Koran Mandalika, Mataram – Kelangkaan semen yang akhir-akhir ini terjadi di NTB, disebabkan oleh berkurangnya suplai dari pabrik. Hal itu disampaikan oleh Kepala Disperindag NTB, Lalu Wiranata.
Wiranata mengatakan kebutuhan semen di NTB sebanyak 40 ribu ton per tahun dan akan meningkat di akhir tahun.
“Jadi total kebutuhan NTB itu rata-rata 40 ribu ton. Dan 50 persen itu biasanya di akhir tahun ini kebutuhan naik,” kata Wiranata, Rabu (7/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, lanjut Wiranata, ada kerusakan pada mesin packing milik salah satu merek semen di Lembar.
“Jadi yang masuk di NTB ini bentuknya semen curah. Jadi, di sini lah dipacking,” lanjutnya.
Sementara itu, Analis Perdagangan Disperindag NTB, Julastri Rondonuwu, menyampaikan berkurangnya suplai semen dari pabrik disebabkan oleh pasokan batu bara di Kalimantan berkurang. Batu bara tersebut digunakan oleh pabrik sebagai bahan bakar.
Hal itu disebabkan oleh air sungai yang mengering, sehingga kapal pengangkut batu bara tidak dapat beroperasi.
“Ininya kalau pabrik beroperasi, adalah pasokan. Ini kan pabrik endak bisa beroperasi karena batubaranya endak ada,” katanya.
Selain kekeringan, kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat terjadi di beberapa daerah juga menjadi faktor terhambatnya distribusi.
“Kemudian kemarin itu ada kelangkaan untuk solar, daya angkut untuk kendaraan di daratnya. Itu berdampak juga untuk solar truk-truk pengangkut dan kapal pengangkut juga,” ungkapnya.
Jadi secara umum, kendala terletak pada aktivitas pengangkutan di darat maupun di laut.
“Jadi sebenarnya kendalanya karena masalah pengangkutan sih sebenarnya. Tapi karena pengaruh cuaca dan pengaruh itu tadi ya, ketersediaan solar juga,” imbuhnya. (dik)






