Semen Langka di NTB, Ternyata Ini Biang Keroknya - Koran Mandalika

Semen Langka di NTB, Ternyata Ini Biang Keroknya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Kelangkaan semen yang akhir-akhir ini terjadi di NTB, disebabkan oleh berkurangnya suplai dari pabrik. Hal itu disampaikan oleh Kepala Disperindag NTB, Lalu Wiranata.

Wiranata mengatakan kebutuhan semen di NTB sebanyak 40 ribu ton per tahun dan akan meningkat di akhir tahun.

“Jadi total kebutuhan NTB itu rata-rata 40 ribu ton. Dan 50 persen itu biasanya di akhir tahun ini kebutuhan naik,” kata Wiranata, Rabu (7/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, lanjut Wiranata, ada kerusakan pada mesin packing milik salah satu merek semen di Lembar.

Baca Juga :  Pemprov NTB: Laporan Gubernur ke Polda Murni Urusan Pribadi, Bukan Anti Kritik

“Jadi yang masuk di NTB ini bentuknya semen curah. Jadi, di sini lah dipacking,” lanjutnya.

Sementara itu, Analis Perdagangan Disperindag NTB, Julastri Rondonuwu, menyampaikan berkurangnya suplai semen dari pabrik disebabkan oleh pasokan batu bara di Kalimantan berkurang. Batu bara tersebut digunakan oleh pabrik sebagai bahan bakar.

Hal itu disebabkan oleh air sungai yang mengering, sehingga kapal pengangkut batu bara tidak dapat beroperasi.

“Ininya kalau pabrik beroperasi, adalah pasokan. Ini kan pabrik endak bisa beroperasi karena batubaranya endak ada,” katanya.

Baca Juga :  Semen Mulai Didistribusikan, Perindag NTB Minta Harga Pengecer Tak Naik

Selain kekeringan, kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat terjadi di beberapa daerah juga menjadi faktor terhambatnya distribusi.

“Kemudian kemarin itu ada kelangkaan untuk solar, daya angkut untuk kendaraan di daratnya. Itu berdampak juga untuk solar truk-truk pengangkut dan kapal pengangkut juga,” ungkapnya.

Jadi secara umum, kendala terletak pada aktivitas pengangkutan di darat maupun di laut.

“Jadi sebenarnya kendalanya karena masalah pengangkutan sih sebenarnya. Tapi karena pengaruh cuaca dan pengaruh itu tadi ya, ketersediaan solar juga,” imbuhnya. (dik)

Berita Terkait

Semen Mulai Didistribusikan, Perindag NTB Minta Harga Pengecer Tak Naik
Dari Jalan hingga Pesisir, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Akses Warga Sumbawa
Wagub Umi Dinda Hadiri Sidang DPD RI, Aspirasi Daerah Diperkuat di Tingkat Nasional
Bank NTB Syariah Pegang Layanan Keuangan 54.395 Guru di NTB
BPR NTB Resmi Menuju Bank Syariah, DPRD NTB Beri Lampu Hijau
NTB Perkuat SDM, Data Berkualitas Jadi Dasar Keputusan Pembangunan
Cegah Kekerasan Seksual di Ponpes, DPRD NTB Usul Tes Psikologi Pengajar
Kasus Ponpes Abul Barokat Disorot, DPRD NTB Dorong Penegakan Hukum Profesional

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:07

BRI BO Kalimalang Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:05

BRI BO Cempaka Mas Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:02

Salah Pilih Media Filter Air Bisa Menambah Biaya Operasional, Begini Cara Menentukannya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:02

Pertemuan Rutin Bulanan: H. Robert Nitiyudo Wachjo Pesankan Dzikir dan Syukur kepada 1.200 Anak Binaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:02

Angkutan Retail KAI Logistik Catat Kinerja Tertinggi pada Triwulan III 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:02

Memaknai 70 Tahun Pengabdian, SUCOFINDO Bangun Sumur Bor Air Bersih di Kalimantan Selatan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:02

K Mall dan Plataran Hidupkan Minggu Pagi bersama Komunitas Lari

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:02

BRI BO Tanjung Priok Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Berita Terbaru