‎Seribu KK Terdampak Banjir Akibat Cuaca Ektrem di Lombok - Koran Mandalika

‎Seribu KK Terdampak Banjir Akibat Cuaca Ektrem di Lombok

Rabu, 25 Februari 2026 - 20:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram- BPBD NTB, mengkalkulasikan sebanyak seribu Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir akibat cuaca ektrem di Pulau Lombok belakangan ini.
‎
‎Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB, Miftahuddin, mengatakan angka tersebut merupakan jumlah keseluruhan dari tiga kabupaten, yakni Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat.
‎
‎”Yang tergenang sekitar seribu lebih penduduk (KK),” katanya, Rabu (25/2).
‎
‎Selain itu, menurut data yang diperoleh pihaknya, total dua ruas jalan juga mengalami kerusakan.
‎
‎”Kerusakan di beberapa titik ruas jalan itu, ada dua ruas jalan,” lanjut Miftahuddin.
‎
‎Dia menjelaskan dua ruas jalan rusak itu merupakan infrastruktur kabupaten.
‎
‎”Itu infrastruktur kewenangan jalan kabupaten. Karena itu menuju dari Sekotong menuju ke Buwun Mas,” jelasnya.
‎
‎Dia juga menginformasikan bahwa di Wilayah Lombok Timur dikabarkan satu orang hilang yang merupakan anak berusia empat tahun.
‎
‎Namun, pihaknya belum menerima update terbaru terkait hasil evakuasi korban.
‎
‎”Belum ada update dari Basarnas. Yang umur empat tahu (korban),” ungkapnya.
‎
‎Di wilayah Lombok Tengah, dampak banjir juga dirasakan di Kawasan Kuta Mandalika, terutama di sekitar Sirkuit Pertamina Mandalika.
‎
‎Akan tetapi, Miftahuddin mengatakan masih menuggu juga info terbaru terkait kondisi di sana.
‎
‎”Memang ada video yang beredar di medsos, ada terjadi longsoran di sekitar kawasan Mandalika. Terutama di kawasan yang baru terbangun,” ucapnya.
‎
‎Dia menuturkan beberapa longsor disebabkan oleh kondisi bukit yang rusak.
‎
‎”Ada juga karena kondisi kerusakan bukit-bukit disekitar situ. Itu yang menyebabkan terjadinya longsoran di Kawasan Mandalika,” tuturnya (dik).

Baca Juga :  Investasi Bodong Sering Muncul, Daud Demokrat: FEC Bisa Jadi Pelajaran

Berita Terkait

Gubernur NTB Pastikan Stok BBM hingga Pupuk Aman, Distribusi Terus Dipantau
Cegah Risiko Korupsi, Pokir yang Terindikasi Anomali Tidak Dapat Dilaksanakan
Lewat Program CERAH, NTB Perluas Akses Kesehatan bagi Penyandang Disabilitas
Ironi di Jalur Rinjani, Fasilitas untuk Pendaki Malah Raib
Pariwisata Ramah Muslim, NTB Konsisten di Tiga Besar Nasional
Akhir 2026, BPR NTB Ditargetkan Resmi Berbasis Syariah
Gubernur NTB Tekankan Soliditas KONI, Mohan Roliskana Terpilih
Mohan Roliskana Rebut Kursi Ketua KONI NTB

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:02

Dari Percikan Kreatif hingga Dampak Bermakna: Christin Castillo tentang Kekuatan Dialog di IFFINA+ 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 02:02

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kontribusi pada Ketahanan Pangan, Buka Peluang Sinergi dengan Koperasi Desa

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:02

Melampaui Nama Merek: Kolaborasi di Balik Hunian Bermerek

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:02

DIPRAKARSAI AGUS GUMIWANG, KEBIJAKAN GAS MURAH TOPANG INDUSTRI MESKI PASOKAN TAK PERNAH PENUH

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:02

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:02

BRI Branch Office Klaten Hadirkan Kemudahan Transaksi QRIS di Rindu Farm Wisata Petik Melon

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:02

Bayi Orangutan yang Diselamatkan di India Dipulangkan ke Indonesia, Lima Lainnya Menyusul

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:02

Pendapatan Wisata dan Anggaran Ekologis Bantu 300 Anak di Desa Tukamasea Bersekolah

Berita Terbaru

Teknologi

Melampaui Nama Merek: Kolaborasi di Balik Hunian Bermerek

Senin, 19 Okt 2026 - 23:02