Saham Teknologi yang Diprediksi Dapat Menyusul Saham Nvidia - Koran Mandalika

Saham Teknologi yang Diprediksi Dapat Menyusul Saham Nvidia

Kamis, 29 Agustus 2024 - 13:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nvidia (NVDA), telah menjadi pelopor dalam revolusi kecerdasan buatan (AI), kini menduduki peringkat ketiga sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, dengan nilai pasar yang melebihi USD $2,8 triliun. Keberhasilan Nvidia dalam mengembangkan teknologi AI yang inovatif telah menarik perhatian investor yang optimis terhadap prospek jangka panjang perusahaan ini.

Sebagai hasil dari kesuksesan dan inovasi berkelanjutan yang ditunjukkan oleh Nvidia, saham perusahaan ini dinilai dengan rasio harga terhadap laba (P/E) yang sangat premium, mencapai angka 63. Rasio yang tinggi ini mencerminkan keyakinan yang sangat besar dari para investor terhadap kemampuan Nvidia untuk terus mengalami pertumbuhan dan mempertahankan profitabilitas yang kuat di masa depan. Penilaian saham ini menandakan bahwa pasar memiliki ekspektasi yang sangat tinggi mengenai kemampuan Nvidia untuk terus memimpin dan berinovasi secara signifikan dalam sektor teknologi kecerdasan buatan (AI) yang berkembang pesat.

Investor percaya bahwa Nvidia tidak hanya akan mempertahankan posisinya sebagai pelopor dalam teknologi AI tetapi juga akan terus menciptakan terobosan baru yang mendorong pertumbuhan industri. Jika kamu tertarik dengan saham nvidia, kamu bisa cek pergerakan harga sahamnya di Nanovest  dan mendapatkan berita terbaru melalui aplikasi Nanovest.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alphabet (GOOG) kini menduduki posisi sebagai perusahaan terbesar keempat di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, hanya terpaut satu peringkat di belakang Nvidia. Sebagai perusahaan induk dari Google, Alphabet telah mencapai posisi dominan yang signifikan dalam lanskap internet konsumen. Hal ini berkat portofolio layanan dan produk unggulannya, yang mencakup Google Search, mesin pencari paling populer di dunia; YouTube, platform berbagi video terbesar yang melayani miliaran pengguna di seluruh dunia; dan Google Cloud, layanan komputasi awan yang terus mengalami pertumbuhan pesat.

Baca Juga :  Dubes India Sandeep Chakravorty Puji Inovasi UNO Minda di Indonesia, Siap Perkuat Kemitraan Ekonomi

Edo Adriansyah, Equity Analyst Nanovest menyatakan, “GOOG menunjukkan kinerja keuangan yang mengesankan secara kuartalan dengan percepatan pertumbuhan pendapatan dan peningkatan margin dari upaya restrukturisasi. Bisnis periklanan inti perusahaan bangkit kembali setelah periode 2022-2023 yang penuh tantangan. Kemajuan AI telah menunjukkan hasil yang menjanjikan, meningkatkan keterlibatan konsumen, dan meningkatkan kinerja pengiklan.”

Keberhasilan Alphabet dalam mendominasi sektor digital ini telah terwujud selama sebagian besar abad ke-21, berkat inovasi yang berkelanjutan dan strategi kepemimpinan yang efektif dalam teknologi dan layanan online. Dengan produk-produk yang sangat berpengaruh seperti Google Search dan YouTube, serta pengembangan berkelanjutan dalam teknologi cloud, Alphabet telah membentuk dan mempengaruhi cara orang berinteraksi dengan internet dan teknologi secara keseluruhan. Dominasi ini mencerminkan kekuatan dan pengaruh besar yang dimiliki Alphabet dalam industri digital global.

Pada kuartal kedua tahun 2024, kinerja pendapatan Google Search mengalami pertumbuhan yang signifikan, meningkat sebesar 14% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, pendapatan dari iklan di platform YouTube juga menunjukkan hasil yang positif, dengan kenaikan sebesar 13%. Tidak kalah penting, pendapatan yang diperoleh dari Google Cloud menunjukkan lonjakan yang mengesankan, yakni meningkat sebesar 29%. Kombinasi dari pertumbuhan di berbagai sektor ini telah mengangkat laba operasi Google ke level tertinggi yang belum pernah tercapai sebelumnya, mencapai USD $98 miliar dalam periode 12 bulan terakhir. Capaian ini jauh melampaui laba operasi yang dihasilkan oleh Nvidia, yang tercatat kurang dari USD $50 miliar dalam periode yang sama.

Baca Juga :  Local Brand Festival 2024: Panggung Kreatif bagi 140 UMKM Mahasiswa BINUS Business Creation

Edo Menambahkan, “Perkembangan ini menempatkan Alphabet pada posisi yang menguntungkan dalam lanskap digital yang semakin digerakkan oleh AI. Diperkirakan 2024 dan 2030, pasar komputasi awan global diperkirakan tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 21,2%, dan Alphabet memiliki posisi yang baik untuk menangkap porsi signifikan darinya. secara teknikal saham GOOG menunjukkan tanda rebound setelah bergerak downtrend cukup lama. Indikator stochastic telah bergerak membentuk golden cross area dengan tingkat volume menunjukkan adanya akumulasi buy kembali.” 

Kedua saham di atas baik Nvidia dan Alphabet, memberikan peluang yang besar bagi para investor. Melihat, prospek yang dilakukan kedua perusahaan tersebut juga sangat memberikan cerminan yang cukup kuat sehingga memiliki salah satu bahkan kedua dari saham tersebut merupakan langkah yang bagus untuk saat ini.

Jika kamu tertarik untuk berinvestasi di saham Nvidia atau saham Alphabet, aplikasi investasi Nanovest dapat menjadi pilihan yang tepat karena menyediakan lebih dari 2000 saham Amerika Serikat dan lebih dari 600 aset kripto yang sangat lengkap. Kamu bisa berinvestasi mulai dari 5000 rupiah di aset digital yaitu saham AS, aset kripto, dan juga emas digital. Nikmati keuntungan dari pergerakan pasar yang sedang hijau dengan berinvestasi di Nanovest!

Berita Terkait

Indonesia Resmi Menjadi Official Partner Country INNOPROM 2026, Perkuat Kemitraan Industri Strategis dengan Rusia dan Kawasan Eurasia
Neraca Dagang Surplus, Arus Logistik Nasional Terus Bergerak
BRI Region 6 Berkolaborasi dengan YBM BRI Jakarta Berbagi Kebahagiaan melalui Santunan Anak Yatim Piatu di Bulan Muharam
FLOQ Raih Penghargaan Yudhistira dari CFX atas Akuntabilitas dan Integritas Tertinggi
BRI Finance Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Gempa di Desa Kamarora Atas, Kabupaten Sigi
Tingkatkan Kualitas Layanan dan Kenyamanan Pelanggan, Prodia Resmikan Prodia Women’s Health Centre dan Premium Service Prodia Health Care Jakarta
BRI Cut Mutiah Laksanakan Simulasi Business Continuity Management (BCM) untuk Perkuat Kesiapan Operasional
Dari Ribuan Pendaftar, 350 Womenpreneur Terpilih Naik Kelas Bersama Pertamina lewat Program PFpreneur

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:00

Indonesia Resmi Menjadi Official Partner Country INNOPROM 2026, Perkuat Kemitraan Industri Strategis dengan Rusia dan Kawasan Eurasia

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:00

Neraca Dagang Surplus, Arus Logistik Nasional Terus Bergerak

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:00

BRI Region 6 Berkolaborasi dengan YBM BRI Jakarta Berbagi Kebahagiaan melalui Santunan Anak Yatim Piatu di Bulan Muharam

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:00

FLOQ Raih Penghargaan Yudhistira dari CFX atas Akuntabilitas dan Integritas Tertinggi

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:00

BRI Finance Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Gempa di Desa Kamarora Atas, Kabupaten Sigi

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:00

BRI Cut Mutiah Laksanakan Simulasi Business Continuity Management (BCM) untuk Perkuat Kesiapan Operasional

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:00

Dari Ribuan Pendaftar, 350 Womenpreneur Terpilih Naik Kelas Bersama Pertamina lewat Program PFpreneur

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:00

BINUS ASO Gandeng NTA, Mahasiswa Auto Go Global

Berita Terbaru