Semen Mulai Didistribusikan, Perindag NTB Minta Harga Pengecer Tak Naik - Koran Mandalika

Semen Mulai Didistribusikan, Perindag NTB Minta Harga Pengecer Tak Naik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) NTB menyampaikan bahwa semen sudah mulai didistribusikan ke NTB. Hal itu di sampaikan oleh Kepala Perindag NTB, Lalu Wiranata.

Wiranata mengatakan pihaknya sudah berkoodinasi dengan Pelindo untuk memprioritaskan kapal pengirim semen. Jadi, kata dia, untuk kebutuhan semen Bulan September ini masih aman.

“Kita mintakan di Pelindo semen diprioritaskan. Jadi untuk kebutuhan bulan ini insyaallah cukup dulu,” katanya, Selasa (6/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, pihaknya tengah fokus memantau harga di pengecer tetap normal. Ia menjelaskan situasi kelangkaan ini bisa saja dimanfaatkan untuk menarik harga tinggi.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Lombok Tengah Awasi Pengerjaan Proyek Jembatan

“Cuma sekarang kita mau pantau yang pengecer dulu kita mau sampel dulu ini. Ini nakalnya di pengecer, karena melihat orang butuh harus beli, naikan dia (harga),” jelasnya.

Wirenate menyampaikan untuk harga di distributor sendiri sampai saat ini masih normal. Jika distributor menaikan harga, lanjut dia, maka akan ada sanksi yang menanti.

“Jadi di distributor dan sub distributor sudah clear kita cek, bahkan di kuitansi penjualannya. Kalau dia berai naikan satu rupiah aja, kita blacklist,” tegasnya.

Wiranata menuturkan kelangkaan semen yang sempat terjadi salah satunya disebabkan oleh target proyek yang harus segera diselesaikan di akhir tahun ini.

Baca Juga :  Gas Melon di NTB Langka, Pemprov Identifikasi Penyebabnya

“Memang bersamaan semua proyek ini. Makanya kemarin Korem nanya kan, dia kan harus jadi KDMP akhir tahun ini kan, mereka butuh semen banyak. Tapi ndak bisa kita salahin itu, karena yang jual dan yang beli sama-sama butuh ini,” tuturnya.

Namun, menurut Wiranata, untuk kasus penimbunan kemungkinan besar tidak mungkin terjadi. Pasalnya, semen merupakan barang yang cepat rusak.

“Sulit, karena dia barang cepat rusak ini. Kalau dia timbun rugi dia, endak bisa dijual nanti. Jadi agak sulit aga sulit dia nimbun,” ungkapnya. (dik)

Berita Terkait

Dari Jalan hingga Pesisir, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Akses Warga Sumbawa
Wagub Umi Dinda Hadiri Sidang DPD RI, Aspirasi Daerah Diperkuat di Tingkat Nasional
Bank NTB Syariah Pegang Layanan Keuangan 54.395 Guru di NTB
BPR NTB Resmi Menuju Bank Syariah, DPRD NTB Beri Lampu Hijau
NTB Perkuat SDM, Data Berkualitas Jadi Dasar Keputusan Pembangunan
Cegah Kekerasan Seksual di Ponpes, DPRD NTB Usul Tes Psikologi Pengajar
Kasus Ponpes Abul Barokat Disorot, DPRD NTB Dorong Penegakan Hukum Profesional
Pemprov NTB Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, PPID OPD Diminta Tingkatkan Layanan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:02

Pastikan Kualitas Rumah Subsidi bagi MBR, BP Tapera dan Kementerian PKP Tinjau Buana Subang Raya 2

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:02

BP Tapera dan Bank bjb Perkuat Ekosistem Pembiayaan Perumahan bagi MBR di Jawa Barat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:02

BP Tapera Optimalkan Penyaluran FLPP melalui Penguatan Ekosistem Perumahan di Subang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:02

Proyek Siring Pengaman Sungai di Kalimantan Selatan Gunakan CCSP Waskita Beton Precast

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:02

OSL Indonesia Dorong Strategi Investasi Aset Digital yang Lebih Terarah dan Hadirkan Auto-Invest, OSL Elite, dan Launchpool

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:02

Odoo POS dan E-Faktur: Pajak Retail Multi-Outlet Tanpa Lembur

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:02

Harga Ethereum Mengincar $3.000, Level $2.800 Jadi Penentu Reli Oktober

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:02

BINUS @Bandung Perkuat Talenta AI Indonesia melalui Program Artificial Intelligence bagi Generasi Muda

Berita Terbaru