Safe Haven Kembali Diminati, Harga Emas Berpotensi Lanjut Reli - Koran Mandalika

Safe Haven Kembali Diminati, Harga Emas Berpotensi Lanjut Reli

Senin, 29 Juni 2026 - 11:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan harga emas diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan pada perdagangan hari Senin (29/6). Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, kondisi pasar mulai menunjukkan sinyal pemulihan setelah tekanan jual yang sempat mendominasi beberapa waktu terakhir mulai berkurang. Dari sisi teknikal maupun fundamental, peluang kenaikan emas dinilai masih cukup terbuka selama tidak muncul sentimen baru yang mengubah arah pasar secara signifikan.

Geraldo menjelaskan bahwa pada grafik H4, harga emas berhasil mempertahankan posisinya di atas area support penting yang terbentuk dalam beberapa sesi terakhir. Kemampuan harga bertahan di level tersebut menjadi tanda bahwa minat beli mulai kembali meningkat. Kondisi ini juga memperlihatkan bahwa tekanan dari pihak penjual tidak lagi sebesar sebelumnya sehingga membuka peluang bagi emas untuk bergerak lebih tinggi.

Selain bertahan di area support, pergerakan harga juga membentuk pola swing low yang valid. Dalam analisis teknikal, pola tersebut sering kali menjadi sinyal awal bahwa tren naik mulai terbentuk setelah fase pelemahan. Munculnya pola ini menunjukkan bahwa pembeli mulai mengambil alih kendali pasar dan berusaha mempertahankan harga di atas level support yang ada.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selama support tetap terjaga, peluang penguatan emas masih cukup besar. Struktur pergerakan harga saat ini masih mendukung skenario kenaikan dalam jangka pendek,” ujar Geraldo dalam hasil analisisnya.

Berdasarkan proyeksi teknikal, target kenaikan terdekat berada di area resistance 4.095. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan volume transaksi yang kuat, harga emas diperkirakan memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di kisaran 4.144.

Baca Juga :  Tekan Angka Kecelakaan Pada Masa Nataru 2025/2026, KAI Divre III Gandeng OPKA Sumsel Sosialisasikan Keselamatan Perlintasan Sebidang

Sementara itu, indikator Stochastic masih bergerak di area overbought atau jenuh beli. Walaupun kondisi tersebut biasanya menjadi tanda bahwa harga sudah naik cukup tinggi, hingga kini belum terlihat adanya sinyal yang menunjukkan pelemahan momentum maupun pembalikan arah. Selama tekanan beli masih mendominasi, pergerakan naik diperkirakan masih dapat berlanjut.

Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek ketika harga mendekati area resistance. Tidak menutup kemungkinan sebagian pelaku pasar akan melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah kenaikan yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir. Koreksi seperti ini umumnya bersifat sementara sebelum pasar kembali menentukan arah pergerakan berikutnya.

Selain didukung oleh faktor teknikal, prospek kenaikan harga emas juga mendapat dorongan dari sejumlah sentimen fundamental. Salah satunya adalah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi pasar keuangan. Perlambatan pertumbuhan ekonomi di beberapa negara, ketegangan geopolitik, serta tingginya volatilitas pasar membuat investor cenderung mencari aset yang dinilai lebih aman.

Dalam situasi seperti ini, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih sebagai aset safe haven. Ketika tingkat ketidakpastian meningkat, permintaan terhadap logam mulia biasanya ikut naik sehingga mampu memberikan dorongan positif terhadap harga.

Faktor lain yang berpotensi menopang kenaikan emas adalah pelemahan dolar Amerika Serikat. Ketika nilai tukar dolar menurun, harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Kondisi tersebut biasanya mendorong peningkatan permintaan sehingga harga emas memiliki peluang untuk bergerak lebih tinggi.

Baca Juga :  Meningkatkan Kualitas Video Conference dengan Teknologi AV Crestron dan MLV Teknologi untuk Efisiensi Komunikasi Modern

Selain itu, pasar juga mulai mencermati kemungkinan perubahan arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Jika ekspektasi terhadap penurunan suku bunga kembali menguat, maka tekanan terhadap dolar AS diperkirakan akan berkurang. Situasi ini umumnya memberikan dampak positif bagi emas karena investor mulai beralih ke aset yang dianggap mampu menjaga nilai investasi.

Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield) juga menjadi faktor yang mendukung prospek emas. Ketika imbal hasil obligasi turun, biaya peluang untuk memiliki emas menjadi lebih rendah sehingga logam mulia kembali menarik bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi portofolio.

Meskipun demikian, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan berbagai data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis dalam waktu dekat. Data inflasi, tenaga kerja, hingga aktivitas sektor manufaktur masih menjadi indikator penting yang dapat memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve sekaligus menentukan pergerakan dolar AS dan harga emas.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai bahwa peluang penguatan emas masih lebih dominan dibandingkan potensi pelemahannya dalam jangka pendek. Dari sisi teknikal, terbentuknya support yang kuat, munculnya valid swing low, serta masih kuatnya momentum beli memberikan sinyal positif bagi pergerakan harga. Di sisi fundamental, meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven, peluang pelemahan dolar AS, serta potensi kebijakan moneter yang lebih longgar menjadi faktor yang dapat menopang kenaikan emas. Dengan kombinasi kedua faktor tersebut, harga emas diperkirakan berpeluang menguji resistance di level 4.095 dan berpotensi melanjutkan penguatan menuju area 4.144 apabila sentimen pasar tetap kondusif.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

OSL Indonesia Hadirkan Launchpool Solana, Bagikan hingga Rp100 Juta Rewards Pool
Triwulan III 2026, KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 1,37 Juta Pengguna Jasa KA Jarak Jauh, Tumbuh 10 Persen
Barang Branded Pertama: Cara Menabung agar Bisa Membelinya
FisTx Lengkapi NAWASENA Water Test Kit dengan Varian Nitrit, Pantau Tiga Parameter Kunci Tambak Lebih Mudah dan Terjangkau
Doran Gadget 23 Mall Semarang Resmi Dibuka, Perkuat Jaringan Ritel di Jawa Tengah
CEO Masters Indonesia 2026 Sukses Digelar Perdana di Jakarta, Lahirkan Juara dan Pererat Koneksi Pemimpin Bisnis
JETE 23 Mall Semarang Sudah Dibuka, Bawa Konsep Experience Store & Produk Unggulan
Harga Minyak WTI Tertekan Prospek Gencatan Senjata, Ini Analisis Dupoin Futures

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:02

OSL Indonesia Hadirkan Launchpool Solana, Bagikan hingga Rp100 Juta Rewards Pool

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:02

Triwulan III 2026, KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 1,37 Juta Pengguna Jasa KA Jarak Jauh, Tumbuh 10 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:02

Barang Branded Pertama: Cara Menabung agar Bisa Membelinya

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:02

FisTx Lengkapi NAWASENA Water Test Kit dengan Varian Nitrit, Pantau Tiga Parameter Kunci Tambak Lebih Mudah dan Terjangkau

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:02

Doran Gadget 23 Mall Semarang Resmi Dibuka, Perkuat Jaringan Ritel di Jawa Tengah

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:02

JETE 23 Mall Semarang Sudah Dibuka, Bawa Konsep Experience Store & Produk Unggulan

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:02

Harga Minyak WTI Tertekan Prospek Gencatan Senjata, Ini Analisis Dupoin Futures

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:02

Metranet Perkuat Ekosistem Digital Koperasi di Kabupaten Bogor melalui KoperasiGO

Berita Terbaru