Soroti Kedaulatan Digital Pengusaha Perempuan di UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards, DA (Trainer & CEO) Tegaskan Komitmen Inklusif Sanggabiz - Koran Mandalika

Soroti Kedaulatan Digital Pengusaha Perempuan di UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards, DA (Trainer & CEO) Tegaskan Komitmen Inklusif Sanggabiz

Rabu, 2 September 2026 - 16:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berkompetisi dalam ajang UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards kategori Leadership Commitment, Dwi Andi Rohmatika (DA), Trainer sekaligus CEO Sanggabiz, mengangkat sebuah prinsip penting: kepemimpinan perempuan yang berdaya tidak cukup hanya ditopang oleh penggunaan teknologi, tetapi juga oleh kepemilikan dan kendali digital.

Yogyakarta, 2 September 2026 — Kedaulatan digital bukan sekadar isu administratif, melainkan wujud nyata dari kesetaraan gender dan agensi ekonomi perempuan. Hal inilah yang disoroti secara tajam oleh Dwi Andi Rohmatika (“DA”), Trainer sekaligus CEO Sanggabiz, seiring dengan partisipasinya dalam ajang bergengsi UN Women 2026 Asia-Pacific WEPs Awards untuk kategori Leadership Commitment.

Komitmen kepemimpinan ini berakar dari pengalaman personal DA yang tumbuh di Gemolong, Sragen, Jawa Tengah. Ia menyaksikan langsung bagaimana ibunya ditolak saat mengajukan pinjaman setelah menjadi janda, yang mengungkap masalah struktural di mana perempuan kerap dianggap tidak utuh secara finansial tanpa validasi dari figur laki-laki. Realitas inilah yang mendorong misinya untuk membangun sistem agar perempuan, ibu, dan UMKM milik perempuan bisa mengakses pendanaan, pengetahuan, pasar, dan teknologi.

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa perempuan menghadapi hambatan yang berlapis, mulai dari terbatasnya akses modal, rendahnya literasi digital, beban kerja perawatan tak berbayar, sistem bisnis yang lemah, norma patriarki, hingga minimnya representasi di tingkat dewan pengambil keputusan. Ketika seorang pemimpin perempuan mendelegasikan operasional kepada sistem yang buram, mereka perlahan kehilangan akses terhadap data analitik, metrik kinerja, dan instrumen pengambilan keputusan. Intervensi Sanggabiz hadir untuk mengembalikan kendali manajerial tersebut ke tangan pemimpin perempuan, sejalan dengan prinsip bahwa kepemilikan digital adalah agensi ekonomi.

Sebagai pemimpin yang memegang teguh semangat women power, DA memastikan komitmen pemberdayaan ini mendarah daging dalam struktur organisasinya. Dari sisi internal, Sanggabiz secara konsisten mempertahankan komitmen terhadap kepemimpinan inklusif: 75% posisi kepemimpinan di Sanggabiz diisi oleh perempuan. Selain itu, terdapat sekitar 10% representasi tim yang berasal dari komunitas disabilitas.

Komposisi tim inklusif inilah yang menggerakkan ekosistem kerja AI-powered Sanggabiz untuk memberikan dampak sistemis di berbagai ruang lingkup:

1. Pekerja Inklusif (Workplace): Sanggabiz menerapkan model pekerjaan inklusif yang dipimpin oleh perempuan. Tim ini memiliki 75% perempuan di jajaran kepemimpinan. Di samping itu, terdapat sekitar 10% representasi tim dari komunitas disabilitas yang terlibat langsung di balik layar.

Baca Juga :  Imeilia Caitlyn Handoko Mahasiswi Japanese Popular Culture BINUS University Raih Beasiswa Nitori, Bukti Prestasi Internasional!

2. UMKM dan Komunitas (Marketplace & Community): Sanggabiz menyediakan dukungan digital, operasional, dan bisnis secara langsung untuk UMKM. Dukungan ini mencakup penyediaan alat bisnis berbasis AI, model dashboard, digitalisasi SOP, dan sistem KPI. Secara kumulatif, program edukasi dan pelatihan Sanggabiz telah menjangkau lebih dari 20.000 peserta melalui lebih dari 200 sesi pelatihan dan wicara publik.

3. Institusi Tingkat Atas (Boardroom): DA hadir bukan sekadar sebagai perwakilan simbolis perempuan, melainkan sebagai ahli dan penasihat strategis. Ia memberikan saran dan konsultasi terkait desain organisasi, strategi bisnis, tata kelola, transformasi digital, serta sistem berbasis AI kepada Dewan Direksi, eksekutif BUMN/BUMD, dan institusi pemerintah.

“Tidak boleh ada perempuan yang ditolak kesempatannya hanya karena ia berasal dari pedesaan, seorang janda, seorang ibu, seorang pengasuh, atau diremehkan di ruangan yang didominasi laki-laki,” tegas DA. “Perempuan tidak perlu terintimidasi oleh teknologi; mereka membutuhkan teknologi yang membantu mereka menjual, mencatat, memutuskan, dan berkembang”.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Road to ENSIA 2026, SUCOFINDO Dorong Inovasi untuk Bisnis Berkelanjutan dan Masyarakat Tangguh
Enam Tahun Berturut-turut, BINUS Business School Pertahankan Posisi #1 di Indonesia dalam QS Global MBA Rankings 2027
Bitcoin Turun ke US$84.000, FLOQ: Pasar Masih Sensitif terhadap Suku Bunga
KAI Logistik Kenalkan Peran dalam Halal Supply Chain pada The 5th Summit of Halal 20
Mengapa Kualitas WiFi Untuk Cafe Kini Menjadi Kunci Utama Kesuksesan Bisnis F&B
Antisipasi Karhutla, Holding perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini dan Patroli di Sumatera-Kalimantan
10 Jenis Kucing Besar yang Bisa Dipelihara di Rumah
FAQ dan WA Form Bisa Pangkas Biaya WhatsApp, Begini Caranya!

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 09:50

Bantah Tuduhan, Pimpinan Ponpes Abul Barokat Siapkan Langkah Hukum

Selasa, 22 September 2026 - 18:20

Sidang Korupsi DLH Lombok Tengah Disorot, LSM Lidik Ungkap Dugaan Hubungan Darah Hakim dan Tim Pengacara

Senin, 21 September 2026 - 06:21

Fahmi Basam Kuasai Race 2 National Sport 150cc MRS Round 4, Aldiaz Wakili NTB Finis Keempat

Minggu, 20 September 2026 - 16:58

Sebelum MotoGP Mengaspal, MRS Round 4 Jadi Ajang MGPA ‘Check-Up’ Sirkuit Mandalika

Sabtu, 19 September 2026 - 19:48

Fahmi Basam Kuasai Race 1 MRS Round 4, Pembalap NTB Aldiaz Finis Posisi 8

Sabtu, 19 September 2026 - 17:53

MRS Round 4 Perketat Regulasi, Jadi Jalan Pembalap Muda Menuju Level Internasional

Sabtu, 19 September 2026 - 12:58

108 Starter Ramaikan Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Putaran Keempat

Jumat, 18 September 2026 - 19:48

InJourney Siapkan Camping Ground dan 66 Extra Flight, Akomodasi Lombok Nyaris Penuh Jelang MotoGP

Berita Terbaru