanan kerja yang berlebihan.

Di sektor manufaktur, ada laporan tentang seorang manajer yang memukul karyawannya karena tidak memenuhi target produksi 

Perusahaan yang Memanusiakan Karyawan: Ada, Kok!

Doc. Employee Gathering on Google

Namun, tidak semua perusahaan di Indonesia menerapkan budaya kerja yang buruk. Ada juga perusahaan yang menyejahterakan karyawannya, seperti:

Google Indonesia:

Dikenal dengan lingkungan kerja yang menyenangkan dan banyak fasilitas yang mendukung kesejahteraan karyawan.

Unilever Indonesia: Menyediakan program kesejahteraan karyawan yang komprehensif, termasuk cuti melahirkan yang panjang dan program kesehatan mental.

Tokopedia:

Selain memberikan gaji yang kompetitif, juga menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung kesejahteraan karyawan, termasuk gym dan konseling gratis 

Doc. Kantor Tokopedia on Google

Pertanyaan untuk Anda: Perusahaan Anda Masuk Golongan Mana?

Apakah perusahaan Anda termasuk yang memanusiakan karyawannya atau justru sebaliknya?

Jika Anda adalah seorang owner atau HR yang sedang mencoba memperbaiki sistem kerja di kantor, kuncinya hanya satu: Being Human.

Semua kebijakan perlu diputuskan dengan memanusiakan karyawan.

Being Human ala Bisnishack

Bisnishack mengajarkan konsep Being Human yang menekankan pada kebijakan dan praktek manajemen yang memanusiakan karyawan.

Baca Juga :  8 Fakta Tentang AI dalam Bisnis Ritel yang Akan Mengubah Cara Bisnis Beroperasi

Doc. Being Human Sekolah HRD Gila Bisnishack

Program ini berfokus pada peningkatan kesejahteraan karyawan melalui pendekatan yang empati dan humanis.

Salah satu konsep utamanya adalah memberikan ruang bagi karyawan untuk berkembang, baik secara profesional maupun pribadi. 

Formula HR yang Tidak Biasa: Sekolah HRD Gila

Apakah ada formula HR yang fokus pada memanusiakan karyawan? Ada!

Cara ini sudah digunakan oleh ribuan perusahaan besar di dunia dan terbukti efektif. Sekarang, formula ini bisa Anda pelajari di Sekolah HRD Gila bersama Satia Pradana.

Doc. Testimoni Sekolah HRD Gila Satia Pradana, Bisnishack

Satia Pradana adalah pendiri dari Inspira Group dan Bisnishack, yang terkenal dengan pendekatannya yang “gila” dalam membangun superteam.

Satia telah berhasil membangun beberapa perusahaan sukses dengan lebih dari 1300 karyawan. Dia juga membantu ribuan pengusaha dan puluhan ribu karyawan mereka untuk memiliki culture perusahaan yang lebih happy, produktif, dan loyal. 

Untuk Anda yang ingin membuat perusahaan menjadi tempat terbaik untuk karyawan, bergabunglah di Sekolah HRD Gila sekarang dan pelajari strategi-strategi “gila” yang telah terbukti efektif.

Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif bagi semua.

Sekolah HRD Gila Satia Pradana, Bisnishack

Jika Anda ingin tahu lebih lanjut tentang bagaimana membangun sistem kerja yang manusiawi dan efektif, segera daftarkan diri Anda di Sekolah HRD Gila dengan menghubungi Mba Reny Bisnishack untuk informasi lebih lanjut.  

Reny Violeta
wa.me/6281392077733
renybisnishack@gmail.com

Berita Terkait

Profesor BINUS Masuk Top 50 Most Influential People in Tacit Knowledge Dunia
Binusian Hadir di Art Jakarta Papers 2026: Mengangkat Eksplorasi Seni Berbasis Kertas
Emas Masih di Jalur Penguatan, Kombinasi Sentimen Safe-Haven dan Sinyal Teknikal Buka Peluang Menuju $5.220
Hero Masa Depan Lahir di Sini: Pororo Star Chajgi Final Show Siap Cetak Hero Masa Depan di Pondok Indah Mall
Melalui PT Enero, Holding Perkebunan Nusantara Sukses Produksi 32 Juta Liter Bioetanol
Antisipasi Cuaca Ekstrem, KAI Daop 9 Jember Perkuat Infrastruktur dan Siagakan Petugas Ekstra
Optimalkan Nilai Kendaraan, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana Tunai Cepat dan Aman
5 Pemimpin Global Pengiriman Internasional dan Rahasia Kesuksesan Mereka

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:17

Profesor BINUS Masuk Top 50 Most Influential People in Tacit Knowledge Dunia

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:13

Binusian Hadir di Art Jakarta Papers 2026: Mengangkat Eksplorasi Seni Berbasis Kertas

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:40

Emas Masih di Jalur Penguatan, Kombinasi Sentimen Safe-Haven dan Sinyal Teknikal Buka Peluang Menuju $5.220

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:53

Hero Masa Depan Lahir di Sini: Pororo Star Chajgi Final Show Siap Cetak Hero Masa Depan di Pondok Indah Mall

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:23

Antisipasi Cuaca Ekstrem, KAI Daop 9 Jember Perkuat Infrastruktur dan Siagakan Petugas Ekstra

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:24

Optimalkan Nilai Kendaraan, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana Tunai Cepat dan Aman

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:46

5 Pemimpin Global Pengiriman Internasional dan Rahasia Kesuksesan Mereka

Kamis, 26 Februari 2026 - 18:34

Jaga Keberkahan Ramadan, KAI Divre I Sumut Larang Vandalisme dan Ajak Masyarakat Hindari Ngabuburit di Jalur KA

Berita Terbaru